Mar 29, 2011

Penerbit Buku yang Memotivasi


Selamat Malam, Kawan!
Menulis memang hobiku sejak kecil. Dulu sewaktu SD aku dibelikan sebuah diary oleh sepupuku yang  mondok dipesantren. Sejak saat itu aku mulai senang sekali menuliskan apa yang telah ku kerjakan seharian dan harapan-harapa untuk hari depanku. Kak Neneng (sepupuku) dan Diary Fido Dido berwarna hijau itu adalah motivasi pertama aku hobi menulis.

Semakin hari, aku semakin senang menulis karena kegiatanku juga semakin banyak. Misalnya masa-masa SMP aku aktif sekali di Pramuka dan Palang Merah Remaja. Lalu aktif juga di Majalah Dinding Sekolah dan OSIS. Banyak hal yang menyenangkan untuk di tulis. Moment-moment sedih, lucu, bahagia dan sebagainya ada semua di diary. Harapan-harapan juga tak kalah banyak. Harapan terbesarku dalam menulis –sejak SMP- aku ingin sekali menerbitka sebuah buku. Buku yang nantinya akan terpampang namaku di covernya sebagai penulis atau di akhir halaman aka nada nama dan riwayat hidupku. Harapan yang indah bukan?

Namun, menjelang SMA dan kuliah minatku menulis mulai menurun karena banyaknya pengaruh. Karena waktu terlalu padat oleh pelajaran dan mata kuliahlah sampai karena situs jejaring social yang mulai ramai sejak ku kenal internet tahun 2004 silam. Keranjingan menulis tergantikan oleh keranjingan berinternet ria. Membaca artikel-artikel internet. Berdiskusi dan bercengkrama dengan banyak orang di forum online, dan sebagainya. Sampai akhirnya Awal tahun 2010 aku terpikir kembali pada cita-citaku ingin punya buku sendiri. Tapi kali ini aku ingin banyak membaca dulu, lalu aku mulai mengoleksi berbagai macam buku. Terutama Novel-novel dari penulis beken. 

Suatu hari di facebook, entah dapat ide dari mana aku menuliskan keyword “penerbit” di kolom pencarian. Tujuanku agar aku tahun buku-buku bagus yang baru terbit atau yang direkomendasikan oleh penerbitnya langsung. Memang sih saat itu aku berpikir “ada gak ya penerbit yang punya facebook?” dan hasilnya. Ada beberapa penerbit yang online di facebook. Langsung saja ku add semuanya. Waktu itu aku real ingin mencari buku-buku baru dan harusnya –menurut pikiranku- setiap penerbit memberikan semacam tips kepada calon penulis tentang bagaimana menulis yang baik atau bagaimana prosedur menerbitkan sebuah buku. Kenyataannya lain, ada salah satu penerbit terkenal yang mengadakan kuis-kuis berhadiah buku dan menurutku kuis itu gampang sekali. Pembaca disuruh menebak katar cerita, lalu nama tokoh utama dan sebagainya. Alhamdulillah aku beberapa kali menang dan mendapat buku-buku. Tapi itu tidak cukup membuatku membangkitkan motivasiku untuk menulis. Sampai akhirnya Leutika “aktif” sejak beberapa lama setelah ku add. Leutika membuat event menulis, bukan sekedar kuis berhadiah buku. Aku mengikuti dengan penuh minat. Aku sempat mengikuti Audisi menulis Buku Crazmo dan Hantu 911 dan Alhamdulillah belum menang. Paling tidak aku dapat penghargaan pernah ikut olomba menulis, bathinku. Sejak saat itu semangatku seolah dipecut. Aku mulai giat membaca artikel-artikel tentang bagaimana menulis yang baik dan sebagainya. Lebih-lebih saat Leutika membuka peluang bagi siapa saja yang ingin menerbitkan karyanya dalam bentuk buku dengan persyaratan yang bukan mustahil untuk dilakukan oleh penulis pemula. Dengan leutikaprio siapa saja bias menjadi penulis asal didukung oleh kemampuan dan keseriusan menulis. Banyak teman-teman yang sudah berhasil menerbitkan bukunya di Leutika. Sebuah kebanggaan tentu saja!. Mantan kepala sekolah SMA-ku saja tak mau Ketinggalan. Bekerjasama dengan Leutika beliau menerbitkan Novelnya yang Berjudul “Aku Naga Anak Samudera – Sepenggal Kisa Anak Samawa” dan aku sudah punya buku itu tentu saja aku memesan langsung di Leutika. 

Motivasi semakin membara karena bersamaan dengan itu event-event Leutika tak pernah berhenti malah semakin bertambah. Sebut saja Statom, Fiksi Foto, Lagu Opick Inspirasiku, Share And Win, Asma Nadia Inspirasiku, LeutikaPrio Challenge, Weekly Note, Paket Bagimu Guru! dan Masih banyak lagi lainnya. Lalu seperti tak kenal lelah Leutika membuat semacam program yang memudahkan siapa saja pencinta buku untuk mendapatkan buku-buku bermutu lewat Mitel (Mitra Leutika) yang bisa diikuti oleh siapa saja. Yah..siapa saja bias berlangganan buku murah pada Leutika. Sudah diskon sampai 50% eh gratis ongkos kirim pula. Siapa yang tak mau?

Aku sangat tersanjung saat pesanan bukuku tiba ditanganku dengan sangat cepat dan tentu saja tanpa ongkos kirim.  Sayangnya untuk menjadi mitra Leutika dalam hal pembelian buku dalam jumlah banyak aku belum mampu. Maklumlah kantong mahasiswa. Yang pasti Leutika telah menularkan semangat yang positif padaku untuk selalu mencoba dan belajar tanpa lelah dalam menulis.
Bayangkan,kawan! Saat kau punya satu karya nanti kau tak perlu pusing hendak dibawa kemana karya itu karena Leutika ada untukmu. Untuk karyamu! Lets Join..!


Comments
1 Comments

1 comment:

  1. Wah... jadi tertarik banget, karena aku punya beberapa karya. Mau ngga ya Leutika menerbitkannya menjadi sebuah buku? Thanks sharingnya...

    ReplyDelete

Berkicau

Community