Sep 21, 2010

Last Night at My Home...

Malam ini adalah malam terakhir aku di kampungku, besok aku akan kembali lagi ke Mataram untuk kembali masuk kuliah. Ada banyak pikiran sekaligus kekhawatiran dalam otakku. Banyak sekali. Dan aku takut Vertigo yang selama ini reda muncul kembali.

Hal terbesar yang aku khawatirkan adalah wisuda. Wajar jika orang tuaku mulai cerewet menanyakan kapan aku akan wisuda. Karena umurku bukan anak-anak atau ABG lagi. Aku sudah layak disebut pria dewasa yang seharusnya di umur sekarang sudah memiliki pekerjaan tetap dan tabungan. Mungkin seperti itu pemikiran orang tuaku. Walau dalam pikiranku yang sebenarnya tak sepereti itu. Aku ingin berlama-lama di Mataram, bekerja dengan hobyku dan menyeleseikan kuliah dengan tenang. Tapi tak ada satu orangpun yang mengerti apa sebenarnya yang “nyaman” untuk ku lakukan. Mereka melihat bakat dan minatku dari sejak kecil. Tapi aahhh tak baik membicarakan hal itu sekarang. Sudah terlalu jauh ku lewati. Sekarang, apapun itu, mau tidak mau, ikhlas tidak ikhlas aku harus menjalaninya dengan sabar. Walaupun sama sekali tak sesuai dengan apa yang aku inginkan. Mungkin saja apa yang aku inginkan bukan yang terbaik untukku. Hhh..cara menghibur diri yang sudah klasik buatku.

Aku kuliah Pendidikan dan Guru Sekolah Dasar mengikuti kemauan Kakekku yang sangat ingin melihat cucu pertamanya berseragam dan menjadi Guru yang mulia. Lalu tahun 2005 aku mendaftar kuliah di Diploma 2 PGSD Universitas Mataram. Dan meski dengan keterpaksaan aku sukses wisuda dengan IPK yang bisa dibilang membanggakan. Lalu pemerintah yang hoby gonta ganti kebijakan pendidikan kembali berulah dengan mengatakan standar pendidikan Guru SD minimal harus S1. Wah..keren aku setuju sekali hal itu. Karena aku bisa lebih lama lagi kuliah dan bersama sahabat-sahabatku. Setelah menunggu selama satu tahun untuk pembukaan S1 PGSD, akhirnya di buka juga tahun 2008 kemarin. Masuknya pake seleksi, eh aku gak lulus. Lalu kuputuskan untuk melanjutkan kuliah di Universitas M Mataram ambil study English. Aku hanya bertahan kuliah 1 semester karena tak nyaman dengan Jumlah SKS yang banyak, Biaya SPP yang di atas normal tapi Dosennya hanya 2,3 orang saja. Tiba-tiba nilai keluar padahal gak pernah kuliah. Hadeehh… apa-apaaan! Aku minggat dari sana dan mengikuti tes seleksi transfer S1 PGSD di unram yang di buka tahun 2009.Alhamdulillah aku lulus dan mulai kuliah. Parahnya orang tuaku mikirnya aku kuliah melanjutkan kuliah yang di M yang artinya aku akan wisudah awal 2011 mendatang. Dan betapa repotnya aku menjelaskan semua ini pada orang yang sulit mengerti aku. Yang tak pernah mau bertanya (atau paling gak kompromi) “apa yang aku inginkan untuk masa depanku?”. Maka seribu alasan mulai ku siapkan! Aku tahu, aku salah.. tapi ini bukan sepenuhnya salahku. Jika boleh aku berandai-andai. Maka aku akan bilang. Andai saja dulu setamat SMA aku di ijinkan kuliah Komputer n informatika atau desain grafis yang begitu ku minati dan membuatku tertarik, jalan hidupku tak akan seperti ini. Sekarang siapa mau peduli aku? Yang ada adalah… mereka (siapa saja yang hoby ngomongin orang) akan bilang : “Dia yang pengangguran” “Udah seumur itu kok belum klar ya kuliahnya?” atau “Adik-adiknya yang dulu SMP udah masuk SMA kok dia belum kelar-kelar kuliah?, pasti nakal tu anak” atau “Kasian bapaknya, masih aja biayain anaknya padahal dah besar gitu…”!!!! Nah… jika begitu bukan hanya otak yang kasian, hati juga ancurr.. ckckckc… padahal sebagian besar orang yang melihat secara kasat mata, betapa beruntungnya aku yang punya ortu baik dan kakek yang memanjakanku. Hhh…. Jika aku mulai mengeluhkan ini, maka muncullah nasehat..kamu harus banyak bersyukur….hahahaha… iya aku bersyukur masih waras dan gak seperti Raju di film 3 idiots yang nekat loncat gedung karena tertekan. Aku masih anak yang baik yang menuruti semua kata-kata ibu bapak kakek nenek paman bibi de es be meski aku adalah topic gunjingan terselubung yang hot di bibir bibi-bibiku yang manis. Sadiss!

Nah, besok aku akan kembali ke Lombok. Aku akan menemui masalah di Organisasiku yang juga sekusut sabut kelapa! Tak ada pula yang mau mengerti keadaanku… apa dunia ini udah gak waras ya? Atau mungkin nanti saat aku benar-benar pusing dan putus asah, kiamat bakal muncul kali ya..

Tenang..hidupku sangat berharga untuk menyerah pada keadaan ini. Otakku lebih keren dari mahluk lain. Masih fresh! Aku akan hadapi, apapun caranya aku harus sukses. Biarlah si peri bibir bergunjing ampe dower, I don’t care! Semoga kiamat masih lama agar aku bisa nunjukin kalo aku emang bisa diandelain dalam keluarga.

Ck..ck..ck.. bahkan aku hamper lupa pada wanita cantik yang selalu merindukanku di sana… maafkan aku sayang..

Okeh! Selamat malam. Esok harus lebih baik!!!

Salam!

Comments
1 Comments

1 comment:

  1. Sabar mas..tuhan punya rencana lain untuk mas.
    keep spirit ya!

    ReplyDelete

Berkicau

Community