Mar 21, 2011

Seharusnya Semua Saling Menghargai


Emen dan Adi, dua sahabatku. Kami bersahabat sejak kecil. Sejak Taman kanak-kanak hingga sekarang. Kami kompak dan kami memiliki banyak sekali perbedaan. Adi sangat menyukai sepak bola, setiap sore harus sudah ada di lapangan hijau dengan sepatu bolanya, langganan Tabloid Bola dan hafal semua nama pemain bola. Adi juga betah tidak tidur semalaman bahkan dua malam hanya untuk menonton klub kesayanganya bermain dan dia juga sangat menyukai Group Band Tipe X. Emen, Sahabatku yang satu ini tidak suka sepak bola entah kenapa, tapi ku pikir karena kakinya pernah patah dan tak bisa bermain bola. Anaknya santai, kritis, pintar dan agak sedikit penentang. Emen sangat menyukai hal-hal absurd yang lucu-lucu dan terkadang sering ngobrol serius. Emen sangat menyukai Bondan Prakoso dan sangat tidak menyukai Padi. Sementara aku, aku yang tak bisa serius, selalu bercanda.  Tidak suka bola tapi suka sekali jalan-jalan. Tidak suka hal-hal serius namun selalu terlihat serius saat membaca. AKu sangat menyukai bahkan menggilai Musik-musik Padi.

Tapi kami kompak, persahabatan kami selalu segar oleh perbedaan kami. Perdebatan kecil kami selalu seru dan membuat kangen saat tak bertemu. Tak ada hal yang dibuat-buat dalam persahabatan kami. Aku tak pernah berpura-pura suka bola atau Emen berpura-pura menyukai Padi untuk menyenangkanku, Tidak pernah sama sekali.
Malahan yang ada Emen akan mengkritik musik Padi yang beginilah, begitu lah. si adi juga tak pernah berpura-pura mau saat ku ajak jalan-jalan sore ke pantai,dengan santai dia akan menolak dan bilang "Aiih..siong boat dean" (Huuff...bukan kerjaan itu; bahasa Sumbawa) dan aku akan menggeleng tersenyum lalu melanjutkan jalan-jalanku bersama Emen. Kenapa kami selalu kompak? kenapa kami selalu rukun dengan begitu banyak perbedaan. itu baru dalam hal kegemaran, belum lagi dari latar belakang keluarga yang berbeda.

karena kami punya kata mutiara, ya kami menyebutkannya kalimat mutiara. "Setiap orang beda kepala dan beda kegemaran". Yah.. kalimat sederhana itulah yang kami sebut kata mutiara. Kalimat itulah yang membuat kami selalu rukun. Saat aku dan Emen seolah tak berujung mendebatkan kualitas musik Tipe X dan Padi maka dengan sendirinya Adi akan berkata "Ingat...kata mutiara kita..." Maka kami akan tertawa bersama dan berhenti berdebat...

Indah bukan perbedaan itu?? Harusnya semua orang bisa saling mengerti.


____________________________________________
Comments
4 Comments

4 comments:

  1. jadi iri nih ..
    saya tak punya teman yang dari kecil yang ada cuma teman sekolah ..
    salam kenal yah ..
    kalau ada waktu mampir ke blog ku ..

    ReplyDelete
  2. @ryfhand: sebelumnya thanks udah mampir bro... hahaha mereka temanku sejak masih bayi malahan ya walaupun sekarang berpisah jarak, tetep kompak..

    ReplyDelete
  3. wah,enaknya punya sahabat.BOLE ngabung gak?Hehe..Ane akan melengkapi kalian:Ane suka bola,menyukai hal abstrud,dan penyuka TIPE X dan padi,Haha...makasih udah mampir keblog ane

    ReplyDelete
  4. @iwan: hahahaha monggo sob... wah suka padi??? Good boy..!
    o ya, thanks juga udah mampir n comment blogku..keep contact ya bro.

    ReplyDelete

Berkicau

Community