Recent Post

Dec 12, 2017

foto : gnfi
Berbicara cinta kadang sama seperti menapaki jalan tak berujung. Tak ada habisnya. Mencintai itu adalah kata kerja. Maka ketika kita mencintai kita terus menerus berbuat, terus menerus melakukan seuatu untuk mempertahankan rasa cinta, untuk menunjukan kepedulian dan untuk memastikan bahwa yang kita cintai baik-baik saja. Tanpa berpikir akan meminta banyak. Orang yang mencintai hanya punya satu harapan, cintanya terbalas. Maka ia pun bahagia, merasa cukup dan merasa seolah dirinya yang paling bahagia di seluruh dunia. Cinta seperti itu menurut saya.

Demikian pula mencintai Indonesia. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menunjukan cinta pada negeri ini. Banyak sekali, semua bisa kita pilih sesuai dengan latar belakang kita masing-masing, sesuai dengan bakat dan hobi kita masing-masing. Cara paling sederhana mencintai Indonesia adalah dengan menjaga kebersihan dimanapun kita berada. Simple. Selebihnya silahkan lakukan sesuai minat dan bakat. Apakah itu traveling dan sebagainya.

Kenalkan, saya Ajie. Pria 30 tahun. Seorang guru sekolah dasar yang hobi traveling, memotret alam dan mencintai literasi. Peristiwa yang saya alami di sekolah tempat saya mengajar ini membuat saya kembali bepikir ulang bahwa ada hal yang lebih sederhana untuk mencintai Indpnesia namun sangat penting. Mencintai Rupiah!

Tak sulit sebenarnya mencintai Rupiah mengingat ia adalah alasan terbesar sebagian besar manusia Indonesia melakukan beraneka usaha dan pekerjaan. Rupiah adalah umpan terbaik untuk memancing semangat, untuk menumbuhkan kemauan, untuk meningkatkan prestasi dan sebagainya. Rupiah adalah primadona. Semua orang begitu mudah jatuh cinta pada Rupiah. Tapi yakinlah sebagain besar mereka tidak mencintai Rupiah. Mereka mencintai diri mereka sendiri. Mereka hanya mencintai diri mereka dan hidup mereka sendiri. Rupiah bukan objek cinta melainkan subjek yang harus selalu ada untuk memuaskan mereka. Rupiah hanyalah media bagi segala kemauan dan tujuan mereka. Adakah yang peduli bagiamana merawat Rupiah? Adakah yang benar-benar menghafal bagian-bagian Rupiah? Atau adakah yang tahu bagaimana sejarah dan perjalan Rupiah? Mereka membutuhkan Rupiah, lebih banyak yang hanya bisa memakai dan tak mau peduli bagaimana seharusnya memperlakukan Rupiah baik secara fisik maupun secara ucapan lisan. Mari kita sebut saja; koin-koin nominal kecil yang diabaikan, terbuang seakan tak diciptakan untuk berguna padahal ketika nanti berbelanja di supermarket mereka menolak keras mendonasikan nominal kecilnya, padahal ketika mereka menemui harga yang tidak diangka “bulat” mereka kebingungan bagaimana mengatasinya. Saat-saat itu mereka mencari receh-receh yang mereka abaikan. Sebut saja uang kertas yang berubah fungsi menjadi media tulis dan gambar, sungguh bukan cara mencintai ketika kau mencorat-coret wajah pahlwan di uang kertasmu. Belum lagi cibiran-cibiran pada gambar-gambar pahlwan di Rupiah kertas, sedih mendengar orang yang dengan mudah mengatakan mencintai Rupiah namun mencemo’oh gambarnya. Tenryata mereka hanya mencintai nominalnya. Mereka mencintai angka tanpa menghargai setiap garis desain yang telah di pikirkan dan diolah sedemikian rupa agar Rupiah menjadi kebanggaan kita. Lagi-lagi mereka hanya memperhatikan nominal.

Pada suatu hari, beberapa minggu sebelum materi tentang Mata uang akan saya sampaikan kepada siswa-siswa saya, saya mendengar celotehan bebera orang siswa tentang Rupiah baru yang membuat kuping saya juga hati saya tidak nyaman. Bagaimana tidak, mereka menertawakan gambar pahlawan di uang Rupiah terbaru, mereka juga menyebut sosok Pahlawan tersebut mirip primata. Astagfirullah, saya refleks mendekati dan menasehati mereka. Kejadian berikutnya seorang anak, mencorat-coret gambar pahlawan pada uangnya, memakaian kaca mata, anting-anting dan kumis pada gambar pahlawan di rupiahnya. Tentu ini membuat saya sebagai seorang guru merasa harus menemukan cara yang tepat untuk membuat mereka menyadari bahwa cara itu salah besar. sangat-sangat salah, belum lagi saya menemukan mereka membuang-buang koin dnegan nominal kecil seakan tak berharga.Saya harus bertindak!

Di dalam kelas saya ada 23 Siswa dengan berbagai macam karakter. Hari itu kami akan belajar Ilmu Pengetahuan Social dengan tema alat Tukar. Well saya pikir ini saat yang baik untuk mengajarkan kepada mereka tentang bagaimana melihat Rupiah dari sudut lain. Bukan hanya tentang nominal saja. Anak - anak perlu tahu bahwa Rupiah memiliki sejarah, memiliki proses yang panjang, ketat dan aman sebelum sampai ke tangan kita semua. Memperlakukan uang tidak bisa sembarangan, jangankan merobek melipat saja kita sudah termasuk ke dalam orang-orang yang egois karena hanya menginginkan nilai uang tapi enggan menjaga dan memperhatikan tidak peduli Rupiahnya akan kotor, lusuh atau tercoret. Belum lagi foto-foto pahlawan yang tak mereka dikenal. Seharusnya ketika kita mengaku mencintai Rupiah, muncul kebanggaan disertai sikap-sikap baik tentang bagaimana menjaga Rupiah agar awet.

Berangkat dari keterbatasan fasilitas, sebagai seorang guru tentu saja saya punya tanggung jawab untuk memastikan siswa-siswa saya faham segala hal tentang uang seperti Sejarah Rupiah,Proses perjalanan rupiah, memelihara rupiah, cara merawat uang dan sebagainya, bukan hanya bagaimana  Jumlah yang harus terkumpul oleh semua orang masing-maisng. Maka saya memutuskan untuk mengajak siswa-siswa saya ke Bank Indonesia yang ada di kota kecil tempat saya tinggal. Beruntungnya manajemen BI menyambut dengan penuh antusias ide saya membawa anak-anak ke sana. Jadilah saya dan siswa-siswa saya belajar tentang Rupiah langsung dari sumber yang ahli, sumber yang memang kompeten untuk menjelaskan. Lewat ceramah juga tayangan dan permainan siswa-siswa saya diperlihatkan semua proses yang dilalui oleh Rupiah sebelum benar-benar berada di tangan masyarakat. Juga tentang bagaimana jika  terjadi kerusakan pada uang atau ada mata uang baru bagaimana dengan uang lama, semua di jelaskan dengan baik dan runut sehingga rasa cinta saya dan Insyaallah Siswa-siswa semakin bertambah pada Rupiah, bukan hanya karena semua orang membutuhkan Rupiah untuk alat tukar tetapi mencintai Rupiah sebagai mata uang kebanggaan Indonesia yang harus selalu dijaga dan diperlakukan dengan semestinya. Ternyata jika kita memiliki Rupiah yang terlanjur tua, lusuh atau rusak kita bisa menukarkan ke Bank Indonesia dengan Rupiah yang baru, begitu juga ketika ada mata uang baru, kita bisa menukarkan Rupiah lama dengan Rupiah baru di Bank Indonesia terdekat.

Saya semakin mencintai Rupiah bukan hanya karena untuk keperluan saya butuh Rupiah melainkan karena Rupiah adalah identitas negeri ini, dalam desainnya kita mengenal banyak hal penting seperti bahannya, apa dan mengapa dengan desainnya, juga kita mengenal pahlawan-pahlawan serta kekayaan Indonesia lainnya lewat Rupiah. Sejka hari itu taka da lagi terdengar siswa yang mengejek Rupiah baru dengan gambar-bambar pahlawan yang baru mereka lihat. Tak ada lagi yang mebeda-bedakan Rupiah baru dan lama dengan lelucon dan kata-kata tidak baik. Mereka bahkan menunjukan pada saya tabungannya juga beberapa anak mengatakan bahwa mereka ingin bekerja di Bank Indonesia. Saya katakana, kalian bisa menjadi apapun yang kalian mau asalkan selalu percaya diri, optimis dan belajar dengan sungguh-sungguh. Semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk memiliki cita-cita termasuk siswa saya. Sampai jumpa di puncak mimpi-mimpi.

Mencintai negeri ini bisa kita mulai dari banyak hal sederhana salah satunya dengan mencintai Rupiah, salah satu identitas kebanggaan negeri ini. Apalagi ketika tahu bahwa desain Rupiah masuk kedalam desain-desain mata uang terbaik dunia, semakin bangga dan semakin banyak alasan mengapa harus mencintai Rupiah.


Sudahkah kamu benar-benar mencintai Rupiahmu?






Refrensi :

- Goodnewfromindonesia.com : https://www.goodnewsfromindonesia.id/2016/08/22/rupiah-rupiah-dengan-desain-terbaik-di-mata-dunia
0

Dec 11, 2017

Siapa yang tak pernah merasakan sakit? Sakit luka di badan? Di hati? Jiwa? Jangan sampai di jiwa ya, cukup pernah merasakan sakit hati saja. Karena sakit jiwa pembahasan sudah beda. Selama kita bisa memanage sakit hati insyaallah jiwa selamat.

Jika kita mau merenungkan sebentar saja kita akan faham bahwa sesungguhnya kita butuh rasa sakit. Kadang ada keadaan dimana kita gak butuh tapi kita harus tetap merasakan sakit terutama sakit hati.  Kita butuh merasakan rasa sakit ketika kita menginginkan sesuatu yang sulit, kita tahu ada rasa sakit yang akan kita rasakan tapi kita mau saja karena kita membutuhkan sesuatu itu dan hal ini hanya bisa dilakukan orang-orang dengan semangat dan kemauan tinggi. Melewati rasa sakit dalam part ini adalah pilihan. Memilih melewati rasa sakit dan mendapatkan yang diinginkan atau mencari aman dan tak mendapatkan apa.

Ketika memilih menaklukkan rasa sakit untuk mendapatkan sesuatu saat itu pula kita mendapatkan beberapa pencapaian selain apa yang kita inginkan tadi. Butuh strategi, kesiapan mental, tenaga, waktu bahkan darah untuk melewatinya maka disana kita menjadi selangkah lebih tahu dari mereka yang memilih diam untuk hidupnya. Kita akan tahu bagaimana memulai, bagaimana sebuah proses dan setelahnya kita tahu apa yang kurang dan lebih dari usaha kita. Rasa sakit ini kita sebut sebagai usaha menciptakan keberhasilan. Usaha menantang diri untuk lebih kuat. Level sakitnya akan sebanding dengan apa yang didapatkan.

Emang ada rasa sakit yang tak kita inginkan tapi tetap harus kita jalani?

Pada dasarnya jauh sebelum kita mengenal diri kita saat ini kita telah melewati serangkaian perjalanan yang di dalamnya ada rasa sakit. Rasa sakit yant menjadikan kita ada saat ini dengan raga dan jiwa yang sehat. Semua karena kita pernah melewati rasa sakit.

Kita lahir dengan segala kesakitan prosesnya, kita berteriak histeris ketika pertama kali di kekuarkan dari rahim, rumah kita yang paling nyaman untuk kemudian merasakan dunia yang ternyata kita baru tiba saja sudah membuat kita menangis. Tapi cepat kita menyesuaikan diri. Berlanjut ke kesakitan - kesakitan lainnya: suntikan, pijitan, makanan-makanan asing yang kita harus makan selain ASI, kita tidak nyaman, kita sakit tapi jelas itu semua membawa kebaikan untuk kita.

Kita tumbuh dengan luka-luka dikulit akibat tak bisa diamnya kita. Di lutut, di siku, di tangan, di kepala, dan sebagainya. Kita melewati nya dan itu menjadi kisah manis pada saatnya. Luka-luka yang pada saatnya nanti akan kita rindukan...

Kita tumbuh dewasa dengan ujian-ujian rasa sakit. Masuk sekolah, harus belajar, harus ujian, harus menahan diri dari hal-hal yang dilarang, itu sakit. Kita tersakiti sebagai manusia yang ingin bebas, kita jengah dengan kesakitan-kesakitan yang harus kita hadapi; harus bangu  pagi melawan ngantuk dan dingin, harus bertingkah sopan dan baik, harus belajar padahal hasrat bermain dan tidur lebih besar, kita menaklukkan semua itu dan itu sakit. Di rumah ortu menagih hafalan ini itu, menuntut kita untuk kuat dan pintar, itu sakit!

Saat itu kita kadang merasa sebagai anak yang malang. Kapan ini akan berakhir. Kapan kewajiban-kewajiban ini akan berhenti menyakiti. Kapan orang tuaku akan memberiku kebebesan untuk berbuat apanyang aku inginkan dan pertanyaan lain yang kita hanya tanyakan pada diri sendiri. Terus kita bertanya sampai tiba saatnya kita sadari bahwa kita telah melewati nya dengan baik. Hasilnya telah terlihat dan kita seolah tak percaya bahwa keberhasilan ini ada. Yah, rasa sakit telah membawamu menjadi hebat dan menjadi seorang juara. 

Tak sampai disana saja. Sepertinya rasa sakit tetap tak mau lepas dari hidup manusia. Tapi di fase dewasa rada sakit lebih banyak menyerang hati. Jauh lebih bahaya dari rasa sakit di kulit dan di pikiran karena rasa sakit hati akan berdampak buruk pada raga dan pikiran. JIKA kita tidak bijak melewati nya. Rasa sakit hati hanya bisa dilawan dengan penerimaan. Menerim bahwa sakit itu ada, sakit itu baik dan sakit itu pintu pembuka lembaran baru.

Kita sakit hati ketika mendapati kita telah dikhianati tapi ada pelajaran tentang bagaimana cara agar kita tidak mengkhinati dan tidak bisa dikhianati lagi, kita sakit ketika kita dapati partner kerja menipu kita tapi disaat yang sama kita mendapat pelajaran baik tentang bagaimana memilih partner dan bagaimana mempersiapkan semuanya agar tak gampang tertipu. 

Nyaris semua rasa sakit yang datang memberi pelajaran baik untuk kita. Terbiasalah menerima dan menghadapi ketika ia datang, namun jika ia tak datang tak perlu dicari karena mungkin belum saatnya datang. 

Dan seterusnya hingga rasa sakit ketika Sakaratul maut yang memisahkan kita dengan dunia fanah datang...


0

Nov 29, 2017


Minggu kemarin (26/11) adalah salah satu minggu terseru di bulan ini. Karena hari minggu kemarin Pasar Pancing dibuka untuk umum. Pasar Pancingan adalah aktifasi offline dari komunitas Generasi Pesona Indonesia (Genpi) LOmbok Sumbawa. Jadi Genpi Lombok Sumbawa sebagai Volunteer digital (online) untuk pariwisata Lombok dan Sumbawa. Tugasnya adalah mengajak semua orang untuk bersama-sama mempromosikan pariwisata daerah melalui social media secara massive. Goalsnya adalah Trending Topic minimal di Twitter. Terutama ketika ada event pariwisata yang sedang berlangsung. Target harus trending topic. Sehingga seluruh Indonesia bahkan dunia bisa mengetahui event yang sedang berlangung.

Nah setelah mempersiapkan segala sesuatunya akhirnya Minggu, 26 November kemarin Pasar Pancingan dibuka untuk umum dan keseruanpun dimulai. 

Pasar Pancingan adalah pasar dengan konsep yang unik. Memadukan keseruan berbelanja kuliner tradisional dengan atraksi memancing, permainan-permainan, Spot-spot foto dan live musik. Kebayang kan serunya? Ditambah lagi dengan kedatangan artis Ibu Kota Gracia Indri yang sukses menambah keseruan di Pasar Pancingan. Gracia Indri melayani para pengunjung untuk berfoto sambil mencoba berbagai macam kuliner yang ada di Pasar pancingan seperti Nasi Ebatan, Nasi Sambal Belut, Sambal Cengeh, Cerorot, Soto, Bakso Rumput Laut, Urap, Aneka macam minuman, dan sebagainya.

Keseruan lainnya ada di kolam pemancingan ikan. Begitu banyak peminat yang berlomba-lomba untuk mendapatkan hasil terbanyak. Jangan khawatir, kailnya sudah disediakan oleh panitia yang merupakan pengurus Desa Wisata Hijau Bilebante. Jadi tinggal datang, tukarkan uang dengan Kepeng Pancingan (Uang khusus Pasar Pancingan) lalu membayar 2,5 kepeng untuk menyewa kailnya. Seru!

Selain kedatangan artis, Pasar Pancingan juga kedatangan Bapak Haryanto dari Kemenpar. Beliau sangat senang dan mengapresiasi Pasar Pancingan. Sembari melihat-lihat dan berkeliling beliau juga mencicipi berbagai makanan dan minuman yang ada di Pasar PAncingan. Semua makanan dan minuman dijamin semua aman tanpa pengawet dan segarr dari alam.

Kamu juga harus datang ke Pasar Pancingan untuk mencoba berbagai macam keseruan di Pasar PAncingan. Setiap hari minggu pagi jam 7-11 Siang di Desa BIlebante Lombok Tengah. Cuma 30 Menit dari Kota Mataram.
















0

Nov 1, 2017

Zaman now, menurut beberapa analisis para pakar Indonesia memasuki yang namanya Leisure Economy. Keadaan ekonomi dimana bergesernya pola konsumsi masyarakat dari yang awalnya didominasi oleh makanan-minuman menjadi hiburan dan leisure. Ketika masyarakat  semakin kaya (dan berpendidikan) pola konsumsi mereka juga mulai bergeser dari “goods-based consumption” (barang tahan lama) menjadi “experience-based consumption” (pengalaman). Experience-based consumption ini antara lain: liburan, menginap di hotel, makan dan nongkrong di kafe/resto, nonton film/konser musik, karaoke, nge-gym, wellness, dan lain-lain. Tentu saja semua jenis bidang usaha melakukan bebagai macam hal untuk menyesuaikan diri agar tetap bisa memanjakan konsumen, misalnya jika beberapa tahun lalu toko-toko pakaian dipenuhi stok-stok pakaian glamour ala Syahrini, maka makin kesini toko-toko pakaian menyesuaikan diri dengan kebiasaan nongkrong dan traveling konsumen-konsumennya, mulailah banyak  beredar kaos-kaos dengan quotes atau pakaian-pakain yang simpel, santai dan instagramable banget. Yup, karena people zaman now lebih banyak menghabiskan uang mereka dengan traveling daripada belanja pakaian dan makanan. Tidak heran jika banyak banget promo-promo dari agen perjalan, trasportasi maupun penginapan. 

Terimakasih kamu masih membaca tulisan ini, selanjutnya aku mau nanya sama kamu. Kamu ada niat traveling ke Lombok? Kalau belum ada rencana sebaiknya kamu segera rencanakan, genks. Kalau sudah ad aniatan mau ke Lombok, kamu perlu banget membaca tulisan ini sampai kelar! 

Quotes of The Day


Liburan Nyaman Bareng My Bluebird

Liburan itu harusnya tenang dan nyaman kan, nah jadi jangan sampai liburan kamu tidak terencana dengan baik. Harus, Kudu atur strategi dan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang bagaimana liburan nyaman di Lombok? Jadi selamat ya kamu sudah menemukan solusi liburan nyamannya sejak kamu membuka link postingan ini. 

My Bluebird adalah aplikasi taxi online kekinian dari PT. Bluebird bakal menjadi partner setia kamu selama liburan di Lombok. Tanggal 31 Oktober 2017 kemarin bertempat di Rooptop Hotel Golden Palace, Bluebird telah meluncurkan kerjasama dengan 8 hotel terbaik di Lombok. Kerjasama ini tentu saja akan berdampak sangat baik buat kalian yang menginginkan liburan yang menyenangkan, nyaman dan efisien. 




Berkat kerjasama antara Bluebird dan delapan hotel ini  kamu bisa mendapatkan banyak diskon hotel jika kamu menggunakan aplikasi MY BLUEBIRD sebagai transportasi kamu selama di Lombok. Kamu bisa memilih salah satu dari delapan hotel terbaik ini : Living Asia, Golden Palace, Aston Inn, Lombok Plaza, Lombok Raya,  D'max, Lombok Astoria, dan Holiday Resort. 

Saya sendiri sudah merasakan efisien. nyaman dan hematnya menggunakan  aplikasi my Bluebird. Pasalnnya setelah diantar kesana kemari oleh Bluebird saya memilih D'Max hotel yang letaknya sangat strategis di dekan Bandara International Lombok sebagai tempat menginap bersama keluarga. Alhamdulillah bisa menikmati fasilitas hotel dengan diskon yang membuat kantong aman. Hotel dengan desain campuran pop, wooden dan industrial ini juga sangat tenang dan banyak spot foto kekinian nya. Dijamin instagramable deh! Terimakasih Bluebird!






Terus gimana cara dapatin diskonnya?? Wait! Sebelum aku ngasi tau caranya, kamu bisa liat-liat dulu nih  bocoran diskon yang bisa kamu dapatkan jika menggunakan aplikasi My Bluebird :



No
Nama Hotel/Jenis Diskon
Room
Food and Baverage
Spa
Laundry
Karaoke
1
Living Asia Resort and Spa, Lombok
20%
-
10%
-
-
2
Holiday Resort Lombok
20%
15%
40%
25%
-
3
Golden Palace Hotel Lombok
55%
15%
15%
-
15%
4
DMax Hotel
40%
10%
20%
-
-
5
Lombok
Astoria Hotel
53%
20%
-
-
-
6
Lombok Raya Hotel
20-40%
-
-
-
-
7
Lombok Plaza Hotel
40%
10%
-
-
15%
8
Aston Inn Mataram
50%
15%
-
-
-


Gimana? Lebih dari 50% Lhooo gaesss! Fix setengah dari budged traveling kamu aman jika menggunakan My BLuebird! Terus gimana mendapatkan diskonnya? Simak ya..

#Pertama, kamu bulatkan tekad dulu kalau kamu memang bener-bener mau liburan nyaman dan tenang di Lombok.

#Kedua, Install aplikasi my Bluebird dari AppStore atau Playstore di handphone kamu lalu registrasi akunmu.

#Ketiga, Mulai lakukan pemesanan taxi dengan aplikasi my Bluebird dengan tujuan salah satu dari 8 hotel yang sudah aku sebutkan di atas.

#Keempat, Sekarang kamu  bisa menikmati diskon-diskon di atas di hotel pilihanmu. 

Bahagia bersama bluebird sesimple itu, genks! 
Lombok kurang apalagi coba untuk liburan kamu, pantai, gunung, budaya, mall, tempat nongkrong, semua mudah dijangkau. Insyaallah aman dan kamu bisa menikmati hari-hari liburan berkulitasmu di Lombok bersama Bluebird. 

Yuk Install sekarang aplikasi my Bluebird, klik disini untuk pengguna Apple dan disini untuk pengguna Android.
1

Berkicau

Community