Jun 23, 2010

Tiga Pertanyaan Kaisar

Kisah yang sangat..sangat..bagus untuk kita renungkan nih kawans... langsung deh!

Dahulu kala seorang kaisar sedang mencari sebuah falsafah hidup. Dia memerlukan kebijaksanaan sebagai pedoman dan untuk mengembangkan dirinya. Agama dan falsafah yg ada pada saat itu tidak memuaskannya. Jadi dia mencari falsafahnya sendiri melalui pengalaman hidup.
Akhirnya dia menyadari bahwa dia hanya memerlukan jawaban atas tiga pertanyaan mendasar. Dengan tiga jawaban ini, dia akan mendapatkan semua pedoman kebijaksanaan yg diperlukannya. Tiga pertanyaan itu adalah :

1. Kapankah waktu yg paling penting?
2. Siapakah orang yg paling penting?
3. Apakah hal yg paling penting dilakukan?

Setelah melalui pencarian panjang, yg merupakan bagian terpanjang dalam cerita aslinya, akhirnya dia menemukan jawabannya saat mengunjungi seorang pertapa. Menurut anda, apa jawaban dari ketiga pertanyaan tersebut? Tolong lihat lagi pertanyaaannya. Heninglah sejenak, sebelum anda melanjutkan membaca.

Kita semua tahu jawaban untuk pertanyaan pertama, tetapi kita terlalu sering melupakannya. Tentu saja , waktu yg paling penting adalah 'saat ini". Itulah satu2-anya waktu yg kita miliki. Jadi jika anda ingin memberitahukan ayah atau ibu anda bahwa betapa anda benar2 menyayangi mereka, betapa anda berterima kasih karena mereka adalah orang tua Anda, lakukanlah sekarang juga. Jangan tunda besok. Bukan lima menit lagi. Sekarang. Lima menit lagi seringkali sudah terlambat.
Jika anda perlu meminta maaf kepada pasangan anda, jangan banyak berpikir segala alasan. Lakukan saja sekarang juga. Kesempatan mungkin tak pernah datang kembali. Raihlah momennya.
Jawaban untuk peretanyaan kedua benar2 bermaknamendalam. Hanya sedikit orang yg mampu menjawab dengan benar. Ketika sebagai mahasiswa saya membacanya, makna yg terkandung di dalam jawaban itu telah memutar-mutarkan saya selam berhari2. Makna jawaban itu tak terbayangkan mendalamnya. Jawabanya, orang yg paling penting adalah orang yg sedang bersama anda.
Saya teringat ketika menanyakan pertanyaan-2 tsb kpd beberapa profesor dikampus dan tak sepenuhnya didengarkan. Tampak luarnya mereka seperti mendengarkan, tetapi dalam hati mungkin mereka ingin saya cepat2 pergi. Mereka memililki urusan yg lebih penting untuk dikerjakan. Itulah yg saya rasakan; kecut rasanya.

Saya juga teringat saat memberanikan diri mendekati seorang dosen terkenal dan mengajukan sebuah pertanyaan pribadi, dan saya menjadi terkejut dan begitu gembira saat dia memberi perhatian penuh kepada saya. Banyak profesor lain menunggu untuk berbicara dengannya, dan saat itu saya hanyalh seorang mahasisiwa gondrong, namun saya merasa dihargai. Sungguh beda.
Komunikasi, dan cinta, hanya dapat dibagi tatkala seseorang yg bersama anda, tak peduli siapapun mereka, adalah orang yg paling penting sedunia bagi anda, pada saat itu.Mereka merasakannya. Mereka mengetahuinya. Mereka menanggapinya.

Pasangan suami isteri seringkali mengeluhkan bahwa pasangan mereka tak sungguh2 mendengarkan mereka . Apa yg mereka maksudkan adalah pasangan mereka tidak membuat diri mereka dihargai lagi. Para pengacara perceraian harus mencari pekerjaan lain jika setiap pasangan ingat akan jawaban dari pertanyaan kedua kaisar, dan mempraktekkannya. Jadi tak peduli seberapa lelah atau sibuknya kita, saat kita bersama pasangan kita, kita membuat mereka menjadi orang paling penting sedunia.
Dalam dunia bisnis, dimana seseorang yg bersama kita adalah pelanggan potensial, jika pada saat itu kita memperlakukannya sebagai orang yg paling penting sedunia bagi kita, penjualan kita akan meningkat, dan begitu pula penghasilan kita.

Dalam kisah aslinya, sang kaisar selamat dari usaha pembunuhan atas dirinya karena sungguh2 mendengarkan saran dari seorang anak kecil dalam perjalanan menemui sang petapa. Ketika seorang kaisar yg sangat berkuasa sedang bersama dengan seorang anak kecil, anak itu menjadi orang yg paling penting sedunia baginya, dan hal itu telah menyelamatkan hidupnya.
Setelah hari yg melelhkan, ketika seorang teman datang untuk mencurahkan masalhnya kepada saya, saya ingat akan jawaban untuk pertanyaan kedua kaisar, dan memberikan seluruh perhatian saya kepada mereka. Itu adalah tindakan tak mementingkan diri sendiri. Belas kasih memasok energi, dan itu bisa jalan.

Penyelenggara seminar pendidikkan itupun, dalam wawancara pertamanya dengan anak2 yg akan dientaskannya menerpakan prinsip "orang yg paling penting adalah org yg bersama anda" . bagi banyak dr anak2 tsb, itulah pertama kalinya mereka merasa dihargai, khususnya oleh orang dewasa. Lebih2, dengan menghargai mereka, dia benar2 mendengarkan, tak hanya menghakimi. Anak2 itu didengarkan. Program2- pun dirancang sesuai dgn kebutuhan dan situasi mereka. Anak2 itu merasa dihormati, dan programpun berhasil. Saya akhirnya tak lagi menjadi pembicara utama. Salah seorang dari anak2 itu berbicara setelah saya. Dia menuturkan cerita tetntang masalah2 keluarganya, narkoba, kejahatan, dan bagaimana program itu telah mengembalikan harapan kedalam hidupnya, dan bagaimana dia akan segera duduk dibangku kuliah. Mata saya tersa basah pada penghujung cerita. Itulah pembicara utamanya.

Saat terbanyak dalam hidup anda adalh saat Anda bersama diri sendiri. karenanya, orang yg paling penting, orang yg sedang bersama anda, adalah Anda. Ada banyak waktu untuk memebrikan penghargaan bagi diri Anda sendiri. Siapakah orang pertama yg Anda sadari saat bangun tidur pada pagi hari? Diri anda! Pernahkah Anda menyapa " Selamat pagi diriku. Hari yg cerah!'? Saya melakukannya. Siapakah orang yg terakhir yg anda sadari saat berangkat tidur? Diri Anda sendiri lagi! Saya mengucapkan selamat malam kepada diri saya. Saya memberikan penghargaan pada diri saya sendiri pada saat2 pribadi. Itu manjur lho.

Jawaban untuk pertanyaan ketiga sang kaisar " apakah hal yg paling penting untuk dilakukan?" adalah peduli, " Peduli" berarti "berhati2" dan "mempedulikan". jawaban itu melukiskan bahwa hal yg terpenting adalah mengerti asal muasal diri kita. Sebelum menggambarkan apa yg dimaksud dengan peduli, melalui beberapa cerita, saya merangkum tiga pertanyaan kaisar berikut jawabannya:

1. Kapankah waktu yg paling penting? Saat ini
2. Siapakah orang yg paling penting? Orang yg sedang bersama kita
3. Apakah hal yg paling penting untuk dilakukan? Peduli


(dari buku Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya)
Comments
2 Comments

2 comments:

  1. nice story..
    berapa harga bukunya mas?

    ReplyDelete
  2. makasih..
    harga bukunya di atas 50rb lah..

    ReplyDelete

Berkicau

Community