Jan 1, 2011

Catatan 2010, Selamat Tahun Baru 2011

Alhamdulillah.. finally kita sampai di tahun 2011. Allah masih berkenan memberikan kita kesempatan untuk melanjutkan hidup. Kesempatan untuk mengejar harapan dan memperbaiki segala kesalahan yang telah lewat. Saling memaafkan sebelum terlambat.

Ada banyak hal yang terjadi dalam hidupku tahun 2010 kemarin. Suka, duka, tangis dan tawa. Bersama keluarga, saudara, teman dan sahabat. Semua telah terlewati. Ada banyak hal yang tertunda dan ada juga hal-hal yang berhasil terlewati dengan baik. Tentunya kegagalan juga menghiasi kehidupanku 2010 kemarin.

Awal tahun 2010, aku di amanahkan untuk memimpin organisasi Pramuka di kampusku. Tepat di awal tahun aku harus memulai kerja kerasku yang sebenarnya bukan bidang dan bakatku. Aku orang terbiasa di balik layar dan bekerja sendiri. Kali ini aku harus meminpin, mengarahkan dan membimbing teman-temanku dalam hal ke pramukaan yang aku sendiri sebenarnya tidak mumpuni. Sudah terjadi kekeliruan pada pemilihan itu. Kekeliruan teman-temanku dan salahku pula. Tanpa sepengetahuan dan persetujuanku aku di calonkan dan banyak yg memilih. Aturannya tak ada protes, setuju gak setuju harus maju asal banyak yg milih. Dan akhirnya jadilah aku sebagai ketua umum. Malang nasibku harus bejibaku dengan aktivitas sebagai seorang ketua yang sebenarnya hanya eksen dibalik layar selama menjadi anggota dan aku menyukai itu. Aku bebas berekpresi dibelakang layar, menyiapkan kegiatan, mendesain rupa-rupa baju, pamphlet, web, dll. Awal-awal jabatan aku menyenanginya. Banyak pelajaran baru yang ku dapat, namun aku yang basicnya seorang anak yang pasif dan pemalu membuatku kesulitan dalam berintraksi dengan banyak orang terutama orang diluar organisasi. Bulan pertama hingga ke 5 semua berjalan lancer, aku sempat mengadakan beberapa kegiatan yang lumayan besar dan sempat mengikuti kegiatan camp ke Trisakti Jakarta. Memasuki bulan ke-enam keadaan mulai tak bersahabat. Prokontra mulau berdatangan, cercaan dari segala macam pihak yang aku tak mengerti. Lalu ujungnya aku memutuskan mundur dari jabatanku karena masalah mulai dating dari keluarga yang menginginkanku untuk focus kuliah. Saat itu aku kuliah sambil bekerja dan memimpin organisasi. Aku sama sekali lupa prioritas itu! Keputusan mundurpun masih menyulut pro dan kontra, pihak yang mendukung dan menentang membuatku tambah pusing. Lalu akhirnya ku putuskan untuk focus pada pekerjaan saja. Keadaan mulai reda dan klimaksanya desember kemarin saat penggantian ketua umum.

Lepas dari hal itu aku bahagia memasuki 2010 kemarin. Banyak hal yang bias ku dapatkan. Aku berhasil mendapatkan beasiswa prestasi selama setahun dan pekerjaan sebagai Oprator warnet. Lumayanlah gajinya untuk bayar SPP dan bayar kontrakan. Tapi tahun 2010 juga aku berhenti di warnet dan beralih ke radio, aku ikut training dan lolos. Tapi tak begitu indah..aku harus ikut tes PNS di Sumbawa dengan keputusan aku harus resign dari radio. Dan kenyataannya aku gagal di tes PNS di radiopun sudah tak ada kesempatan. Apess! Untungnya proposal usahaku ke program GEMA (Gerakan Eterpreneurship Mahasiswa) unram lolos seleksi. Itu artinya aku akan mendapatkan dana untuk pengembangan usaha koas distroku. Aku akan berbisnis! Sampai saat ini aku masih menunggu dana itu cair.

Kegagalan-kegalan yang masih saja ada kupikir tadinya akan membuat kecewa orang tuaku. Tapi mereka telah mengajarkan berhati besar. Meski begitu besar keinginan mereka untuk melihatku menjadi seorang Peegawai negeri Sipil mereka tak lantas tidak menerima kegagalanku dalam tes itu. Justru akulah yang merasa telah mengecewakan mereka dan jurtu merekalah yang membesarkan hatiku untuk menerima keanyataan bahwa mungkin belum saatnya aku untuk menjadi seorang PNS. Aku sendiri heran kenapa orang-orang dilingkunganku begitu mengagungkan status sebagai PNS, seolah-olah itu adalah kasta yang pantas dibanggakan dan dihormati. Belum PNS itu artinya belum berhasil mungkin begitulah Penilaian orang-orang dikampungku. Ah..tapi ku piker keinginan orang tuaku sederhana saja, mereka ingin hidupku bahagia. Betapa sayangnya mereka padaku.

Lalu sekarang aku harus kembali lagi ke bangku kuliah dan berusaha menyelesaikannya. Meski mulai bosan kuliah aku harus semangat! Taak boleh lagi aku berpikir bahwa jurusan yang ku jalani ini adalah keterpaksaan. Tak boleh! Aku harus sering mengingatkan diri bahwa orang tuaku ingin aku sukses dengan mereka ikut campur dalam setiap pilihan hidupku. Baiklah!

Apa kabar cinta?
Hmmm.. tahun 2010 merupakan tahun terberat bagiku dalam urusan cinta. Wanita cantik yang begitu ku sayangi dipaksa menikah olehh kedua orang tuanya dan seketika pupuslah harapanku. Lalu aku beralih ke wanita cantik satunya lagi yang dlu pernah hadir mengisi hatiku. Belum sempat ku dekati dia menikah lagi dengan plihannya. Hmm.. aku bahagia atas pilihannya..lelaki itu adalah lelaki yang pantas untuknya. Sepadan dan jauh lebih matang dari aku. Life must go on. Meski ledekan kawan-kawanku karena aku ditinggal married oleh dua cewek begitu menggangu aku mempertbal saja telingaku. Biarkan mereka bicara, ada saatnya mereka lelah lalu berhenti. Sampai suatu hari ku temukan wanita yang benar-benar menyerahkan hatinya padaku dan aku memulai kisah cinta baru dengannya. Dialah pacarku sekarang. Pertengahan Desembar lalu dia mengenalkan aku ke keluarganya dan aku kaget dengan sambutan mereka. Mereka menyukaiku dan ingin segera aku menjadi bagian dari keluarganya. Hmm namun sayangnya aku masih punya banyak tanggung sebagai anak pertama. Aku ingin membahagiakan ibu dan ayahku dahulu sebelum aku berbahagia dengan seorang istri. Terlalu banyak pengirbanan mereka untukku tinggakan begitu saja bersama istriku kelak. Lagi pula aku merasa belum matang dalam emosi. Aku pun telah mengenalkan dia pada orang tuaku. Pesan kakekku “Jangan sampai wanita itu kau kecewakan.. wanita seperti apalagi yang kau cari..?” Hmmm apakah ini kakekku menyukainya? Entahlah.. ibukupun demikian, Cuma beliau menyerahkan pilihan sepenuhnya padaku.

Begitulah..tahun 2010 telah menorehkan beragam kisah yang bias ku ambil pelajaran untuk menjalani tahun 2011 ini. Semoga lebih baik, kalimat itu yang selalu terucap di hatiku sepanjang malam ini. Malam pergantian tahun.
Hujan belum mau berhenti sejak aku menjemput pacarku untuk berkeliling menikmati suasana kota malam tahun baru ini. Cintanya begitu tulus. Aku bisa merasakannya. Aku akan berusaha menjaganya sesulit apapun. Semoga saja Allah melancarkan semuanya.
Finally… selamat Tahun 2011 tuk semua. Rencanakan yang terburuk sekalipun dan bersiaplah untuk tantangan selanjutnya. Semoga sukses dan lebih baik dalam segala hal. Amiiin..

Kamar kost-anku, 01/01/2011 - 3.21 am, ditemani rinai hujan dan suara dengkuran Dhani adikku.

Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community