Recent Post

Nov 1, 2017

Zaman now, menurut beberapa analisis para pakar Indonesia memasuki yang namanya Leisure Economy. Keadaan ekonomi dimana bergesernya pola konsumsi masyarakat dari yang awalnya didominasi oleh makanan-minuman menjadi hiburan dan leisure. Ketika masyarakat  semakin kaya (dan berpendidikan) pola konsumsi mereka juga mulai bergeser dari “goods-based consumption” (barang tahan lama) menjadi “experience-based consumption” (pengalaman). Experience-based consumption ini antara lain: liburan, menginap di hotel, makan dan nongkrong di kafe/resto, nonton film/konser musik, karaoke, nge-gym, wellness, dan lain-lain. Tentu saja semua jenis bidang usaha melakukan bebagai macam hal untuk menyesuaikan diri agar tetap bisa memanjakan konsumen, misalnya jika beberapa tahun lalu toko-toko pakaian dipenuhi stok-stok pakaian glamour ala Syahrini, maka makin kesini toko-toko pakaian menyesuaikan diri dengan kebiasaan nongkrong dan traveling konsumen-konsumennya, mulailah banyak  beredar kaos-kaos dengan quotes atau pakaian-pakain yang simpel, santai dan instagramable banget. Yup, karena people zaman now lebih banyak menghabiskan uang mereka dengan traveling daripada belanja pakaian dan makanan. Tidak heran jika banyak banget promo-promo dari agen perjalan, trasportasi maupun penginapan. 

Terimakasih kamu masih membaca tulisan ini, selanjutnya aku mau nanya sama kamu. Kamu ada niat traveling ke Lombok? Kalau belum ada rencana sebaiknya kamu segera rencanakan, genks. Kalau sudah ad aniatan mau ke Lombok, kamu perlu banget membaca tulisan ini sampai kelar! 

Quotes of The Day


Liburan Nyaman Bareng My Bluebird

Liburan itu harusnya tenang dan nyaman kan, nah jadi jangan sampai liburan kamu tidak terencana dengan baik. Harus, Kudu atur strategi dan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang bagaimana liburan nyaman di Lombok? Jadi selamat ya kamu sudah menemukan solusi liburan nyamannya sejak kamu membuka link postingan ini. 

My Bluebird adalah aplikasi taxi online kekinian dari PT. Bluebird bakal menjadi partner setia kamu selama liburan di Lombok. Tanggal 31 Oktober 2017 kemarin bertempat di Rooptop Hotel Golden Palace, Bluebird telah meluncurkan kerjasama dengan 8 hotel terbaik di Lombok. Kerjasama ini tentu saja akan berdampak sangat baik buat kalian yang menginginkan liburan yang menyenangkan, nyaman dan efisien. 




Berkat kerjasama antara Bluebird dan delapan hotel ini  kamu bisa mendapatkan banyak diskon hotel jika kamu menggunakan aplikasi MY BLUEBIRD sebagai transportasi kamu selama di Lombok. Kamu bisa memilih salah satu dari delapan hotel terbaik ini : Living Asia, Golden Palace, Aston Inn, Lombok Plaza, Lombok Raya,  D'max, Lombok Astoria, dan Holiday Resort. 

Saya sendiri sudah merasakan efisien. nyaman dan hematnya menggunakan  aplikasi my Bluebird. Pasalnnya setelah diantar kesana kemari oleh Bluebird saya memilih D'Max hotel yang letaknya sangat strategis di dekan Bandara International Lombok sebagai tempat menginap bersama keluarga. Alhamdulillah bisa menikmati fasilitas hotel dengan diskon yang membuat kantong aman. Hotel dengan desain campuran pop, wooden dan industrial ini juga sangat tenang dan banyak spot foto kekinian nya. Dijamin instagramable deh! Terimakasih Bluebird!






Terus gimana cara dapatin diskonnya?? Wait! Sebelum aku ngasi tau caranya, kamu bisa liat-liat dulu nih  bocoran diskon yang bisa kamu dapatkan jika menggunakan aplikasi My Bluebird :



No
Nama Hotel/Jenis Diskon
Room
Food and Baverage
Spa
Laundry
Karaoke
1
Living Asia Resort and Spa, Lombok
20%
-
10%
-
-
2
Holiday Resort Lombok
20%
15%
40%
25%
-
3
Golden Palace Hotel Lombok
55%
15%
15%
-
15%
4
DMax Hotel
40%
10%
20%
-
-
5
Lombok
Astoria Hotel
53%
20%
-
-
-
6
Lombok Raya Hotel
20-40%
-
-
-
-
7
Lombok Plaza Hotel
40%
10%
-
-
15%
8
Aston Inn Mataram
50%
15%
-
-
-


Gimana? Lebih dari 50% Lhooo gaesss! Fix setengah dari budged traveling kamu aman jika menggunakan My BLuebird! Terus gimana mendapatkan diskonnya? Simak ya..

#Pertama, kamu bulatkan tekad dulu kalau kamu memang bener-bener mau liburan nyaman dan tenang di Lombok.

#Kedua, Install aplikasi my Bluebird dari AppStore atau Playstore di handphone kamu lalu registrasi akunmu.

#Ketiga, Mulai lakukan pemesanan taxi dengan aplikasi my Bluebird dengan tujuan salah satu dari 8 hotel yang sudah aku sebutkan di atas.

#Keempat, Sekarang kamu  bisa menikmati diskon-diskon di atas di hotel pilihanmu. 

Bahagia bersama bluebird sesimple itu, genks! 
Lombok kurang apalagi coba untuk liburan kamu, pantai, gunung, budaya, mall, tempat nongkrong, semua mudah dijangkau. Insyaallah aman dan kamu bisa menikmati hari-hari liburan berkulitasmu di Lombok bersama Bluebird. 

Yuk Install sekarang aplikasi my Bluebird, klik disini untuk pengguna Apple dan disini untuk pengguna Android.
1

Tulisan yang akan kalian baca ini adlaah tulisan dari bapak Yuswohady seorang penulis yang telah menelurkan sekitar 40 buku tentang pemasaran. Selama 12 tahun bekerja di MarkPlus Inc dengan posisi terakhir sebagai Chief Executive, MarkPlus Institute of Marketing (MIM). Tulisan ini banyak beredar di WA Grup dan membuat saya tercerahkan tentang fenomena ekonomo negeri ini hari ini. Di tengah klaim mengklain berbagai pihak tentang apakah ekonomi Indonesia menurun atau meningkat, tulisan ini muncul dengan analisis yang menarik dan masuk akal. Selamat membaca

The Phenomenon
Dalam 3 bulan terakhir muncul diskusi publik yang menarik mengenai fenomena turunnya daya beli konsumen kita yang ditandai dengan sepinya Roxi, Glodok, Matahari, Ramayana, Lotus, bahkan terakhir Debenhams di Senayan City.

Anggapan ini langsung dibantah oleh ekonom karena dalam lima tahun terakhir pertumbuhan riil konsumsi masyarakat robust di angka sekitar 5%. Kalau dilihat angkanya di tahun ini, pertumbuhan ekonomi sampai triwulan III-2017 masih cukup baik sebesar 5,01%. Perlu diingat bahwa konsumsi masyarakat (rumah tangga) masih menjadi kontributor utama PDB kita mencapai 54%.

Sebagian pakar mengatakan sepinya gerai ritel konvensional tersebut disebabkan oleh beralihnya konsumen ke gerai ritel online seperti Tokopedia atau Bukalapak. “Gerai-gerai tradisional di Roxi atau Glodok telah terimbas gelombang disrupsi digital,” begitu kata pakar.

Kesimpulan ini pun misleading karena penjualan e-commerce hanya menyumbang 1,2% dari total GDP kita, dan hanya sekitar 0,8% (2016) dari total penjualan ritel nasional. Memang pertumbuhannya sangat tinggi (eksponensial) tapi magnitute-nya belum cukup siknifikan untuk bisa membuat gonjang-ganjing industri ritel kita.

Kalau konsumen tak lagi banyak belanja di gerai ritel konvensional dan masih sedikit yang belanja di gerai online, maka pertanyaannya, duitnya dibelanjakan ke mana?

The Consumers

Tahun 2010 untuk pertama kalinya pendapatan perkapita masyarakat Indonesia melewati angka $3000. Oleh banyak negara termasuk Cina, angka ini “keramat” karena dianggap sebagai ambang batas (treshold) sebuah negara naik kelas dari negara miskin menjadi negara berpendapatan menengah (middle-income country).

Ketika melewati angka tersebut, sebagian besar masyarakatnya adalah konsumen kelas menengah (middle-class consumers) dengan pengeluaran berkisar antara $2-10 perhari. Di Indonesia, kini konsumen dengan rentang pengeluaran sebesar itu telah mencapai lebih dari 60% dari total penduduk.

Salah satu ciri konsumen kelas menengah ini adalah bergesernya pola konsumsi mereka dari yang awalnya didominasi oleh makanan-minuman menjadi hiburan dan leisure. Ketika semakin kaya (dan berpendidikan) pola konsumsi mereka juga mulai bergeser dari “goods-based consumption” (barang tahan lama) menjadi “experience-based consumption” (pengalaman). Experience-based consumption ini antara lain: liburan, menginap di hotel, makan dan nongkrong di kafe/resto, nonton film/konser musik, karaoke, nge-gym, wellness, dan lain-lain.

Pergeseran inilah yang bisa menjelaskan kenapa Roxi atau Glodog sepi. Karena konsumen kita mulai tak banyak membeli gadget atau elektronik (goods), mereka mulai memprioritaskan menabung untuk tujuan liburan (experience) di tengah atau akhir tahun. Hal ini juga yang menjelaskan kenapa mal yang berkonsep lifestyle dan kuliner (kafe/resto) seperti Gandaria City, Gran Indonesia, atau Kasablanka tetap ramai, sementara yang hanya menjual beragam produk (pakaian, sepatu, atau peralatan rumah tangga) semakin sepi.

The Shifting

Nah, rupanya pola konsumsi masyarakat Indonesia bergeser sangat cepat menuju ke arah “experience-based consumption”. Data terbaru BPS menunjukkan, pertumbuhan pengeluaran rumah tangga yang terkait dengan “konsumsi pengalaman” ini meningkat pesat. Pergeseran pola konsumsi dari “non-leisure” ke “leisure” ini mulai terlihat nyata sejak tahun 2015

Untuk kuartal II-2017 misalnya, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,95% dari kuartal sebelumnya 4,94%. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga ini dinilai melambat lantaran konsumsi rumah tangga dari sisi makanan dan minuman, konsumsi pakaian, alas kaki, perumahan dan perlengkapan rumah tangga, (goods-based) hanya tumbuh tipis antara 0,03-0,17%. Sementara konsumsi restoran dan hotel (experience-based) melonjak dari 5,43% menjadi 5,87%. “Jadi shifting-nya adalah mengurangi konsumsi yang tadinya non-leisure untuk konsumsi leisure,” ucap Ketua BPS, Suhariyanto.



Studi Nielsen (2015) menunjukkan bahwa milenial yang merupakan konsumen dominan di Indonesia saat ini (mencapai 46%) lebih royal menghabiskan duitnya untuk kebutuhan yang bersifat lifestyle dan experience seperti: makan di luar rumah, nonton bioskop, rekreasi, juga perawatan tubuh, muka, dan rambut.

Sementara itu di kalangan milenial muda dan Gen-Z kini mulai muncul gaya hidup minimalis (minimalist lifestyle) dimana mereka mulai mengurangi kepemilikian (owning) barang-barang dan menggantinya dengan kepemilikan bersama (sharing). Dengan bijak mereka mulai menggunakan uangnya untuk konsumsi pengalaman seperti: jalan-jalan backpacker, nonton konser, atau nongkrong di coffee shop.

Berbagai fenomana pasar berikut ini semakin meyakinkan makin pentingngnya sektor leisure sebagai mesin baru ekonomi Indonesia. Bandara di seluruh tanah air ramai luar biasa melebihi terminal bis. Hotel budget di Bali, Yogya, atau Bandung full booked tak hanya di hari Sabtu-minggu, tapi juga hari biasa. Tiket kereta api selalu sold-out. Jalan tol antar kota macet luar biasa di “hari kejepit nasional”. Destinasi-destinasi wisata baru bermunculan (contoh di Banyuwangi, Bantul atau Gunung Kidul) dan makin ramai dikunjungi wisatawan.

Sektor pariwisata kini ditetapkan oleh pemerintah sebagai “core economy” Indonesia karena kontribusinya yang sangat siknifikan bagi perekonomian nasional. Saat ini sektor pariwisata merupakan penyumbang devisa kedua terbesar setelah kelapa sawit dan diproyeksikan 2-3 tahun lagi akan menjadi penyumbang devisa nomor satu. Ini merupakan yang pertama dalam sejarah perekonomian Indonesia dimana pariwisata menjadi tulang punggung ekonomi bangsa.

Tak hanya itu, kafe dan resto berkonsep experiential menjamur baik di first cities maupun second cities. Kedai kopi “third wave” kini sedang happening. Warung modern ala “Kids Jaman Now” seperti Warunk Upnormal agresif membuka cabang. Pusat kecantikan dan wellness menjamur bak jamur di musim hujan. Konser musik, bioskop, karaoke, hingga pijat refleksi tak pernah sepi dari pengunjung. Semuanya menjadi pertanda pentingnya leisure sebagai lokomotif perekonomian Indonesia.

The drivers

Kenapa leisure-based consumption menjadi demikian penting bagi konsumen dan mereka mau menyisihkan sebagian besar pendapatan untuk liburan atau nongkrong di kafe/mal? Setidaknya ada beberapa drivers yang membentuk leisure economy.

#1. Consumption as a Lifestyle. Konsumsi kini tak hanya melulu memenuhi kebutuhan dasar sandang, pangan, papan. Konsumen kita ke Starbucks atau Warunk Upnormal bukan sekedar untuk ngopi atau makan, tapi juga dalam rangka mengekspresikan gaya hidup. Ekspresi diri sebagai bagian inhenren dari konsumsi ini terutama didorong maraknya media sosial terutama Instagram.

#2. From Goods to Experience. Kaum middle class milennials kita mulai menggeser prioritas pengeluarannya dari “konsumsi barang” ke “konsumsi pengalaman”. Kini mulai menjadi tradisi, rumah-rumah tangga mulai berhemat dan menabung untuk keperluan berlibur di tengah/akhir tahun maupun di “hari-hari libur kejepit”. Mereka juga mulai banyak menghabiskan waktunya untuk bersosialisasi di mal atau nongkrong di kafe sebagai bagian dari gaya hidup urban.

#3. More Stress, More Travelling. Dari sisi demand, beban kantor yang semakin berat dan lingkungan kerja yang sangat kompetitif menjadikan tingkat stress kaum pekerja (white collar) kita semakin tinggi. Hal inilah yang mendorong kebutuhan leisure (berlibur, jalan-jalan di mal, atau dine-out seluruh anggota keluarga) semakin tinggi.

#4. Low Cost Tourism. Dari sisi supply, murahnya tarif penerbangan (low cost carrier, LCC) yang diikuti murahnya tarif hotel (budget hotel) menciptakan apa yang disebut: “low cost tourism”. Murahnya biaya berlibur menjadikan permintaan melonjak tajam dan industri pariwisata tumbuh sangat pesat beberapa tahun terakhir.

#5. Traveloka Effect. Momentum leisure economy semakin menemukan momentumnya ketika murahnya transportasi-akomodasi kemudian diikuti dengan kemudahan dalam mendapatkan informasi penerbangan/hotel yang terbaik/termurah melalui aplikasi seperti Traveloka. Kemudahan ini telah memicu minat luar biasa dari seluruh lapisan masyarakat untuk berlibur. Ini yang saya sebut Traveloka Effect.

“Welcome to the leisure economy.”
0

Oct 7, 2017

Nusa Tenggara Barat khususnya Pulau Lombok memiliki aneka macam kuliner khas yang menarik. Dari beberapa yang saya temua, semua enak dan menarik. Sebut saja Ares, Bebalung, Cerorot, Sate Rembige, Sate Pusut, Sate Tanjung dan lainnya. Semua khas dan enak. Tetapi menurut Lembaga Pengembangan Bisnis di Lombok kuliner Lombok saat ini masih kurang pmendapat perhatian tidak seperti kerajinan tangan dan aneka kain. Jadi meski ada beberapa lokasi kuliner di Lombok tetapi hanya dikuasai oleh beberapa pihak saja dan tidak merata. Maka Kuliner Lombok ini di jadikanlah Sektor unggulan oleh Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) di LPB Mataram.

Apa itu YDBA?

YDBA adalah yayasan yang didirikan oleh pendiri Astra, William Soeryadjaya pada tahun 1980 dengan filosofi Berikan Kail Bukan Ikan. YDBA didirikan sebagai komitmen Astra untuk berperan serta secara aktif dalam membangun bangsa, seperti yang diamanatkan dalam butir Pertama Filosofi Astra, Catur Dharma yaitu Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara. YDBA menjalankan program tanggung jawab sosial Astra dengan fokus pada pembinaan UMKM yang meliputi UMKM manufaktur, baik terkait value chain bisnis Astra, maupun yang tidak terkait, bengkel umum roda empat dan roda dua, pengrajin dan petani. Berlandaskan Value-nya, yaitu Compassionate, Adaptiv, Responsible, dan Excellent, YDBA memberikan pelatihan dan pendampingan kepada UMKM untuk naik kelas dan mencapai kemandiriannya. Pelatihan dan pendampingan akan dilakukan melalui cabang Lembaga Pengembangan Bisnis yang sudah ada di 16 daerah di seluruh Indonesia. YDBA juga mengembangkan sektor unggulan untuk mengembangkan komunitas UMKM yang menonjol secara ekonomi dengan harapan komunitas tersebut dapat melakukan usaha dengan berkelanjutan. Kerennya, hingga Juni 2017, YDBA memberikan pembinaan kepada 10.112 UMKM. Untuk pemuda putus sekolah., YDBA telah melatih 701 pemuda putus sekolah menjadi mekanik. YDBA secara tidak langsung juga telah menciptakan lapangan pekerjaan melalui UMKM yang dibinanya. 

Catering Bu Kus

Jum'at (6/10) saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi salah satu UKM binaan YDBA Astra dan sekaligus mengikuti Kick Off Sektor Unggulan di LPB Mataram. Pagi-pagi saya sudah nangkring di LPB Mataram bersama teman-teman blogger yang akan "tour" langsung ke dapur dan gudang salah satu UKM binaan YBDA Astra; Katering Bu Kus!

Adalah ibu Wagini, seorang wanita paruh baya lulusan fakultas Hukum yang sempat menjadi seorang pengacara lalu memilih jalur pekerjaan lain sebagai wirausahawan. Beliau memilih menjadi penjual nasi rawon di car freeday jalan Udayana Mataram setiap hari minggu. Bermodal Rp. 200k ibu Wagini memulai kulinernya. Siapa sangka hasil tangannya diminati banyak orang dan bahkan ada yang menawarkan pesanan dalam jumlah banyak untuk makan siang sekantor. Dengan modal semangat dan keteguhan hati ibu Wagini mengiyakan. Selanjutnya ibu Wagini terkenal sebagai pemilik catering Ibu Kus yang kemudian berkembang pesat setelah mendapat pendampingan dari YDBA. Untuk memantapkan posisi bisnis cateringnya, ibu Wagini mengikuti pelatihan di Surabaya bahkan pernah mengikuti pelatihan di Jepang dan di Thailand. Hal itu yang mengubah mind set dan cara ibu wagini menata dan mengorganisir cateringnya. 

Penghargaan catering Bu Kus

Stok Bahan Catering bu Kus

Owner Catering Bu Kus yang inspiratif

Kartu Stock Manual yg akan segera di upgrade ke sistem

Saat ini meski sudah besar, Usaha Katering ibu Kus terus berinovasi dan mencari apa yang bisa dilakukan untuk membuat catering ibu kus tetap menjadi teratas. Berkat pendampingan di YDBA ibu Wagini benar-benar total mengorganisir karetingnya secara detail, ada SOP untuk bumbu, bahan mentah, peralatan masak dan makan, hingga turun langsung ke gedung acara yang memakai cateringnya untuk memastikan bahwa pelayanan dan suguhannya tidak membosankan dan "disikat" para tamu. Setelah itu beliau akan mengevaluasi untuk kemudian ditindaklanjuti sehingga pelayanan selanjutnya lebih baik dan memuaskan. Alhamdulillah pelanggan Catering Ibu Kus sudah sangat banyak dari lokal sampai orang luar daerah yang mengadakan event di Lombok. Bahkan jika harus mendadak Katering Ibu Kus selalu siap sedia karena semua sudah diatur sedemikian rupa agar dalam keadaan pesanan mendadak tetap bisa dilayani dengan baik.

Setelah mendengar cerita ibu Wagini dan mutar-mutar di dapur dan gudangnya kami disuguhi prasmanan dari catering ibu Kus yang memang enak, segar, higienis dan tertata dengan rapi. Jadi wajar jika Katering ibu Kus ini mendapatkan banyak sekali penghargaan setiap tahunnya. Memang benar, usaha tak akan mengkhianati hasil dan keberhasilan itu hanya akan datang kepada orang-orang yang berusaha dengan kuat dan hati yang teguh meski berkali-kali jatuh dan dan melawan gengsi. 

Kick Off Sektor Unggulan UKM Kuliner

Kelar jalan-jalan ke UKM binaan YDBA, kami break sholat Jum'at kemudian acara dilanjutkan dengan mendengarkan penjelasaan Bapak Hendry C. Wijdjaja tentang Yayasan Dharma Bakti Astra di aula LBP Mataram yang dihadiri sekitar 20an pengusaha UKM, 12 blogger dan beberapa orang awak media. 

Pak Hendry sedang memaparkan tentang YDBA


Henry C. Widjaja memaparkan tentang kiprah Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) di seluruh Indonesia, ketua pengurus YDBA ini juga menyampaikan tentang kick off yang akan dilakuka. Launching ini merupakan gerakan bersama untuk bergerak dan berroduksi lebih besar sesuai standar. Hal ini merupakan dasar kuat dalam pengembangan UKM mengacu pada empat  prinsip yang digunakan, yaitu Kualitas yang baik, harga yang bersaing/murah, dan pengantaran yang tepat waktu.

Pada kesempatan ini selain meluncurkan program sektor unggulan di Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Mataram, Nusa Tenggara Barat Hendry C Widjaja juga menandatangi nota kesepakatan bersama Koordinator LBP Mataram serta perwakilan UMKM, nota kesepakatan ini menunjukkan komitmen bersama untuk mengembangkan UMKM Kuliner di Mataram dan Sekitarnya dimana sektor Unggulan ini melibatkan 35 UKM yang bergerak di bidang kuliner seperti katering, rumah makan, hingga makanan siap saji. Nantinya, dalam kegiatannya, program pembinaan yang dilakukan akan berupaya untuk meningkatkan kualitas, kapasitas, produktifitas, standarisasi mutu hasil dan memperluas jangkauan pemasaran produk. Di harapkan UKM kuliner di Matara bisa termotivasi untuk "naik kelas" dan "awet" dalam menjalankan bisnisnya. Sehingga UKM anggota komunitas sektor unggulan bisa menjadi UKM Mandiri, yaitu UKM yang memiliki bisnis yang berkelanjutan.

Koordinator LPB menandatangi nota kesepakatan

Pak Hendry Wijaya juga membubuhkan tanda tangan di Nota Kesepakatan

Blogger Team with Pak Hendry, Pimpinan YBDA Astra 


0

Sep 25, 2017

Salah satu tujuan kita mengantar anak ke sekolah adalah untuk melatih anak-anak hidup mandiri. Mengajarkan mereka menghadapi masalah sendiri dan berinteraksi dengan orang lain.
Memang, sebagai orang tua kita selalu ingin berada di samping mereka, melihat aksi mereka,  mengamati mereka dimana saja tapi keberadaan orang tua yang terus menerus di sampingnya bisa menjadi penghambat tujuan pendidikan di atas.  Akan sulit membuat anak belajar mandiri. Jangankan terus berada di samping mereka,  terus memikirkan keadaan mereka di sekolah pun bisa membuat mereka tidak tenang di sana. 
Berikan mereka kepercayaan,  percaya saja bahwa mereka baik-baik saja.  Berpikir dan beprasangka positive saja agar yang terjadi juga hal baik.  Ini namanya the law of attraction.  Kamu berprasangka baik mala kebaikan yang datang,  positive feeling istilahnya,  karena sejatinya seisi alam raya ini berkaitan. Berbuat jahat hasilny jelek,  berbuat baik hasilnya baik.  Berpikir buruk dan beprasangka buruk mendatangkan hal buruk,  berpikir dan berprasangka baik,  baik pula yang akan menghampiri.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’alaberfirman,

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى

Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku” (Muttafaqun ‘alaih). Hadits ini mengajarkan bagaimana seorang muslim harus huznuzhon pada Allah dan memiliki sikap roja‘ (harap) pada-Nya.
Itulah mengapa berbagai macam cara dilakukan manusia untuk mendapatkan ketenangan jiwa,  mulai dari meditasi, itikaf,  yoga,  merenung,  menyendiri,  dan sebagainya tujuannya adalah menaklukan bagian di dalam diri yang masih berprasangka buruk dan berpikiran negatif.
Dalam mendidik anak-anak positive feeling jelas sangat kita butuhkan.  Hanya hati yang selalu memperhatikan dan tenang yang bisa menyentuh hati anak - anak.  Anak-anak adalah jiwa yang merdeka, tanpa beban dan prasangka.  Jika kita menghadapi mereka dengan cinta dan kasih sayang Allah akan memberikan Kita jalan untuk masuk ke hatinya,  mengubah pikirannya yang kelak akan selalu mereka bawa sebagai bekal dan kenangan hingga akhir hayat.  Kekuatan hati jauh lebih besar dari pikiran, itulah mengapa kita harus menaklukan hati sebelum pikiran dan anak-anak semunya berhati baik,  hanya karena mereka salah bertemu orang dewasa yang mendidik yang menyebabkan hati mereka pelan-pelan mengeras. 
Berikan anak-anak waktu untuk merasakan semua rasa yang penting dalam hidup ini (bahagia,  sedih,  kecewa,  marah) karena sejatinya mereka membutuhkan itu sebagai vaksin kehidupan yang kelak akan membuat mereka terbiasa menyikapi dengan bijak setiap keadaan...
Cukup katakan pada mereka,  aku mencintaimu sampai kapanpun dan seperti apapun kamu,  lakukan yang terbaik untuk hidupmu,  untuk Tuhanmu.. My love for you is unconditionally. Lalu biarkan mereka belajar bersama semesta.  Semesta akan menjaga mereka ketika jauh dari kita,  orang tuanya..
Kebaikan ada dimana-mana,  hanya hati yang memper-HATI-kan yang mampu merasakannya.
Selamat memulai pekan, semoga selalu bahagia..
(Ditulis setelah melihat wali murid yang datang ke sekolah untuk menyuapi anaknya yang duduk di kelas dua)

0

Sep 21, 2017

Ini pengalaman pertama saya menyaksikan fashion show yang perancang busananya adalah designer terkenal, Ria Miranda. Sosok ibu muda yang banyak menelurkan busana-busana keren terutama busana muslimah. Saya sering mendengar nama Ria Miranda dari istri saya yang memang salah satu penggemarnya. Dia sering memperlihatkan ke saya desain-desain dan busana-busana rancangan Ria Miranda yang menurut saya unik dan khas. Mungkin ini kode sih buat saya dari istri untuk.. ah sudahlah.

Malam Fashion on The Street saya benar-benar menyaksikan dengan kagum bagaimana kayanya Indonesia. Baru songketdari Lombok dan Bima saja sudah bisa menjadi busana-busana berkelas yang memukau dan sangat pantas untuk ditampilkan di paggung internasional. Ketika Songket bertemu tangan dingin desainer, songket tampil berkali-kali lipat berkelas dan elegan.


Masih dalam rangkaian event Bulan Pesona Lombok Sumbawa, Fashion on The Street berlangsung meriah di jalan utama kota Mataram, tepat di jalan raya persis di depan Kantor Gubernur dan Pendopo Gubernur Nusa Tenggara Barat. Acara fashion tak lazim ini menyedot banyak penonton, mulai dari warga, kalangan pejabat pemerintahan, hingga pengusaha, penggiat pariwisata, dan para pecinta mode. Tampak mereka sangat menikmati show para model yang berjalan di catwalk dengan sinaran lampu sorot yang spektakuler.

Hadir pula ibu Erica Zainul Majdi, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB yang mengatakan bahwa Acara malam itu melibatkan seluruh organisasi perempuan se-NTB, juga melibatkan banyak desainer seperti, Ada Ria Miranda, Irna Mutiara, Daeng Epoel, Ida Rohida dan Farida, serta lebih dari 15 desainer lokal lainnya. Benar saja, ada sekitar 100 karya desainer lokal yang diperagakan ibu ibu dari organisasi perempuan NTB, juga melibatkan model-model professional. 

Jika melihat Fashion On The Street 2017 ini, rasanya kurang lengkap tanpa adanya kain dari Sumbawa. Ibu Erica pun menyinggung hal ini dan mengatakan untuk tahun depan Fashion The Street akan memfokuskan desainnya pada Kain SOngket Sumbawa yang disebut Kre Alang. 

Berikut foto-foto Fashion on The Street Lombok Sumbawa 2017





0

Berbagai event bertajuk sport tourism telah digelar pada 2017 ini. Eksotisme alam Lombok telah membius jutaan wisatawan pada setiap tahunnya. Peningkatan jumlah wisatawan dari tahun ke tahun membuat Lombok kian populer. Meskipun pasar utama wisatawan di Lombok adalah MICE namun tidak menutup kemungkinan berbagai segmen lain seperti muslim friendly tourism maupun pengembangan sport tourism 

Berbagai event olah raga kelas dunia telah sukses dilaksanakan pada 2017. Diawali dengan Tour De Lombok yang menawarkan 3 etape dan 1 fun ride pada awal tahun semakin menarik para pemburu sport tourism untuk datang ke Lombok. Bahkan etape 3 yang memiliki rute terpanjang yaitu 168 km dengan start poin di Mandalika dan finish di Sembalun semakin menantang untuk di ikuti 

Tour de Lombok ini telah disertifikasi oleh UCI dengan 2.0 sehingga standarisasi pelaksanaan evwnt ini telah dilegalisasi dan terstandarisasi sebagai international event.

Mekaki marathon yang dilaksanakan oleh Lombok Barat juga menjadi catatan maraton tersukses pada awal 2017. Ribuan pelari dan dukungan sponsor serta keikutsertaan artia ibu kota menjadi daya magnet pada Mekaki marathon. Lombok barat khususnya mekaki dan sekotong memiliki track yang indah dan memukau peserta 

Rinjani 100 tidak kalah sukses. Pelari tidak hanya berasal dari dalam negri namun dari belasan negara datang unutk berlari di Rinjani. Pada event Pesona Tambora bahkan dilaksanakan event lari dengan rute 100k dan tetap saja banyak peserta yang mengikuti kejuaraan lari yang diadakan oleh Dinas pariwisata atas dukungan harian Kompas ini 



Tahun 2017 adalah sejarah bagi lombok dalam pelaksanaan Grand Fondo New York ( GFNY) Asian Championship. Lombok dinilai berhasil pada 2016 dalam pelaksanaan GFNY Indoneaia dan tahun ini naik tingkat dalam Asian Championship. 800 peserta berhasil mengikuti balap sepeda kenamaan ini dengan terbagi menjadi 2 etape 80km dan 165km. Banyak peserta yang gagal fokus pada pemandangan disepanjang rute perlimbaan. Bahkan banyak yang sengaja berhenti untuk berfoto dan melupakan sejenak wakyu yang terus berjalan 

Bagaimana dengan triatlon ? Banyak pihak yang telah membicarakan bagaimana jika menggelar triatlon di Lombok. Jika dilihat dari sarana dan orasarana serta menakar minat pada cabang sport tourism yang lain maka sudah selayaknya event ini juga dapat digelar di Lombok. Bahkan bukan hanya triatlot surf festival pun mekiliki potenai untul dikembangkan. Sebagai catatan, tahun ini juga terdapat international kite festival yang berlangsung di Kaliantan Lombok Timur

Dukungan akses penerbangan langsung dan perkembangan service wisata di Lombok menjadi modal kuat dalam pengembangan sport tourism. Bahkan kondisi jalan di Lombok ini memiliki landscape yang special serta dalam kondisi yang sangat baik

Sport tourism telah memiliki pangsa pasar yang menjanjikan. Hampir separoh provinsi di Indonesia mengembangkan aport tourism. Sudah semestinya Lombok berani dan menjadi pemain terdepan dalam menawarkan sport tourism. (Genpi Lombok Sumbawa)

0

Sep 18, 2017

Sejatinya kita semua adalah teman seperjuangan. Teman seperjuangan dengan misi mencari jalan lurus untuk kembali ke "rumah" asal Ayah kita; Adam. Banyak persimpangan yang membingungkan, yang membuyarkan sehingga kita sering tergoda dan mengikuti jalan yang salah. Teman seperjuangan, semoga kita selalu saling mengingatkan mana kala kita masuk terlalu jauh pada jalan yang salah, manakala kita terlalu nyaman pada jalan yang salah, semoga kita bisa selalu saling ingatkan untuk segera kembali ke jalan yang benar, jalan menuju "rumah" kita. Meski mendaki dan terjal, tapi jalan ini membawa kita ke atas... Dari atas sanalah kelak kita bisa melihat ke bawah, melihat jalan-jalan kehidupan yang pernah kita lalui, salah dan benar, baik dan buruk, kelak akan jelas terlihat disana...

Aku mau kita bersama-sama kelak disana, di "rumah" tempat Allah menempatkan dan memanjakan Ayah dan Ibu kita Adam dan Hawa..

Kamu mau kan?

0

Sep 6, 2017


Sampah. Entah karena apa, belakangan masalah sampah menjadi masalah yang benar-benar memperihatinkan di dunia khususnya di Indonesia. Kalau diperhatikan baik-baik memang beberapa faktor menjadi penyebab masalah sampah menjadi serius. Pertama, Pertambahan jumlah penduduk, kedua, semakin banyaknya makanan instan dengan kemasan plastik, ketiga, Habit manusia yang semakin kesini semakin merugikan lingkungan.

Sebenarnya masalah penduduk terus bertambah tidak akan menjadi pemicu masalah sampah menjadi parah JIKA semua memiliki habit yang baik dalam menyikapi sampah. Kebiasaan membuang sampah sembarangan, kebiasaan mengkonsumsi makanan instan dalam kemasan, hingga pada kebiasaan membuang sampah tanpa memilah antara sampah organik dan non organik padahal ini sangat penting. Sampah organik bisa dimanfaatkan untuk kompos sementara sampah non organik bisa di daur ulang menjadi barang yang baru dan bernilai. Sayangnya masih butuh usaha keras untuk mengubah habit ini.

Beruntung saya mengenal mbk Aisyah Odist seorang yang mencintai lingkungan bukan hanya dengan kata-kata tetapi dengan sikap dan aksi nyata. Lewat mbk Aisyah dan Bank Sampah Mandiri NTB nya saya mengenal berbagai macam cara mengolah sampah, baik organik maupun non organik. Di tangan mbk Aisyah tak ada sampah yang tak berguna. Semua berguna bahkan bernilai jual tinggi. 

Sampah non organik (plastik, botol, dll) di olah menjadi beragam barang-barang seperti tas, dompet, pot, dan sebagainya. Saya akan membuat satu postingan lain untuk membahas sampah non organik di tangan mbk Aisyah, termasuk ide membuat Eco Brick yang menjadi solusi tepat untuk masalah sampah Plastik karena sekarang saya akan membahas dan membagi tips bagaimana mbk Aisyah mengolah Sampah Organik Menjadi Kompos Takakura yang amat baik untuk semua tanaman.

Sebelumnya kenalan dulu dengan kompos Takakura tersebut. Jadi, Apa itu Kompos Takakura?

Teknik pengomposan takakura adalah salah satu teknik yang digunakan untuk membuat pupuk kompos yang dikhususkan dari hasil limbah dapur seperti sisa sayur sayuran hijau dari dapur. Teknik pembuatan kompos takakura ini pertama kali dikenalkan oleh seseorang berkebangsaan jepang yang bernama Mr. takakura. Awalnya Mr. takakura sedang mencari cari jalan keluar terhadap menumpuknya sampah sampah organik yang belum sepenuhnya dimanfaatkan, hanya dibuang dan menggunung di tempat pembuangan sampah akhir, sampai pada akhirnya timbul lah sebuah ide untuk memanfaatkan sampah dari limbah rumah tangga tersebut untuk dijadikan pupuk kompos organik.


Secara sederhana membuat kompos Takakura adalah kita "memelihara" bakteri pengurai yang selanjutnya dimanfaatkan untuk mengurai sampah organik dengan cepat, higienis dan ramah lingkungan. 

Kompos Takakura bisa menjadi solusi tepat untuk masalah sampah organik, karena keganasan bakterinya bisa dengan cepat mengurai sampah organik menjadi kompos yang sangat baik untuk segala jenis tanaman. Bayangkan jika semua orang mengolah sampahnya dengan metode Takakura, masalah sampah yang selama ini memusingkan bisa menemukan solusinya dan sekaligus menjadi pilihan pupuk kompos ramah lingkungan dan bermutu bagi para pecinta tanaman. 

Satu hal penting yang harus diingat jika ingin mengolah sampah menjadi kompos Takakura adalah pilah dan pisahkan tempat untuk sampah organik (sampah dapur seperti sayur, buah, ikan, ayam, dll) dan sampah non organik (plastik dll) supaya lebih mudah ketika kita ingin mengolah keduanya.

Nah di bawah ini saya sediakan tiga video turorial Cara Mengolah Sampah Organik Menjadi Kompos Takakura. Video sederhana ini saya buat langsung di Bank Sampah Mandiri NTB bersama mbk Aisyah dan teamnya beberapa waktu lalu. Semoga bermanfaat dan semoga masalah sampah di Indonesia dapat teratasi dengan cara ini. Sudah waktunya mengubah sampah menjadi berkah...



Part 1



Part 2



Part 3

2

Aug 19, 2017


Event Bulan Pesona Lombok Sumbawa 2017 telah resmi dibuka secara langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) hari ini 18 Agustus 2017 ditandai dengan pemukulan Gendang Beleq. 

Bulan Pesona Lombok Sumbawa 2017 menyuguhkan kolaborasi seni tradisional dan modern yang bisa dinikmati di sejumlah tempat wisata. Festival dilaksanakan selama satu bulan penuh dari tanggal 18 Agustus 2017 hingga 16 September 2017.



Sebanyak 28 acara utama dan 39 rangkaian acara disiapkan Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk para wisatawan yang datang berkunjung. Lombok Sumbawa Carnival menjadi event pertama sebagai pembuka BPLS tahun ini. Lombok Sumbawa Carnival merupakan Opening Ceremony Bulan Pesona Lombok Sumbawa dengan rangkaian kegiatan di tanggal 18 Agustus ini antara lain : Kontest Gendang Beleq, Lombok Sumbawa Village Culture Festival, Musikal Daerah dan Fashion Street. Acara berlangsung dari pukul 15.00 Wita dan dihadiri oleh Gubernur NTB, Wakil GUbernur, dan Para Pejabat tinggi lainnya. 


Saya dan teman-teman Genpi Lombok Sumbawa berkesempatan meliput acara yang penuh warna budaya ini. Menyaksikan acara ini membuat hati bergemuruh bangga dan terharu. Bagaimana tidak, ada banyak sekali ragam budaya di NTB, ada banyak sekali atraksi menarik, NTB kaya dengan segala perbedaa yang ada. Perbedaan yang membuat kebersamaan menjadi penuh warna-warna indah. Mari kita jaga warna kita, kita jaga kerukunan dan kedamaian kita. Ini adalah aset penting kita sebagai NTB, sebagai Indonesia.



Berikut ini foto-foto Opening BPLS sekaligus Lombok Sumbawa Carnival :





























2

Berkicau

Community