Wonder (2017), I Love This Movie So Much!

Tulisan ini saya tulis beberapa menit setelah menonton Film Wonder (2017) ini. Sejak awal saya tidak tahu ini film bagus. Maksudnya saya tidak benar-benar tahu bercerita tentang apa film ini karena tidak pernah membaca sinopsis atau menonton trailer sebelumnya. Satu-satunya hal yang membuat saya ingin menonton adalah karena ratingnya yang tinggi di sebuah situs, kebetulan sedang ingin nonton malam ini. Jadilah saya menonton. Sendiri. 

Satu kalimat setelah saya menonton film ini : I Love this movies so much!



So mari baca sedikit review tentang film Wonder (2017) yang ternyata adalah film yang harusnya nonton sejak awal tayang. So Inspiring.

Mari memulai dengan Sinopsinya terlebih dahulu. 
Film ‘Wonder’ ini bercerita tentang seorang anak laki-laki bernama August Pullman (Jacob Trembley) yang biasa dipanggil Auggie,  terlahir dengan kelainan bentuk wajah yang sangat langka, yang dikenal sebagai ‘mandibulofacial dysostosis, yang kemungkinan merupakan sindrom Treacher Collins.

Jelas hal itu membuat Auggie minder, dan menghindar untuk masuk ke sekolah umum. Selama operasi wajah, Auggie belajar di rumah dengan metode homeschooling oleh ibunya, Isabel (Julia Roberts) yang sejak Auggie lahir ia memilih fokus mengurus Aunggie sepenenuhnya bahkan hal ini membuat Olivia yang biasa dipanggil Via merasa tak diperhatikan oleh ibunya. Namun karena rasa sayangnya pada adiknya Auggie, Via selalu menjadi gadis yang pengertian.

Namun ketika Auggie mendekati usia remaja, saat duduk di kelas 5 sekolah dasar, Isabel dan Nate (Owen Wilson) kedua orangtua Auggie memutuskan memasukan Auggie ke sekolah swasta bernama Beecher Prep.

Awalnya Auggie dikucilkan oleh hampir semua siswa Beecher Prep. Namun ia dapat berteman dengan seorang siswa bernama Jack Will (Noah Jupe) dan mereka semakin akrab walaupun ditengah-tengah perjalanan mereka sempat salah faham dan bubar. Auggie harus membuktikan dirinya sama seperti anak lainnya, meskipun anak-anak lain tidak menyukainya.

Mampukah Auggie melakukannya? Meyakinkan siswa-siswa lainnya bahwa dirinya adalah sama seperti mereka, hanya saja dirinya tidak memiliki wajah yang indah. Bagaimanakah perasaan orang tua Auggie, terlebih Isabel, mengetahui putranya sulit diterima oleh teman-temannya?

Thats the sinopsis! Hampir semua pemeran film ini membawa "tugas" penting untuk menyampaikan pesan untuk penontonya. Tak ada peran yang sia-sia. Semua memberikan pelajaran yang mengena dan dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Tentang bagaimana orang tua yang merupakan kekuatan utama seorang anak untuk bisa menghadapi dunia. Orang tua adalah tarikan anak panah sebelum meninggalkan busur yang adalah rumanya. Dukungan orang tua mampu mengubah dunia seorang anak, bahkan anak dengan cacat pada wajah seperti Auggie. Auggie menjadi sosok anak yang kuat dan cerrdas karena memiliki orang tahu yang faham apa yang harus mereka lakukan. 

Sebaiknya saya juga menceritakan tentang sosok-sosok lain dalam film ini yang turut membawa pesan manis kepada penonton. Pertama, sosok kepala Sekolah yang bertama Mr. Tushman, sejak awal bertemu dengan Auggie pak kepala sekolah ini berhasil membuat Auggie tertawa dan merasa bahwa sekolah umum ini adalah baik untuknya. Mr. Tushman adalah seorang kepala sekolah yang bijak dan tegas. Ada saat ketika ia harus membuat surat skors untuk Jack Will karena memukul Julian yang mengolok Auggie, Mr, Tushman memberikan pujian dan semangat untuk Jack lewat surat yang ia tulisa tangan sendiri. JAck telah melakukan hal yang baik meski memukul orang lain itu tetap tidak bisa dibenarkan maka ia tetap harus di skors dua hari. 

Jack Will sosok anak baik yang mudah bergaul dengan siapa saja. Dari tampang saja Jack Will menang banyak dari semua teman-temannya. Jack adalah teman pertama Auggie yang selalu membelanya dan meninggalkan genk awalnya karena mereka tidak suka pada Auggie. Jack adalah penerima beasiswa yang menuntut dirinya harus bersikap baik setiap saat. Pelajarannya, kadang hal baik itu harus dipaksa agar terbiasa. Begitulah JAck menjadi anak baik bukan hanya karena beasiswanya. Ia menjadi teman yang baik karena memang Auggie anak yang baik, cerdas dan lucu. Selanjutnya perjalanan mereka tetap manis meski banyak drama.

Isabel dan  Nate adalah orang tua yang luar biasa untuk Auggie dan kakaknya Via. Dukungan tak pernah berhenti diberikan kepada mereka. Ortu idaman banget dah. Tak mudah menjadi orang tua Auggie karena harus tetap memberikan semangat agar Auggie percaya diri. Karena fisiknya yang tak sempurna Auggie gampang sekali menjadi rendah diri. Selalu curiga segala sesuai menjadi masalah karena dirinya sampai akhirnya Via menyadarkan Auggie bahwa dunia ini bukan hanya tentang dirinya dan kelainannya. 

Secara keseluruhan film ini mengajarkan kita bahwa ada hal-hal yang trjadi dan tidak bisa kita ubah. Ada hal-hal buruk (menurut kita) yang diberikan Allah pada kita padahal padanya diberikan banyak makna, pelajaran dan hadiah untuk kita. Hanya saja kita sering lebih dahulu menyerah pada keadaan dan tak percaya pada kekuatan diri. Kita tidak bisa terus menerus mengatakan si ini pesek, si itu hitam dan sebagainya karena dia sendiri tidak bisa memilih ia akan lahir seperti apa. Film ini mengajarkan kita untuk tidak mempermasala hal-hal semacam itu karena hidup adalah tentang bagaiaman bersikap baik, jujur, menghormati orang lain dan menjadi yang terbaik bagi diri sendiri dan dunia. JIka disuruh memilih menjadi baik atau benar maka pilihlah menjadi baik. Maka kebaikan akan mengelilimu.


Quotes? Oh Pasti.. Ini Dia Quotes yang menggetarkan hati ketika menonton film Wonder (2017) ini. 

1. “Meeting kids is harder than meeting adults.” – Auggie played by Jacob Tremblay

2. “You can learn a lot about people by looking at their shoes.”  – Auggie

3. “I know I’m cool but technically most dads aren’t.” – Nate

4. “You’re going to feel like you’ve all alone but you’re not.” – Nate

5. “Dear God please make them be nice to him.” – Isabel (Ibu-ibu harus sering berdoa gini nih!)

6. “If you don’t like where you are, picture where you want to be.” – Auggie

7. “Who do I aspire to be?  That’s the question we should be asking ourselves all the time.” – Auggie’s teacher Mr. Browne

8. “When given the choice between being right or kind, choose kind.” – A precept taught by Mr. Browne in class

9. “You are not ugly Auggie… Because I’m your mom it counts the most because I know you the most.” – Isabel

10. “You can’t blend in when you were born to stand out.” – Auggie’s sister Via, played by Izabela Vidovic

11. “We all have marks on our face.  This is the map that shows where we’ve been and it’s never, ever ugly.” – Isabel

12. “What evil man created dodgeball?” – Auggie

13. “School sucks and people change and those are the rules.” – Via

14. “Your deeds are your monuments.” – Another precept taught in Mr. Browne’s class

15. “Good friends are worth defending.” – School principal Mr. Tushman, played by Mandy Patinkin

16. “Real friends are hard to find.” – Auggie

17. Parents of a soon-to-be suspended student said, “We have a lot of friends on the school board.”  Tushman answered, “I have more.”

18. “Auggie can’t change the way he looks.  Maybe we can change the way we see.” – Tushman

19. “Auggie, I am proud of you for sticking it out.” -Nate

20. “I know you don’t always like it but I love it.  It’s my son’s face.  I want to see it.” – Nate

21. “Thank you for making me go to school.” – Auggie to his mother

22. “You are a wonder Auggie.  You are a wonder.” – Isabel

23. “Greatness is not being strong but using strength to carry the most hearts.” – Tushman

24. “We all need a standing ovation at least once in our life.” – Auggie

25. “Be kind for everyone is fighting a hard battle.  Be kind.” – Auggie

26. “It’s not enough to be friendly. You have to be a friend.”

Once again, this movie is fabulous.  Everyone, especially kids, should see it. Harus!!

Cast!:















Share:

5 Hal yang Bisa Kamu Lakukan Setelah Sholat di Islamic Center NTB

Siapa diantara pembaca blog ini yang sering sholat di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB? Memang, sejak berdiri tahun 2015 lalu Islamic Center NTB seakan memiliki magnet yang selalu menyedot perhatian siapa saja di Lombok maupun di luar Lombok. Bukan tanpa alasan, bangungan yang memiliki lima menara ini adalah bangunan termegah saat ini di Nusa Tenggara Barat. Segala sisinya memiliki daya pikat tersendiri dan zaman now tak ada tempat bagus yang lolos dari keperluan seflie (selfie keperluan? iya kayaknya). Bangunan megah ini dibangun dengan desain yang khas, mulai dari ukiran-ukiran hingga warnanya disesuaikan dengan identitas Lombok dan Sumbawa. Misalnya ukiran-ukiran di sepanjang koridornya, jika diperhatikan maka kita akan melihat bentuk dedaunan dan sulur yang sambung menyambung antara satu dengan yang lain. Nah, itu adalah daun kangkung Lombok yang terkenal hingga ke mancanegara itu. Warna-warna bangunannya pun demikian, warna yang dipakai adalah warna yang umumnya sering dipakai oleh masyarakat Lombok sebagai pilihan warna rumah atau masjid-masjid. Masuk ke dalam ruangan tempat sholat, kita akan dibuat ternganga-nganga melihat kemegahan dan keunikan design interiornya. Di tengah-tengah ruangan tergantung hiasan besar yang menyerupai potongan-potongan simetris buah naga putih eh lebih mirip keju sih dengan lubang-lubang pada tiap lempengnya. Pernah saya bertanya kuat banget ya sling nya nahan hiasan itu? Setelah di jelaskan ternyata bahannya bukan dari bahan yang berat melainkan dari styrofoam padat yang ringan. Fungsi utama nya adalah agar suara tidak menggema di bawah kubah. Jika tidak ada itu maka suara imam tidak bisa sampai ke makmum paling belakang. Selain itu juga di hiasan itu di lapisi kain tenun Sasak yang sekali lihat kita akanlangsung familiar kayak pernah liat di mana gitu, iya pasti sering liat di toko ole-ole atau di pakaian adat Lombok. Intinya semua sisi masjid ini tidak akan selesai kita pelajari satu persatu dalam satu waktu sholat. Mungkin harus seharian berada di sana baru bisa lengkap melihat-melihat setiap sudutnya. 


Saya sendiri menjadikan masjid ini sebagai tempat favorit untuk sholat berjamaah. Sebisa mungkin sholat disini entah itu sholat lima waktu atau sholat jumat, paling sering sholat zuhur karena pulang kerja bisa langsung mampir disini. Juga hari jumat. Tetapi kadang-kadang kalau telat datang sholat jum'at tiga lantainya full terisi, jadi kadang-kadang saya dapat sholatnya di lantai dasar atau kadang di lantai tiga. Di lantai utama (lantai 2) pasti padat kalau telat datang. Selepas sholat selalu enggan rasanya untuk beranjak. Suasana damai dan sejuk selalu ingin menahan lebih lama untuk duduk, berjalan-jalan keliling atau tidur hehehe. Saya sendiri sering menghabiskan waktu untuk duduk-duduk sembari merenung tsaaah

Baiklah, simak beberapa hal yang bisa kamu lakukan setelah sholat di Islamic Center NTB.

1. Zikir dan Tilawah setelah sholat


Ini perlu banget dong. Setelah selesai sholat berjama'ah di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center paling bagus dan paling saya rekomendasiin sih duduk dulu untuk zikir, tilawah atau berdoa. Selain memang dianjurkan untuk melakukan itu semua setelah sholat, atmosfer Hubbul Wathan juga sangat mendukung. Hampir semua sebagian orang melakukan hal yang sama, zikir tilawah dan berdoa, hal ini bisa bikin kita semacam gak mau kalah sama  mereka, kita juga bisa hahaha akhirnya ikutan zikir dan tilawah atau berdoa dengan khususk dan niat yang lurus pastinya.

2. Take Pictures


OK, meski sudah entah berapa kali sholat di Islamic Center sejak hari pertama buka, belum pernah ada rasa bosan untuk memotret bagian-bagiannya. Tangan selalu tidak bisa diam untuk tidak memotret. Wajar karena Islamic Center ini memang instagramable, bahkan foto selfie pun bisa bagus hasilnya. Jika kamu bosan memotret bangunannya, coba deh memotret aktivitas orang-orang yang datang dan pergi ke Islamic Center, pasti tidak akan bosan.

3. Bikin Video


Nah ini yang selalu menarik untuk di kerjakan abis maupun sebelum sholat mulai. Saya paling suka bikin timelapse dan slow motion video. Paling suka ketika masjid masih sepi terus pelan-pelan mulai ramai dan penuh atau sebaliknya ketika sholat Jum'at selesai, saya memasang kamera dari atas, membiarkan kamera merekam sendiri video timelapse, say lanjut berdoa. Lepas berdoa, ruangan masjid sudah sepi saya mematikan rekaman. Hasilnya mantab, orang-orang yang tadinya duduk rapi, lalu mulai bangun dan berjalan keluar sampai menyisakan satu dua orang di dalam ruangan. Videonya nyusul ya, belum pernah di edit dan di upload.

4. Ngobrol dengan Orang Baru


Ini menantang tapi sesekali bolehlah mencoba. Insyaallah bermanfaat bisa menambah teman dan ilmu, paling tidak ada informasi baru atau punya teman baru. Kenalan nya di masjid pula. Mau cewek atau cowok bolehlah asalkan kalau cewek kangan di dalam masjid dong, atau jangan berduaan. Gak baik. Paling bagus kenalan dengan niat menambah teman, menambah ilmu. Apalagi kalau teman ngibrol kita lebih senior wah pasti bakal dapat banyak ilmu. Menambah saudara, siapa tau kelak bisa saling bantu dalam banyak hal.

5. Beli Es Cendol


Sepulang Jum'atan atau sholat zuhur cuaca biasanya panas. Nampaknya ibu-ibu penjual es cendol bakulan ini faham banget peluang ini. Dengan senyum bersahaja mereka duduk berbaris di sudut koridor bangunan depan Islamic Center menunggu Jama'ah sholat Jum'at atau sholat Zuhur selesai sholat. Benar saja, orang-orang langsung mengerubungi si ibu, mengantri Es cendol penghilang haus. Es cendol semacam ini dulu sering minum tiap jumat juga waktu kuliah. Sepulang Jum'atan ibu-ibu penjual es cendol selalu mendatangi kost untuk berjualan. Jadilah menu rutin tiap abis jumatan makan es cendol. Nah untuk es cendol di islamic center kalian bisa baca detailnya yang di bahas teman saya Lazwardy Journal. Cek deh..

Jadi itu dia 5 hal yang bisa kamu lakukan selepas sholat di Masjid Hubbul Wathan islamic Center NTB, bagunan terbesar di NTB versi bang Ajie. Kalau ada hal yang lain menurut kamu, silahkan tulis di kolom komentar. Free!



Share:

Dari Puncak Mantar ke Danau Lebo Taliwang

Apa yang paling ingin kamu lakukan ketika ada peluang liburan? Mungkin sebagian besar orang akan bilang bahwa mereka ingin traveling. Sama saya juga kalau ada kesempatan liburan pengennya traveling sejauh-sejauhnya. Tapi apa daya, liburan kemarin keadaan tak mendukung. Anak istri sedang tidak sehat eh dompet juga ikutan sakit. Jadilah saya tidak bisa lama-lama liburannya. Tapi bukan berarti tidak menikmati, juga bukan berarti destinasi yang saya datangi hanya alternatif. Bukaan, bukan sama sekali. Justru saya sudah punya bucket list selama liburan mau kemana saja di Sumbawa, iya di Sumbawa. Kenapa Sumbawa? Karena sebagai orang asli Sumbawa saya belum melihat semua tempat-tempat hits di Sumbawa. Jadi saya membuat bucket list liburan, semacam itenerary sederhana selama liburan dua minggu yang nyatanya hanya tersisa tinggal dua hari. Jadilah saya hanya bisa mennyambangi list paling awal dari bucket list saya. Puncak Mantar menjadi list pertama. Meski sudah pernah ke Mantar tetapi itu sudah lama sekali waktu Mantar belum berubah seperti saat ini, Saya ke Mantar waktu itu ketika film Serdadu Kumbang yang syuting di Mantar baru Tayang di Bioskop. Ceritanya bisa di baca disini dan disini part II nya



Mantar Telah Berubah

Ya, demikianlah tak ada yang kekal selain perubahan. Perubahan juga terjadi pada Desa Mantar. Jika dulu sebelum ada Film Serdadu Kumbang Mantar adalah wilayah yang tak dikenal banyak orang. Dikenal pun bukan karena alamnya yang indah tetapi karena di Mantar tinggal beberapa orang albino yang buat orang kebanyakan saat itu sebagai bahan olokan dan candaan. Orang-orang akan mikir 100 kali untuk ke Mantar. Lalu tiba-tiba Alenia Pictures bekerjasama dengan perusahaan tambang di KSB membuat sebuah film bertema  anak-anak berlatar desa Mantar. Cerita tentang Amek dan Kawan-kawannya yang berjuang menuntut ilmu dan keseharian mereka menjadi warga Mantar. Film yang mempertontonkan keindahan Mantar dan kebiasaan unik masyarakat Mantar ini sempat tayang cukup lama di bioskop tanah air. Tak heran jika setelah itu pelan-pelan Mantar mulai dilirik orang, banyak yang penasaran dengan latar Serdadu Kumbang yang indah dan tak biasa. Dari Puncak Mantar kita bisa melihat gugusan pulau-pulau di Selat Alas bahkan kita bisa melihat Rinjani bertengger dengan gagahnya seperti di berada atas awan. Lambat laun saya mulai menemukan artikel-artikel tentang Mantar di internet, di blog-blog para traveler lokal dan blog dari teman-teman Lombok. Mantar mulai menggeliat.

Termasuk saya, saya penasaran pada Mantar sejak film Serdadu Kumbang tayang. Ingin sekali melihat pohon cita-cita, melihat lokasi scene tokoh Papin mendongeng untuk Serdadu Kumbang, laut dengan garis horison sempurna dengan Rinjani sebagai batasnya. Sungguh pemandangan yang magis. Saya pun nekat kesana sendiri naik motor. Dijalan bertemu Azwar yang juga ingin ke Mantar jadilah kami balap-balapan di jalanan berlobang, berlumpur, berkelok dan mendaki menuju Mantar.

Mantar saat itu menurut saya sedang menyesuaikan diri pada perubahan. Bekas lokasi syuting telah kembali menjadi kebun-kebun. Tak ada pohon cita-cita yang unik seperti di film. Mungkin masyarakat disana tidak menduga akan ada yang mencari lokasi itu. Nyatanya pohon cita-cita yang ternyata adalah pohon Kemiri itu sudah berdaun lebat dan dipagari rapat layaknya kebun. Tak ada tempat duduk untuk menikmati pemandangan seperti di film. Semua sudah berubah kembali seperti semula. Kebun dan ladang. Namun orang sudah terlanjur penasaran pada Mantar. Perlahan tapi pasti orang-orang  berdatangan, travel blogger, stasiun tv, anak alay, masyarakat kebanyakan semua mulai ingin melihat Mantar. Ramailah Mantar. Tak hanya dikenal sebagai lokasi syuting Serdadu Kumbang tetapi juga karena pemandangan dari puncak Mantar yang magis.



Here we go! Bucket list pertama yang harus di checklist adalah kembali ke Mantar. Ingin melihat perubahan mantar yang pesat. Bersama Yudi dan Doni saya mendaki ke Puncak Mantar, menerobos jalanan yang ternyata belum teraspal penuh. Sepertiga aspal, sepertiga jalanan becek lengket, sisanya jalanan berkerikil dan rabat. Well masih tetap menantang dan sepanjang jalan perhatianmu akan digoda oleh kabut yang menutupi lembah. Semakin jauh dan tinggi posisi kami, semakin indah saja kabut itu. Di sela-sela kabut muncul puncak-puncak bukit yang membuat ia seolah-olah di atas awan. Memasuki gerbang desa tenryata ada jalan ke kanan. Jalanan kecil berbatako segiempat itu adalah jalan ke Puncak Mantar yang sekarang sudah menjadi lokasi paralayang yang keren. Sepanjang jalan bertebing curam dengan lembah yang selalu tertutuip kabut serupa buih putih bersih, eh lebih tepatnya seperti kembang gula. Seperti empuk untuk dipeluk!

Memasuki area paralayang yang dulu merupakan kebun dan ladang. Saya merasa asing. Jujur saya lebih suka Mantar yang dulu. Begitu kata hati saya ketika pertama kali merasakan atmosfer baru Mantar. Berjalan lebih jauh lagi ke ujung sebelah barat, saya berdiri tepat di tempat dulu saya pernah berfoto bersama warga mantar diantara semak-semak, berusaha memperlihatkan pemandangan di bawah Mantar juga Gunung Rinjani. Sekarang tak perlu ribet dengan semak-semak itu. Semua sudah bersih. Jalanan tanah yang landai. View ke selat Alas yang luas membentang tak ada lagi penghalang bahkan Rinjani semakin jelas terlihat. Indah sekali karya cipta Allah SWT.   Namun entah mengapa saya tetap merindukan Mantar yang dulu, tanpa paping blok dan tulisan-tulisan alay tapi zaman now hal seperti itu tetap begitulah cara yang lebih cepat menarik orang untuk berpose dan membagikan ke social media. Smeakin ramai semakin terkenal. Mungkin lain kali saya harus mencoba Paralayang supaya bisa benar-benar move on dari Mantar yang lama. Harus!

Sungguh saya tak ingin berlama-lama disana. Just it! gak ada yang bisa dinikmati lagi kecuali jika ingin menginap dan pagi-pagi menikmati sunrise juga sore berburu sunset di balik Perkasanya Rinjani. Tapi ini liburan super singkat. Kami harus ke lokasi selanjutnya.

Danau Lebo, Rumah Ribuan Teratai

Karena keterbatasan waktu akhirnya kami memutuskan menunda ke Air Terjun Kalela. Tapi terlalu cepat juga jika kami harus kembali pulang. Maka lokasi terdekat dan paling masuk akal saat itu adalah ke Danau Lebo yang mempunya dermaga baru yang keren.


Lebo sebenarnya sebutan untuk danau, di Sumbawa kalau danau yang ada bendungannya di sebut Embung. Jadi Lebo itu danau alami yang sudah ada entah sejak kapan. Bisa jadi sudah lebih dulu ada dari Sumbawa Barat. Kita tak tahu. Danau ini unik teman-teman, hampir seluruh permukaannya yang luas itu di tutupi tanaman Teratai atau dalam bahasa setempat di sebut Tonyong. Buahnya sering dijadikan makanan dan bahkan ada yang menjualnya sebagai ole-ole. Bayangkan gimana indahnya danau ini ketika teratai-teratai berbunga bersamaan. Tentu itu kejadian yang langkah dan sulit kita temukan. Danau ini terletak di sepanjang jalan utama dari sebelum desa Meraran hingga Taliwang. Di danau ini banyak masyarakat mencari penghidupan. Menangkap ikan, rerumputan, dan Tonyong. Danau ini memberi banyak manfaat juga menjadi identitas bagi Taliwang dan sekitarnya. Sayangnya masih banyak orang yang primitive, yang setelah makan minum membuang bekasnya di sembarang tempat bahkan ada yang membuangnya di dalam danau. Sungguh kelakuan yang bodoh!

Danau ini mulai di tata sedemikian rupa untuk menarik minat orang berkunjung, dibuat bagus untuk bertamasya bersama keluarga, ber-swafoto dengan spot-spot kekinian. Tapi mungkin memang masyarakat harus diberikan edukasi mendalam tentang smapah ini. Heran sih, sekolah dari masih balita sampe umur hampir setengah abad tapi masih buang sampah sembarang itu buat saya benar-benar kelakuan bodoh. Tak sadar kah itu salah? Bukan cuma merusak pemandangan tapi bisa merusak ekosistem, bisa merusak lingkungan. 

Danau Lebo ini unik. Mungkin tak banyak di Indonesia bahkan dunia. Teratai itu bunga yang indah apalagi dalam jumlah yang banyak. Wah Sumbawa barat bisa tuh bikin festival teratai dan sebagainya tapi paling penting yang harus di lakukan adalah menyadarkan masyarakat betapa pentingnya tidak membuang smapah sembarangan itu. Bukan hanya untuk lingkungan tapi untuk diri sendiri, untuk anak cucu kita kelak. Masih gak faham juga? Hmmm

Tak lama kami di dermaga kayu Danau Lebo, menikmati sebentar, memotret beberapa view dan menulis catatan kecil lalu kami kembali pulang. Bucket list tercentang meski hanya satu tetapi hati cukup riang. Semoga masih ada kesempatan untuk kembali men- #JelajahSumbawa lebih jauh, lebih dekat.

Nah ini dia video dan foto-foto perjalanan ke Puncak Mantar dan Danau Lebo :










Note : Foto-foto boleh digunakan asal menyertakan sumber atau instagram saya @herjunotajie



Share:

Sepasang Mata di Balik Tirai Jendela

Sepasang mata mengintip hujan dari balik tirai jendela.
menatap pelan dan diam rintik-rintik yang bermain riang di jalanan
dedaunan bergoyang-goyang seperti menggigil
meneteskan bulir-bulir bujan yang sempat mampir

Langit kelabu, tadinya hitam, sehitam bola mata di balik tirai jendela
syahdu deru hujan meneduhkan
burung-burung yang berpelukan di bawah dedaunan
kucing hitam putih yang saling menghangatkan di selasar tetangga

kemana suara petir? tadinya samar lalu menghilang
mengapa ia ada sesaat sebelum hujan?
lalu pergi ketika hujan mulai menari dengan riang
sepasang mata di balik tirai mulai berangan-angan

andai burung itu dirinya, ia bahkan rela kedinginan bersama nya
bisakah kucing itu adalah dirinya? berdekatan saling menghangatkan
atau bolehkah ia menjadi dedaunan yang tak perlu resah ketika hujan turun

tapi binar nya perlahan surut, mungkin tak lama lagi padam
sejak hujan turun di awal januari
saat angin membawa serta binar di sepasang mata di balik tirai jendela
ke sepasang  --mungkin pula berpasang-pasang mata-- lainnya entah dimana

(Mataram, 25/01-2018, ditulis sembari menatap hujan yang jatuh riang, sepasang kucing yang terlelap di teras tetangga. Allahumma shoyyiban nafi’an)



Share:

Suka Mancing dan Berburu Kuliner? Ayo Ke Pasar Pancingan di Bilebante

Siapa bilang kampung nun jauh di mato tidak bisa menjadi destinasi wisata? Siapa bilang warga desa tidak bisa kreatif? Itu semua terbantahkan ketika kamu berkunjung ke Pasar Pancingan yang ada di Desa Bilebante -  Lombok Tengah. Sejak di aktivasi oleh Genpi Lombok Sumbawa, Pasar Pancingan semakin hari semakin beragam sajiannya, semakin ramai pula pengunjungnya. Apalagi setelah bergeser lokasi 200 meter ke arah barat dari lokasi semula. Suasana Pasar Pancingan semakin adem dan menyenangkan. Kolam-kolam pemancingan semakin banyak dan luas dengan ikan-ikan segar yang siap untuk memuaskan hasrat para pecinta Mancing. Lapak-lapak kuliner tradisional pun semakin ramai dengan menu pilihan yang bervariasi dan tertata, juga dikemas dengan unik, di lokasi baru ini kalian juga bisa menikmati serunya naik rumah pohon selain berselfie ria di spot-spot selfie yang ada. Pasar Pancingan di lokasi baru semakin menyenangkan dan lebih instagramable.

Saya merekomendasikan banget Pasar Pancingan menjadi pilihan destinasi liburan bersama keluarga. Anak-anak pasti akan suka dengan permainan-permainan jadul yang disediakan. Anak-anak sudah pasti senang di ajak memancing ikan. Ini bisa menjadi salah satu kenangan indah yang akan terus ia kenang seumur hidup. Pasar Pancingan sengaja di setting ramah anak, ramah lansia juga difabel. Semua bisa ke Pasar Pancingan dan menikmati smeua yang ada. Intinya Pengelola Pasar pancingan berharap semua pengunjung yang datang merasakan pengalaman yang menyenagkan dan bisa membawa pulang kebahagiaan.


Karena semakin bahagia masyarakat semakin banyak karya, semakin semangat bekerja dan tentu saja daerah akan semakin maju. Itulah mengapa Pasar pancingan berusaha menyediakan hal-hal yang bisa mengingatkan kita pada kebahagian-kebahagian masa kecil kita dulu, mulai dari kuliner tradisional zaman dahulu yang sering kita makan seperti lupis, serabi, dan lain-lain juga spot-spot selfie yang bertema klasik seperti alah satu spot yang ada tv-tv jadul, sofa jadul, bahkan ada spot selfie yang ada vesva nya. Demikian juga penyajian makanan serta penjualnya, dikemas dan setting sangat tradisional dengan wadah-wadah dari gerabah, wadah yang terbuat dari bambu juga daun. Sementara pedagangnya memakai kebaya dan topi caping. Unik!

Bukan hanya itu, setiap minggunya pengunjung Pasar Pancingan akan dihibur oleh bintang tamu yang berbeda-beda, seperti minggu pertama dulu Pasar Pancingan mendatangkan artis Ibu kota Gracia Indri, lalu minggu berikutnya artis lokal, magician, DJ, komunitas-komunitas lokal, band-band lokal dan lain-lain. 

Kalau kamu di Lombok jangan lupa sempatkan diri berkunjung ke Pasar Pancingan di Desa BIlebante Lombok Tengah, cuma 30 menit dari pusat kota Mataram dengan jalan yang mulus. Ajak keluarga da teman-teman pasti lebih seru. 

Ini dia Peta Lokasinya



Di bawah ini foto-foto keseruan Pasar Pancingan :




















Share:

Film Obituary (2017) : Tentang Toleransi Di Sebuah Sudut Kota Tua Ampenan

Belakangan ini, negeri kita tercinta sedang dilanda badai intoleransi dimana-mana. Hal-hal yang dulunya berbaur padu, sekarang mulai terlihat kotak-kotak dan sekat-sekat yang saling memisahkan, saling membedakan diri. Mempertegas perbedaan dan mempermasalahkan perbedaan. Entah di mulai dari mana semua itu, yang jelas berita-berita kekinian banyak memberitakan tentang penolakan-penolakan terhadap  orang-orang tertentu yang berbeda dengan sebagian lainnya. Padahal negeri ini jelas mengusung idealisme Pancasila yang sudah tertata dengan baik, Bhinneka Tunggal Ika, Unity in Diversity. Berbeda-beda tetapi tetap satu, perbedaan adalah rahmat. Jelas sekali semuanya tetapi masih saja ada sebagian orang yang menutup mata. Pelan-pelan keadaan ini jika tidak segera ditindak lanjuti akan membuat keadaan sosial masyarakat semakin tidak kondusif. Jika sudah demikian, semakin jauhlah kita dari indahnya gotong royong, bekerjasama, dan interaksi sosial lainnya. Harus ada usaha untuk melawan keadaan ini. 

Di Lombok, seorang filmaker muda bernama Tris Pradana tergerak untuk membuat sebuah film bertema toleransi. Berangkat dari melihat keadaan seperti di atas, Tris menulis dan membuat film pendek ini bersama aktor-aktor yang tidak dibayar. Pure karena ingin memberikan karya yang baik, tontonan yang bisa menjadi tuntunan bagi masyarakat. Obituary Judul film itu.

Bersama Pak Kasim, Sang Sutradara, Zeff, Aldy dan teman-teman penonton Obituary

Sinopsis
Film ini bercerita tentang Pak Kasim seorang pria muslim paruh baya yang menjadi penjaga Rumah Duka tionghoa di Kota Tua Ampenan. Kasim adalah sosok sederhana yang merupakan cerminan kebanyakan masyarakat bawah di Indonesia, penampilan lusuh, berkulit gelap, dan apa adanya.  Sosok yang setia, santai dan tulus. Banyak cibiran dari tetangga-tetangganya kenapa Pak Kasim mau bekerja sama orang China, jadi penjaga rumah jenazah pula. Tapi kasim punya jawaban sendiri dan punya cara sendiri menikmatinya. Menikmati perbedaan yang banyak dipermasalahkan orang. Ketulusan pak Kasim tentu saja membuat orang-orang di sekelilingnya dan  tempat bekerjanya merasa nyaman dan setiap hari berjalan dengan bai, apa adanya. Tak ada masalah dengan perbedaan etnis dan warna kulit.

Setting
Film yang berdurasi 30 menit ini mengambil lokasi di Kota Tua Ampenan. Tepatnya di sebuah gedung tua yang dulunya rumah persemayaman jenazah yang bernama Hokkian Kong Hwee meski tak banyak sudut ampenan yang ditampilkan tetapi lokasi ini merupakan lokasi yang tepat untuk memperlihatkan sejarah dan uniknya kota Tua Ampenan. Sekilas kita memahami bahwa di Kota Tua Ampenan sudah sejak dulu masyarakatnya hidup berbaur antar etnis berbeda-beda; china, arab, pribumi, jawa dan sebagainya. Semua hidup dengan damai dan saling mendamaikan. Dari setting nya ini saja film ini sudah memberikan kita pelajaran tentang indahnya toleransi.

Pemain 
Jujur diantara semua pemain film ini saya hanya mengenal dan familiar dengan pemeran Pak Kasim, beliau adalah Mas Ari Garmano yang merupakan teman facebook saya yang statusnya dan karyanya selalu saya ikuti termasuk buku tentang Air Terjun - Air Terjun di Lombok dan Web Series Bully Billa yang seru itu, di web series garapan Tris Pradana ini mas Ari berperan sebagai guru. Aktingnya keren, sangat natural. Saya curiga cita-cita mas Ari waktu kecil jangan-jangan ingin menjadi aktor ya hehe. Sementara pemain lainnya merupakan wajah-wajah baru buat saya. 

Pesan Moral
Jelas film ini mengajarkan kita tentang hidup dalam keberagaman di masyarakat kita. Bagaimana kita menempatkan diri dan menempatkan orang lain dengan baik dalam perlakuan kita. Sebagaimana kita ingin diperlakukan oleh orang lain, seperti itulah seharusnya kita memperlakukan orang lain. Kesederhaan dan kebersajaan pak Kasim adalah kekayaan sejatinya. Ia tak peduli seperti apa penampilan, tak peduli seperti apa pandangan orang tentang pekerjaannya yang ia tahu ia bermanfaat untuk orang lain juga keluarganya. Satu lagi pelajaran besar dari film ini, bahwa rezeki, jodoh dan maut itu mutlak kehendak dan rahasia Allah. Tak ada satu manusiapun yang bisa menebak kapan tiga hal itu datang menghampiri manusia. Seperti pesan yang tersirat di gambar poster film ini, dupa-dupa yang dibakar bersamaan tapi kita tidak akan pernah tahu yang mana yang akan habis lebih dulu.

Sedikit Kritik
Ada satu adegan yang menurut saya seharusnya bisa dikembangkan sedikit agar tidak terkesan datar. Adegan ketika si Koh (siapa gitu namanya) datang ke tempat kerja Pak Kasim, ia datang dengan langkah yang berat lalu duduk di depan Pak Kasim, bermain catur dan selesai kemudian pulang lagi karena sudah mau magrib. Menurut saya seharusnya disini ada hal lebih penting yang membuat ia datang kesana daripada sekedar bermain catur, karena kesan saya ketika melihat ia datang dengan wajah seperti membawa sedikit beban dengan langkah berat itu seperti membawa sesuatu untuk di selesaikan bersama Pak Kasim atau hal lain lah bukan cuma sekedar datang, main catur , selesai lalu pulang, agak datar menurut saya hehe.. Ya ini menurut saya sebagai penonton awam ya. Tergantung cara kita melihat. Jadi ini juga merupakan salah satu uniknya film ini, kita bisa mengartikan sendiri-sendiri makna nya. Buat saya A, bisa jadi buat orang lain B dan seterusnya.

Over All
Film ini adalah sebuah film yang patut kita banggakan. Terutama karena ini real karya anak muda Lombok dengan pandangan serta ide yang briliant, saya memberikan standing applause ketika menonton. Terlebih lokasinya juga ceritanya sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-sehari bukan cuma di Lombok tetapi di seluruh penjuru negeri ini saya rasa. Lewat film ini saya jadi mengenal Gedung Hokkian Kong Hwee yang hampir setiap hari saya lewati. Untuk film ini saya memberikan 4 dari 5 bintang.

Official Poster Film Obituart









Share:

Sebelum ke Tokyo Skytree, Kamu Harus Tahu Lebih Dulu Hal-Hal Menarik Ini

Liburan ke Jepang? Impian banget pastinya. Siapa diantara kalian yang tidak mau liburan ke Jepang? Emang ada yang gak mau liburan ke Jepang? Yakin? Waah saya harus tahu nih apa apa alasan kamu tidak berminat dan berniat liburan ke Jepang. Secara Jepang adalah salah satu negara di dunia yang budaya dan traidisi unik, indah, canggih dan memiliki pemandangan dan suasana kota yang khas. Apalagi ada Tokyo Skytree yang berlantai lebih dari 400 itu dan hampir semua orang ingin melihat atau berada di atasnya. Masa iya kamu enggak? Coba tulis di komentar kenapa kamu tidak berminat ke Jepang. Tapi kali ini saya mau tahu, setelah baca postingan ini, kamu tetap yakin gak ingin ke Jepang? Mari Kita Liat.

sumber:fastjapan.com
Di antara beberapa tempat wisata di Jepang yang sudah terkenal di seluruh dunia, Tokyo Skytree adalah salah satu yang paling banyak diburu oleh wisatawan dan akan memberikan kenangan indah liburan. Bukan tanpa alasan mengapa menara tinggi yang juga jadi pemancar stasiun televisi ini begitu menarik perhatian. Selain lokasinya yang terletak di pusat kota, juga ada banyak hal menarik dari salah satu bangunan tertinggi di dunia ini. Baca sampai selesai postingan ini ya. Bisa jadi kamu baru tahu atau siapa tahu setelah baca ini jalan untuk liburan ke Jepang tiba-tiba aja terwujud. Siapa tahu kan?

Atraksi VR Dari Puncak Skytree

Dari Tembo Deck yang terletak di lantai 350, kamu bisa menikmati pengalaman melihat kota Tokyo dengan teknologi VR yang membuatmu merasa seolah berada di tengah-tengah kota secara tiga dimensi. Uniknya, kamu hanya bisa menikmati sensasi VR ini ketika cuaca sedang buruk. Semakin lebat hujan atau salju yang turun, makin seru pula pengalaman VR dari Tembo Deck yang memiliki pemandangan 360 derajat ini.

Melihat Proses Pembersihan Kaca Dari Dekat

sumber:@polystyleneman
Pernahkan kamu membayangkan melihat bagaimana proses para pekerja membersihkan kaca gedung bertingkat dari dekat. Tepatnya dari ujung tempat gondola mereka ditambatkan? Kamu bisa melihatnya secara langsung dari lantai 450 Tokyo Skytree.

Jika tak berani memandang langsung ke bawah, kamu bisa melihatnya dari sebuah video yang disediakan oleh pihak pengelola gedung. Pengalaman unik ini tidak akan kamu temukan di tempat lain selain Tokyo SKYTREE.

Nikmati Pergantian Hari dan Cuaca

Dari lantai 450 Tokyo Skytree, pemandangan luar biasa indah dari kota Tokyo tergambar dengan megahnya. Dan dari ketinggian 464 meter di atas permukaan laut ini, pergantian cuaca dari mendung ke terang bisa kamu lihat dengan jelas. Demikian pula dengan pergantian hari, dari matahari terbit sampai terbenam, semuanya nampak lebih indah dari lantai 450 yang menjadi bangunan tertinggi di sekitar kawasan ini.

Pemandangan Malam Yang Luar Biasa Indah
sumber:tokyo-skytree.jp
Kamu bisa menikmati indahnya lampu-lampu dari Kota Tokyo di malam hari lewat jendela-jendela yang ada di semua lantai Tokyo Skytree. Semakin tinggi lantai yang kamu pijak, makin cantik pula pemandangan yang bisa kamu dapatkan.

Selain melihat indahnya lampu dari tempat duduk yang disediakan oleh pengelola gedung, kamu juga bisa menikmati makan malam romantis di tempat wisata di Jepang ini. Melamar kekasih atau nembak jadi pacar, bisa kamu lakukan di Skytree Cafe atau 634 Musashi Sky Restaurant yang terletak di ketinggian 345 meter di atas permukaan laut. Pemandangannya tak perlu ditanya, super menawan!
Atraksi Lampu Hias Tower

Setiap musimnya, Tokyo Skytree dihias dengan lampu yang bernuansa berbeda. Dengan bangunan dasar berwarna putih dengan nuansa biru yang membuatnya nampak cantik ketika langit cerah, lampu-lampu sorot warna-warni menjadi penghias tempat wisata di Jepang ini dengan anggun.

Untuk melihat kilau cahaya iluminasi di Tokyo Skytree, kamu bisa cek di website resmi mereka. Ada beberapa warna tertentu yang hanya muncul secara singkat, dan tentu saja sayang kalau sampai terlewatkan.

Jam Buka
Jadi kamu harus catat nih baik-baik apalagi buat kamu yang sering bangun kesiangan. Jadi, Tokyo Skytree dibuka untuk umum mulai pukul 08.00 – 22.00, dengan jam masuk paling lambat pukul 21.00. Nah pastikan kamu tidak lewat dari jam-jam tersebut.

Tiket
Bagaimana dengan tiket? Oke, Ada dua jenis tiket yang dijual di sini, Same Day Ticket yang dijual pada hari kamu datang dan Fast Skytree Ticket yang dijual secara online untuk turis internasional. Yang perlu kamu perhatikan adalah tiket untuk lantai bawah sampai 350 dijual di bawah. Sementara untuk lantai di atas 350 sampai 450, dijual di lantai 350. Namun untuk pembeli tiket dari Fast Skytree, kamu bisa membelinya langsung secara online untuk dua pilihan ini.

Selamat liburan di Jepang
Share:

Featured Post

Film Obituary (2017) : Tentang Toleransi Di Sebuah Sudut Kota Tua Ampenan

Belakangan ini, negeri kita tercinta sedang dilanda badai intoleransi dimana-mana. Hal-hal yang dulunya berbaur padu, sekarang mulai terliha...

Instagram @herjunotajie sini

Blog Archive