Oct 26, 2010

Hujan Kali Ini ( Catatan 26102010)

Pagi-pagi sekali aku dibangunkan oleh adik sepupuku. Hari ini aku harus mengantarnya ke kampus. Tidak seperti biasanya dia berangkat sendiri dengan Jupiter Merah. Hari ini aku akan ke Kantor Universitas Terbuka untuk mengurus nilai salah satu saudaraku yang tak keluar. Jalanan pagi sangat ramai, hampir semua perempatan yang ku lewati macet. tapi tak separah di Jakarta-lah. Masih jauh lebih nyaman macet di Lombok (macet kok nyaman!?).

Jam 9 aku ke Kantor UT. Gedung yang lumayan bagus untuk sebuah kantor (rektorat) sebuah kampus. sayangnya tak ada tempat teduh untuk memarkir motor. Aku hanya bisa pasrah kalau pulang nanti pantatku akan merasakan panas dari jok motor. Aku memasuki kantor yang lumayan besar itu, ternyata sudah begitu banyak orang dengan keperluan masing-masing. Ada yang mengurus Nilai sepertiku, ada yang legalisir Ijazah, yang paling banyak adalah yang mengurus surat keterangan masih kuliah. Hmm.. AKu paling tidak nyaman dengan keadaan ramai dan ribut seperti ini. Ku putuskan untuk duduk dan menunggu di bangku tunggu yang berjejer di ruang tunggu persis di depan loket. Bosan mulai menyerang, tak ada yang bisa menawar rasa bosan kecuali buka akun Facebook via ponselku.

Satu jam berlalu. aku sudah benar-benar bosan. Suara manusia-manusia ini lama kelamaan seperti suara sekelompok lebah eh itu terlalu bagus tepatnya mirip suara demonstran yang menuntut dibatalkannya kedatangan Bintang Porno asal Jepang Miyabi. Huff.. AKu berdiri mencoba meluruskan kaki yang dari tadi tertekuk, dengan kepala juga tertunduk sejak sejam lalu didepan Handphone. Lumayan membantu cara itu. Aku berjalan mendekati loket yang masih ramai. Lalu sedikit demi sedikit aku mulai menerobos dan melewati beberapa bapak-bapak dan ibu-ibu yang berjubel. Tak ada kata antri lagi. Ckckck.. dalam pelajaran PPKn, sejak SD semua siswa diajarkan untuk membudayakan antri lha sekarang yang di depan mataku semuanya guru. hahaha... lucu! AKhirnya bisa juga aku berada tepat di depan loket, tepat di depan bapak petugas yang dari raut wajahnya mulai kelihatan stres. wajar.. siang yang panas begeni emosi gampang tersulut apalagi kalau capek ditambah lagi lapar. Dengan Pelan dan tenang aku mengutarakan maksud dan tujuanku untuk mengurus nilai saudaraku yang tidak keluar itu. SI petugas malah dengan muka hampir marah bilang kalau untuk mengurus hal itu tempatnya di loket sebelah! GGrrrrr........! Ku arahkan pandanganku ke loket sebelah. Aiih maak tak kalah rusuhnya dari loket ini. akupun kembali ke tempat dudukku dan lebih memilih update status!

Satu jam berikutnya. Mulai lengang. Aku bergegas ke loket yang dimaksud bapak tadi. Penjaganya ibu-ibu paruh baya yang wajahnya terlihat ramah namun jelas terlihat capek dengan keringat yang tak sempat dilapnya. Kasian ibu ini batinku. AKu mangutarakan maksudku. dan ibu itu dengan sisa-sisa keramahannya melayaniku. AKu merasa nyaman dengan pelayanannya. Tak lebih dari 15 menit, selesai urusanku. Aku berbalik dan tak lupa mengucapkan terimakasih dengan bonus senyum paling manis yang kupunya hari itu. Bebas juga aku dari para guru yang selalu mengajarkan anak muridnya untuk antri itu.

NAh..benarlah kiranya. Duduk di jok motor seperti duduk di atas wajan hampir 100 derajat. Awalnya tidak sanggup menyerahkan seluruh pantatku pada jok ini. tapi lama-kelamaan aku percayakan bokongku padanya dan berkat kepercayaanku itu panas yang sedari tadi berkencan dengan jok menguap juga. Kukebut Jupiter merah itu ke arah Konter Handphone. Yah kali ini aku akan membeli sebuah handphone untuk adikku. Kemarin dapat info dari seorang teman ada konter HP yang letaknya di pinggiran kota, dekat rumah sakit jiwa dan di sebelah sawah menjual handphone Qwerty dengan harga yang sangat murah cuma 200an rupiah. Nah aku yakin kamu juga pasti mau kan kawan. menurut cerita si temanku itu. Fiturnya HP-nya lengkap dan garansi. Maka dari itu aku tak mau berpikir panjang untuk ke sana meski jaraknya dari Kost ke Kantor UT kemudia ke Konter HP nan jauh dimato itu hampir sama dengan mengitari KOta Mataram 4 Kali dengan bensin full. Tadinya aku berencana pergi dengan si teman sumber info itu tapi dia tidak bisa, alasannya dia sedang diare. bah!

43 Menit kemudian sampailah aku di Rahayu Cell yang memang benar letaknya jauh dan mewah alias Mepet saWah. hehehe. Rada-rada malu juga mau masuk dan bertanya tentang HP Qwerty murah. Di dalam konter sedang ada pembeli lain, seorang cewek yang kalau boleh ku nilai-nilai.. dapat nilai 9,8 deh! Sweet sekali. Gengsi mulai muncul nih hahaha aku duduk di atas motor di depan konter sambil berpura-pura menelpon seseorang. :) baru setelah si cewek sweet pergi aku masuk dan menanyakan prihal HP 200an ribu itu. Tapi aku tidak langsung menanyakan itu. Pertama-tama aku bertanya

"Siang mbak, boleh liat-liat HP-nya ya?" Kataku sok cool

"Oh silahkan mas.." jawab si mbak dengan senyumnya

Aku mulai melihat-lihat handphone koleksi konter MeWah itu. bagus-bagus juga. Dari Handphone bergambar Rhoma Irama sampai yang bergambar Tawon. beuhh...komplit juga. Setelah merasa cukup melihat-lihat aku mulai ke inti permasalahan.

"Mbak, Harga HP paling murah disini berapa ya mbak?"

"Paling Murah 400an ribu mas, nih yang ini" Jawab si Mbak sambil menyodorkan HP merk Rito yang di kotaknya ada pose sok sweet seorang mentalis.

"hmm...." aku hanya bergumam dan dalam hati "sialan temanku, katanya paling murah 200 ribu."

Akupun jujur dengan maksud kedatanganku untuk mencari dan membuktikan benarkan ada HP seharga 200ribuan di konter ini. Lalu si Mbak menjawab

"Tidak ada mas, kemarin sih ada yang murah tapi harganya 300ribu. itupun tanpa external memori card"

"Ooo..begitu..gini mbak aku kan mau beli HP buat adikku, nah kebetulan ada temen yang rekomendasiin konter ini sebagai tempat beli HP murah dan bagus. Temanku bilang ada yang harga 200an. kan untuk banget itu mbak. sebagai mahasiswa aku kan harus hemat dan mencari HP yang harganya semiring mungkin. Benar kan mbak?" Ah..aku jadi curhat. tapi asal kau tahu kawan.. jujur itu bikin hati adem, percaya deh!

Si Mbk tersenyum kagum padaku (Bagian yang ini aku gak peduli kau mau percaya atau tidak hehe). Dia hanya mengulang kata-kata awalnya bahwa harga HP paling murah di konternya adalah 400 ribu rupiah. Tapi aku yakinkan diri bahwa dalam hati mbak itu dia sedang kagum pada kejujuran dan ketulusanku ingin membelikan HP untuk adikku. terserah itu benar atau tidak yang jelas aku hanya ingin menghibur diri yang sedang malu.

Dengan muka yang di usahakan serileks mungkin aku pamit pada si mbak penjaga konter. Perut mulai lapar, jadi sebelum tiba di kost yang tak ada lagi makanan aku memutuskan untuk makan siang sendiri di warung-warung tenda di dekat RSU Mataram. Enak Masakannya. Langit mulai mendung. Aku bergegas ke Tukang bordir untuk memesan Tas Ransel buat adikku Yudhi yang Tahun ini lulus SMP. Lalu ke Konter Pulsa untuk mengisi pulsa adikku perempuanku Alice. Barulah aku menuju kost. Langit semakin mendung. Prediksiku hujan hari ini akan turun dengan lebat dan lama. Di depan Kampus Kademi Pariwisata aku membeli bensin botolan di pinggir jalan, nenek tua penjual bensin itu sepertinya ingin curhat padaku. Katanya Mendung itu tebal sekali, pertanda hujan akan turun lama dan kalau sudah begitu kiosnya pastilah banjir. Aku terharu.. Tapi maaf nek, aku lelah sekali. Semoga suami, anak dan cucu nenek segera datang dan memberskan kios nenek sebelum hujan turun, kataku dalam hati. AKu mencoba memberikan senyum simpatiku pada si nenek dan dia membalasnya dengan senyum pula.

Ku kebut Jupiter merah dan 15 menit kemudian aku telah sampai di gerbang kost. sementara Hujan mulai berjatuhan. Ku parkir motor di garasi, Lalu sebelum ke kamar aku berwudhu untuk sholat Zuhur.

Entah ini hari yang seru, melelahkan atau membosankan aku tak bisa menilainya. Yang aku tahu aku bersyukur aku tak kebasahan oleh hujan yang turun begitu lebatnya.
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community