Mar 11, 2011

It's Their Loss, Not ours!

"Lif, Kamu sungguh mirip denganku. Kita anak kampung yang baik. Di Kampungku kita tergolong tipe menantu idaman setiap orang tua. Karena itu kita sebenarnya punya potensi sebagai suami idaman setiap wanita"
Kalimat di atas adalah kata-kata menghibur dari Rusdi sahabat Alif di Novel Ranah 3 Warna saat mereka sedang berada di Quebec Kanada. Saat itu Alif sedang bingung bagaimana menyatakan cintanya pada Raisa cewek yang diam-diam telah mencuri hatinya namun selalu di hantui bayang-bayang Randai, Sahabat Alif sejak kecil yang juga dekat dengan Raisa.
"Tapi lif, sayang seribu sayang. Kita di takdirkan bukan tipe idaman para gadis." Rusdi tertawa sendiri terbahak-bahak mendengar analisisnya yang ngawur.

Lalu Rusdi Melanjutkan

"jadi tak ada gunanya kita itu menantu idaman para orang tua, tapi tidak di lirik gadis. Gadis-gadis itu tergila-gila pada pemuda-pemuda yang aktif olahraga dan berlabel bandel. Bukan pemuda pandai rajin baca buku macam kita ini. Para gadis kesemsem pada pemuda nyeni berampun panjang gaya punk rock. BUkan pada yang beramput rapi belah tepi. Mereka jatuh hati pada pemuda yang cool dan anak band. BUkan pada pemuda dengan IPK tinggi. Termehek-mehek pada pemuda gaul, bukan yang serius merencanakan hidup. Pada pemuda Kota,bukan pemuda kampung macam kita ini...Ironis memang" Imbuh rusdi

Kemudian..

"Tapi Alif janganlah kamu sendu dan sedih. para gadis itu nanti akan menyesal. Mereka salah pilih. Karena ternyata yang mereka taksir bukanlah kualitas suami idaman. Pemuda - pemuda yang mereka gandrungi hanya menyenangkan di mata dan untuk kebahagiaan sesaat, tapi belum tentu cocok untuk mendampingi hidup mereka. tapi kitalah. Ya. kita, yang sebetulnya berkualitas lelaki terbaik. kitalah manusia unggul" tegasnya. Ada nada dendam dalam suaranya.

"Kita seperti sedang menyamar. Sayang sekali, mereka. Para gadis itu tidak tahu. Rugilah mereka. It's Their Loss, not ours." Katanya berapi-api, Aku Curiga, dia pasti sudah beberapa kali patah hati.

Setelah membaca bagian ini. Aku tersenyum dan menggut-manggut takzim. Ingin ketawa dan merasa lucu saja. Betapa kenyataan disektitarku memang seperti itu. Laki-laki dengan rambut belah tepi, rapi dan cerdas bukan menjadi tipe idaman para cewek. sebaliknya banyak sekali gadis-gadis di sekitarku yang mengidolakan pemuda-pemuda berambut gaya "aneh", bertindik, anak band, rebel, dan sebagainya. Tapi kita tak bisa protes. Jadi biarkan saja. Masa depan akan menjawab.
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community