Aug 5, 2010

Kegelisahan Seorang Anak

Akhir-akhir ini otakku sering di pusingkan oleh pertanyaan-pertanyaan mengenai pencapaian apa yang berarti yang telah kudapatkan selama hidupku. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul –jika mulai terasa parah- hampir membuat vertigoku kambuh!

Misalnya, di umur sekian apa sih yang sudah aku berikan untuk membahagiakan orang tuaku? Bukan berarti selama ini mereka tidak bahagia, tapi sebagai anak , apalagi sebagai anak tertua dalam keluarga dan di usia yang tidak kecil lagi aku merasa sangat tertuntut untuk paling tidak memberikan sebuah kebanggaan yang lebih dari sekedar kebanggaan-kebanggaan yang selama ini ku berikan pada mereka. Selama ini mereka mengaku bahagia karena aku bukan termasuk anak-anak nakal yang melawan orang tua, mereka juga mengekspresikan rasa bangganya dengan membelikanku computer baru karena aku selalu jujur dalam hal keuangan yang berkaitan dengan kuliahku. Mereka juga sangat bangga atas prestasi kuliahku selama ini. Tapi entah mengapa semua itu rasanya seperti belum cukup bagiku untuk menunjukkan bahwa aku sudah bisa memberikan yang terbaik untuk kedua orang tuaku. Maka mulailah pikiranku menerka-nerka apa lagi kebanggan yang bisa aku persembahkan untuk mereka.

Tahukah kawan, tak ada yang lebih tulus kasihnya selain orang tua kita. Tak ada orang lain yang lebih bangga saat kau berhasil selain orang tua kita. Bahkan saat kita terjatuh kedalam lumpur masalah terdalam sekalipun, mereka akan berusaha menyelamatkanmu. Aku tahu sekali, mereka tak terlalu mengaharapkan materi dari anak-anaknya, keberhasilan kita, kesuksesan kita itulah sumber senyum mereka, sumber kebahagiaan mereka. Tapi sebagai anak tentu kita juga ingin membalas semua kasih sayang berupa keringat dan materi yang mereka berikan, meski sampai kapanpun kita tak akan mampu membalasnya. Adalah sebuah kebahagiaan yang tak terperihkan jika selama mereka hidup, kita selalu membuatnya tersenyum dan bangga.

Namun saat ini, aku ingin memberikan sesuatu yang berbeda untuk mereka. Sesuatu yang benar-benar menunjukkan bahwa aku bukan lagi anak kecil seperti pandangan mereka selama ini. Paling tidak aku mengharapkan sebuah pekerjaan yang baik, tapi aku belum menemukan itu. Selama ini aku hanya bisa bekerja part time sambil kuliah dengan niat agar aku tak lagi memberatkan orang tuaku –meski sebenarnya mereka tak merasa terbebani- dalam urusan pembiayaan kuliahku.Paling tidak aku bisa sedikit merngankan beban mereka dalam hal biaya kuliah. Aku hanya mahasiswa keguruan yang kelak ijazahnya hanya akan berlaku disekolah-sekolah bukan dikantor-kantor atau instansi. Padahal sebenarnya aku ingin sekali menjadi pengusaha yang handal dengan kemampuan bisnis yang hebat. Tapi saat itu, aku ingin terus membahagiakan orang tuaku, aku mengikuti keinginan mereka untuk kuliah keguruan meski sebenarnya aku ingin kuliah informatika atau akuntansi. Hhh.. sudahlah. Itu masa lalu.
Sekarang yang harus aku lakukan adalah terus bersyukur dan ikhlas. Aku masih beruntung dari orang lain yang tak bisa mengenyam bangku kampus, Aku juga masih beruntung bisa belajar tentang banyak hal di dunia kampus. Dan aku sangat beruntung memiliki orang tua yang sangat memperhatikan masa depan anaknya.

Maka biarlah jalan yang mereka pilihkan untukku ku jadikan jalanku juga. Apapun dan dimanapun tempatnya yang penting ilmunya dan aku bisa belajar. Tuhan mencintai manusia pembelajar dan PR-ku sekarang, aku harus terus mencari pengalaman dan pekerjaan yang baik sebelum nanti aku sudah benar-benar kelar kuliah dan terjun ke dunia sekolah yang sudah pasti penuh peraturan dan membuatku tak bisa lagi menikmati berjuta-juta pengalaman lain diluarnya.

Semoga Tuhan senang dengan semua usaha kita membahagiakan dua manusia paling berjasa sepanjang sejarah kehidupan kita. Ayah dan Ibu kita.

Comments
4 Comments

4 comments:

  1. Yakin aja mas.
    niat baik mas itu sudah merupakan hal yang baik.

    ReplyDelete
  2. sadarilah bahwa itu sesungguhnya jalan yg diberikan tuhan.....karena sesungguhnya orang tua hanya berharap itu jalan terbaik namun sesungguhnya tuhan yang paling atu apa yg terbaik untuk kita....
    insyaallah dengan syukur, ihlas dan sabar semua pasti berakhir baik
    niat utk membahagiakan ortu sesungguhnya adalah persembahan terbaik..........

    ReplyDelete
  3. @citra: makasi semangatnya citra

    @dinda: sip..

    @anonymous : makasih banyak nasehat n masukannya yg sangat beratti bagi saya...

    ReplyDelete

Berkicau

Community