Nov 30, 2010

Lagi Pengen Nulis tentang G.Rinjani

Jika bicara tentang Lombok, selain pantai-pantainya yang alami dan eksotis maka bagi sebagian orang secara refleks kita akan membayangkan sebuah Gunung berapi yang anaknya masih aktif hingga sekarang. Itulah Gunung Rinjani. Gunung tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan ketinggian 3.763 Mdpl. Hmm lebih tinggi dari Gunung Agung di Bali atau Gunung Bromo. Terletak di tengah-tengah pulau Lombok maka di sebutlah Puser Gumi oleh masyarakat Lombok.

Sejak kecil, aku sudah bermimpi suatu saat aku akan mendaki gunung ini. Aku sering berandai-andai atau menebak-nebak tentang keadaan dan apa yang ada di Rinjani. pada saat itu Rinjani sudah menjadi salah satu bahan Imaginasi terbaikku sebagai anak kecil. Waktu Favoritku memandang Rinjani adalah Pagi dan Sore. kau tau kawan. Rumahku bukan di Lombok melainkan di Sumbawa, Pulau diseberang pulau Lombok dan aku masih bisa menikmati kokohnya Rinjani dari sana. Dari garis pantai La Pade.

Aku ingat.. entah dari mana aku mendapatkan mitos itu yang jelas aku ingat sekali. Waktu itu aku masih duduk di sekolah dasar dan bersama teman-teman sebayaku beradu imaginasi tentang Rinjani. Dengan penuh semangat dan penghayatan ku Ceritakan kisah tentang Rinjani versiku pada sahabat-sahabat kecilku. Konon, kataku. Dahulu Kala Rinjani itu adalah seorang puteri baik hati. Ia ikut berperang melawan kejahatan di Pulau Lombok. Hinggal suatu hari si puteri tewas. Lalu kemudian di kuburkan dan terjadilah keajaiban. Tanah kuburannya membesar dan membentuk Gunung.. semakin lama semakin tinggi dan jadilah Gunung Rinjani. :) (aku selalu senyum-senuum sendiri jika ingat masa-masa itu) lalu salah seorang temanku bertanya dengan serius "Lalu, kenapa ada lekukan di ujung Rinjani" dengan penuh percaya diri dan semangat aku jawab pertanyaannya. "Itu karena pada waktu itu anak panah Ramayana nyasar dan mengenai puncak Rinjani.." teman-temanku mengangguk takjub! Hahahaha...

Ah...masa-masa yang begitu indah.

Sudah menjadi tekatku untuk memenuhi keinginan kecilku itu. Berbagai info bahkan mitos ku tampung sebagai bahan refrensi. Lalu agustus 2009 aku berkesempatan juga untuk mendaki Rinjani. Adalah sebuah kewajaran jika aku begitu bangga dan bahagia karena mimpi kecilku itu terwujud. Meski harus susahpayah mendapatkan ijin dari orang tuaku.

Rinjani adalah bagian peradaban masyarakat yang ada di lereng dan sekitarnya. Rinjani Memiliki kaki yang luas dan hutan-hutan yang lebat. Tidak heran jika Lombok begitu subur.

Berbagai mitos juga tak lepaslah dari Rinjani dan beberapa gunung Lainnya di Indonesia. Maklumlah mayarakat negeri kita ini masih banyak yang mempercayi mitos namun semua itu ada positifnya juga bagi sebuah tempat. Misalnya mitos air yang bisa menyembuhak penyakit di sebuah mata air. ini bisa dimanfaat untuk menjaga dan mengundang banyak wisatawan ke tempat tersebut. Begitu juga halnya dengan beberapa tepat di Gunung Rinjani. Danau Segara anak salah satunya. Bagi suku Sasak, Danau Segara Anakan dianggap tempat sakral yang harus dijaga kesuciannya. Danau berwarna hijau dan biru itu, digunakan pula sebagai tempat ziarah dan peribadatan umat Hindu, Islam Wettu Telu (sinkretisme Islam-Hindu) serta kepercayaan pada Tuhan Yang Maha Esa. Maka tak perlu heran, bila mencium asap dupa atau menemukan kembang sesaji di sekitar tepian danau. Selain itu, Suku Sasak sangat menghormati tempat persemayaman Dewi Anjani ini, yang dipercaya sebagai penguasa tertinggi alam gaib Gunung Rinjani ini. Air danau yang berasa kesat, akibat campuran air tawar dan air belerang ini, diyakini sebagai obat ampuh untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Percaya atau tidak, nyatanya keadaan ini menyebabkan tumbuhnya kearifan budaya lokal untuk menjaga kelestarian lingkungan dan menghindari eksploitasi sumber daya alam. Terlepas dari semua itu, para pendaki akan merasa dimanjakan alam. Untuk melemaskan otot yang tegang, kita bisa berendam air panas seharian di beberapa kolam belerang alami. Walaupun dijadikan tontonan puluhan monyet liar yang bertaring tajam. Pendaki perlu juga mewaspadai monyet – monyet yang berkeliaran di sini karena terkadang mereka mencuri barang – barang bawaaan pendaki.

Yah..itulah Rinjani. Tak akan habis untuk di ceritakan setiap sudutnya. Cara untuk memuaskan diri akan ceritanya hanya dengan mendatangi dan menginjakkan kaki di atasnya.
Comments
2 Comments

2 comments:

  1. Kalau mau melukiskan tentang keindahan rinjani memang tiada habisnya, rinjani cantik seperti sosok legenda Dewi Anjani sang penghuni Rinjani..
    Rinjani the Best lah pokoknya, apalagi kalau memandang Kaledra nya, rasanya pengen buat rumah aja si sana, biar ga turun2 lagi.. hehe

    ReplyDelete
  2. bener banget bro..
    kemarin abis ikut Jambore Anak Sekolah.
    trs bahasannya tentang masyarakat adat dan kearifan lokal masyarakat di wilayah lereng rinjani.
    jadi pengen nulis tentang rinjani deh.
    thanks dah comment ya.

    ReplyDelete

Berkicau

Community