Aug 13, 2010

Aku dan Pramuka


Saat Aku Di Sekolah Dasar,

Dwidarma Pramuka Siaga :

  • Siaga berbakti kepada ayah bundanya.
  • Siaga berani dan tidak putus asa.

Dengan khidmat aku dan teman-teman kecilku mengucapakan janji ini, penuh keseriusan yang mengaliri seluruh tubuh. betapa bangga saat itu aku telah menjadi seorang anak Pramuka.


Lalu..


Saat aku mulai Penggalang, waktu itu aku kelas 1 SMP, Semakin aku menyadari cintaku pada Pramuka sejalan dengan cintanya aku pada lingkunganku..


Trisatya Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:

menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila.

menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat

menepati Dasadarma.


Dasadharma

Pramuka itu:

  1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
  3. Patriot yang sopan dan kesatria.
  4. Patuh dan suka bermusyawarah.
  5. Rela menolong dan tabah.
  6. Rajin, terampil, dan gembira.
  7. Hemat, cermat, dan bersahaja.
  8. Disiplin, berani, dan setia.
  9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
  10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

Janji itulah akadku dengan Pramuka, masa-masa menyenangkan dan mengubah sebagian besar hidupku itu terus berjalan. namun saat memasuki usia Penegak, aku tak menemukan keadaan yang menyenangkan seperti saat-saat penggalang, sepi..tak ada kabar kegiatan. namun hatiku tetap menyimpan rindu untuk berkemah dan menyatu dengan lingkungan. Hingga akhirnya aku memasuki usia Penegak, dan bergabung di Sanggar Racana.. sebuah masterpice dari perjalanan kepramukaanku yang sederhana. Sederhana karena aku hanya memiliki keinginan yang sederhana pula, bahagia bersama alam dan sesama. Aku sama sekali tak mengharapkan kedudukan, jabatan atau hal-hal semacam itu. cukuplah aku berbahagia dengan mencintai lingkungan dan kawan-kawanku. cukuplah aku tersenyum lembut merasakan desiran angin Lembah Madani, Pelukan Hangat Sleeping Bag di Rinjani, dan Tawa sahabat-sahabatku. Bukankah bahagia tujuan hidup kita kawan.


Sepertinya Tuhan telah men-setting hati, jiwa dan otakku untuk hal-hal yang biasa-biasa saja..(bagi orang lain, mungkin).. Maka aku menikmati porsi yang diberikan Tuhan untukku, dengan segala keceriaan, senyum, dan tangis haru yang penuh cinta pada sahabat. Riak-riak hidupku begitu indah bersama Pramuka. Dalam sederhana dan sebagai penikmat yang sesekali melukis sebuah warna untuk Sanggar racanaku untuk disuguhkan pada dunia.


Apapun yang terjadi sekarang padaku.. apapun yang akan diucapkan mereka padaku. biarlah menjadi bumbu dalam hidupku. Aku tetap seorang yang mencintai Kepanduan. Aku tetap seorang anak Pramuka yang sederhana, yang hanya ingin bahagia dan mengajak orang lain bahagia dengan sederhana dan bersahaja.....


Selamat Hari Pramuka Sahabat-sahabatku, Semoga Pramuka selalu abadi... Paling tidak dihati dan jiwa kita.

Durgahayu Pramuka ke-49. Satu Pramuka untuk Satu Indonesia. Berdamailah....



Salam Pramuka!!


Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community