Apr 7, 2011

Detoxsifikasi dan Jadwal Kerja Hati (Lever)

Detoksifikasi/Detox adalah suatu tindakan pembersihan diri dengan cara membuang timbunan kelebihan sampah dan racun yang telah terkumpul dalam tubuh selama bertahun-tahun. Racun dalam tubuh kita kebanyakan berasal dari Makanan dan Minuman ( yakni bahan pengawet, bahan pewarna, junk food, makanan yang terlalu berlemak atau terlalu banyak gula, alcohol, kafein ), rokok , polusi udara, pestisida, dan lain – lain yang identik dengan gaya hidup tidak sehat.

Sebenarnya, setiap hari tubuh kita sudah melakukan proses detoksifikasi secara teratur dan alami, yakni melalui urin dan tinja. Selain itu, tubuh pun telah dilengkapi seperangkat ‘organ detoks’ yang canggih, yang berfungsi untuk membuang toksin, diantaranya :

1. HATI
Memiliki dua fungsi, sebagai pengatur metabolisme dan juga sebagai organ detoksifikasi. Hati bertugas menyaring bahan – bahan racun yang masuk kedalam tubuh melalui makanan atau lingkungan dan mengubahnya menjadi bentuk yang bisa digunakan oleh tubuh, menyimpannya, atau membuangnya untuk mencegah keracunan. Hati bertugas meng handle alkohol, obat-obatan, racun, dan kafein yang masuk kedalam tubuh dan mengubahnya menjadi bentuk yang bisa dibuang oleh tubuh.
Penyebab utama kerusakan hati adalah :

1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab utama.
2. Tidak buang air di pagi hari.
3. Pola makan yang terlalu berlebihan.
4. Tidak makan pagi.
5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.
6. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat pewarna, pemanis buatan.
7. Minyak goreng yang tidak sehat.

Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goreng saat menggoreng makanan, hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil. Jangan mengkomsumsi makanan yang digoreng bila kita dalam kondisi penat, kecuali dalam kondisi tubuh yang fit.
8. Mengkonsumsi masakan mentah (sangat matang) juga menambah beban hati. Sayur mayur dimakan mentah atau dimasak matang 3 – 5 bagian. Sayur yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan.

Kita harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Cukup atur gaya hidup dan pola makanan sehari-hari. Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan jadwalnya.

Sebab:
- Malam hari pukul 9 – 11 : adalah pembuangan zat-zat tidak berguna/beracun (de-toxin) di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang
tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan.

- Malam hari pk 11 – dini hari pk 1 : saat proses de-toxin di bagian hati,harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.

- Dini hari pk 1 – 3 : proses de-toxin di bagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur.

- Dini hari pk 3 – 5 : de-toxin di bagian paru-paru. Sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernafasan, maka tak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.

- Pagi pk 5 -7 : de-toxin di bagian usus besar, harus buang air di kamar kecil.

- Pagi pk 7 – 9 : waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 6:30. Makan pagi sebelum pk 7:30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap merubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9 -10 daripada tidak makan sama sekali.

Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah. Sebab itulah, tidurlah yang nyenyak dan jangan bergadang.


2. GINJAL
Berfungsi menyaring sisa racun dari darah dan membuangnya dalam bentuk urin. Ginjal juga bertanggungjawab untuk menjaga cairan di dalam tubuh agar berada dalam jumlah yang tepat dan mengatur keseimbangan kalium dan natrium agar cairan dalam tubuh mengalir dengan benar. Jika darah mengandung terlalu banyak racun dan sampah, maka ginjal harus bekerja keras. Bila ginjal tidak optimal menjalankan tugasnya, tubuh menjadi lamban, lesu, dan mudah sakit.

3. KELENJAR GETAH BENING
Sistem ini bertindak sebagai ‘sarana pembuangan sampah’ bagi tubuh. Cairan getah bening, yang dihasilkan oleh kelenjar getah bening di berbagai bagian tubuh akan menyerap sel-sel mati, kelebihan cairan dan produk sisa lainnya dan membawanya ke nodus-nodus getah bening. Disini bahan sisa di saring dan akhirnya dimasukkan ke dalam darah untuk kemudian dialirkan ke salah satu sistem pembuangan: kulit, hati atau ginjal untuk dikeluarkan dari tubuh.

4. KULIT
Merupakan organ tubuh yang paling luas dan melayani banyak fungsi penting dalam tubuh. Kulit menjadi petunjuk tentang apa yang terjadi di dalam tubuh. Kulit yang pucat, bercahaya, segar atau kuning menjadi indikasi dari kondisi tubuh kita. Sebagai organ pembuangan, walaupun tidak sepenting hati, ginjal, atau kelenjar getah bening, tetapi kulit dengan sifatnya yang semi permeabel berfungsi sebagai ’saringan besar’ yang bertugas mengeluarkan sejumlah besar produk sisa dari tubuh melalui keringat. Bila fungsi organ pembuangan lainnya terganggu, kulit pun akan terganggu kesehatannya

5. PARU - PARU
Merupakan organ respirasi ( pernafasan ) yang mengangkut oksigen kedalam tubuh dan melepaskan karbon dioksida bersama senyawa pengotor dan racun dari dalam tubuh.

Namun, walaupun tubuh telah memiliki serangkaian organ detoksifikasi tersebut, jika ada salah satunya yang tidak berfungsi sempurna - misalnya karena stress sehingga efisiensinya terganggu, atau bila sampah racun yang masuk lebih banyak dari yang mampu untuk dikeluarkan – maka fungsi kerja organ detoksifikasi akan melambat, dan keseimbangan pembuangan racun pun akan terganggu.

Oleh sebab itu, dianjurkan untuk secara rutin melakukan ‘usaha tambahan’ berupa program detoksifikasi yang akan mengembalikan kendali fungsi dan keseimbangan alami tubuh dan membuat tubuh sehat kembali dengan cara:
1. Berpuasa
2. Beryoga
3. Mengatur pola makan yang lebih baik

( Ketiga cara ini dapat dilakukan secara mandiri - satu persatu – atau dikombinasikan ketiganya untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal ).
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community