Mar 12, 2011

Hanya teringat, Bukan Menyesal

Sepanjang hidupku, aku merasa sangat gagah pada saat memakai seragam Pramuka-ku. Aku merasa hebat, cerdas dan kreatif. Sejak kecil aku becita-cita ingin sekolah ke luar negeri. Mengenakan seragam impian kedua-ku Seragam Garuda! Seragam kebangaan siapa saja. Seragam impian setiap anak muda yang punya mimpi dan cita-cita tinggi. Meski sekarang -seperti berbisik- keadaan berkata padaku bahwa itu mustahil aku tetap (masih) menggantung dan berusaha mengejar mimpi itu. Ya walau aku tahu keadaannya sulit. Aku kuliah jurusan yang menurutku tak begitu dihiraukan orang dan dukungan moril yang .. ahhh... sudahlah!Aku tak ingin menyesali apapun itu yang terjadi pada hidupku.

Paling tidak aku telah berusaha menjadi anak baik yang selalu menuruti keinginan positif orang tuaku. Meski aku harus menelan pahitnya kekecewaan. Pengorbanan itu bukti cinta kan, guys? Yah.. aku telah mengorbankan perasaan, keinginan dan cita-cita untuk orang yang aku sayangi dan itu berat!



Tak perlulah aku membicarakan beberapa tahun lalu disini. cukup ini.Hanya tiba-tiba teringat hal-hal itu (dan memang selalu teringat). itulah yang membuatku menulis. Yaa mungkin dengan ini aku tak akan terlalu menyesalkan atau mengingat lagi hal itu. Karena sekarang wktunya untuk survive dengan apa yang ada di depan mata.

No Excuse untuk menyesali itu. Hari-hari yang berat kawan.. hari-hari yang sulit di depan sana.. aku tahu setelah itu akan ada hari yang indah kembali. Hujan meski membuat becek, petir, badai dan dingin tapi kita butuh hujan. Butuh untuk kehidupan kita. begitulah mungkin masalah-masalah yang ada.. kita sebenarnya membutuhkan masalah untuk hidup kita lebih baik ke depan. Jadi kita hadapi saja masalah yang ada. Sesulit apapun. Selalu ada solusi.selamat malam!
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community