Nov 3, 2010

Sang Pencerah, I Think.....

Hmm.. Hujan lagi cuy!
Aku sudah malas mikrin ini sebenarnya musim kemarau atau memang musim ujan. Udah gak ketebak deh. Jadi biarkan sajalah alam dengan maunya. Mungkin alam juga udah bosan membiarkan manusia dengan maunya.

Hari ini i feel free. Nothing serious activities. Just cleaning my room, watching TV and some movie, playing some game in my PC.. And now i think akan lebih baik dan bermanfaat kalau aku ngisi blog-ku ini. Better than sleep or make a joke with my temen-temen kost yang bawel. Walau sometimes seru juga layani cerewetnya mereka.

Sebenarnya pengen bahas film Sang Pencerah yang ku tonton kemarin. Tapi ide yang sudah datang ke otaku kemarin buyar gara-gara ketawa-ketawa lamaa banget sama teman-teman kost. Benarlah kata Rasulullah.. Banyak tertawa bisa mematikan hati. Astagfirullah. Ah..tak usah ku rencanakan kapan aku akan nulis, sering aku merencanakan sesuatu dan pasti gak berhasil justru hal-hal yang jauh dari rencana itu yang sering terjadi. Unplan!

Intinya.. Film Sang pencerah adalah salah satu film terbaik milik Indonesia yang pernah ku tonton. Gambaran semanga KH. Ahmad Dahlan benar-benar menginspirasi. Gigihnya belajar dan menehakkan kebenaran itu yang harus dan harus di miliki oleh pemuda dan pemimpin saat ini. Satu lagi, tujuan utama Muhammadiyah kalau aku boleh bekomentar nih (Aku pernah kuliah dan bergelut di Kampus Muhammadiyah Setahun) bisa di bilang sudah jauh dari yang di cita-citakan KH. Ahmad Dahlan.

Ayo kita bandingkan. KH.Ahmad Dahlan (dalam film itu) Membangun sebuah madrasah ibtidaiyah secara gratis dan benar-benar gratis untuk kalangan yang terpinggirkan. Aku terharu melihat AH mengumpulkan anak-anak tak mampu yang tidur di pinggir jalan bahkan memandika anak-anak itu dengan tangannya sendiri. Tujuan semua itu di lakukan AH semata-mata agar tak ada lagi generasi yang bodoh dan terbodohkan oleh penguasa dan Belanda pada saat itu. Lalu mari kita simak apa yang ku lihat dan ku rasakan di kampus Muhammadiyahku setahun kemarin. Aku berharap semoga kebobrokan itu cuma ada disini bukan di kampus lain. Sekarang yang kita lihat semua hampir berorientasi uang..uang..dan uang.. bahkan mau ngambil KHS (Kartu Hasil Studi) mesti bayar 10ribu. buat anak kost itu bisa buat makan dua hari lho.. Jumlah SKS yang di berikan wow.. buanyak dan banyak pula aku harus bayar tiap SKS itu. Sangat-sangat banyak menurutku. Tapi tahukah kawan, dosen yang pernah mengajar cuma 3 orang dari sekian banyak Mata Kuliah. Bahkan ada mata kuliah yang tak sekalipun dosennya masuk. hahahaha... Damn it! Itulah yang akhirnya aku berhenti kuliah di sana dan berusaha lulus tes di Universitas Mataram. Ku harap jika ada pihak bersangkutan yang membaca tulisan ini tolong jangan marah, tapi ku mohon untuk memperbaiki saja semuanya. Aku cuma mengutarakan apa yang ku alami dan itu memang benar adanya. Anehnya hampir semua mahasiswa keberatan dengan sistem seperti itu tapi tak ada yang mau berkomentar. Hmm..

Ya..semoga dengan adanya Film Sang pencerah yang menceritakan sejarah berdirinya Perkumpulan Muhammadiyah pihak yang bersangkutan lebih arif dalam menerapkan sistem dalam kampusnya. Demi pendidikan negeri ini. Lihatlah negeri ini.. Kacau balau sistem pendidikannya karena dibanyak tempat pendidikan di jadikan bisnis untuk mencari keuntungan pribadi. Ketulusan hati, itu yang sangat di butuhkan negeri ini. Ketulusan memberikan yang terbaik untuk negara, ketulusan mengajar bagi para guru dan dosen, ketulusan mempimpin bagi para pemimpin.

Semboyan muhammadiyah yang di ucapkan KH. Ahmad Dahlan membuatku terharu saat menonton film ini. Mari renungkan lagi...

“Hidup-hidupilah Muhammadiyah tapi jangan mencari hidup di Muhammadiyah…”

Sekali lagi, mohon maaf bila ada yang mungkin tak berkenan dengan postingan ini. :)
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community