Apr 14, 2011

Ough...My Dick!!!

Penderitaan ini tak akan terjadi seandainya satu jam yang lalu tanganku tidak nakal masuk ke dalam celana dan memegang si Dick!

Begini ceritanya :

Malam ini adalah jadwal latihan untuk pentas Budaya di Taman Budaya, aku berangkat ba'da Isya (Ba'da itu abis sholat isya) diantar adikku Dhani. Latihan Traditional Dance, musik-music tradisional dan lain-lain. Sangat menyenangkan. Dan yang lebih menyenangkan lagi Bapak Gubernur NTB, Bpk.Badrul Munir juga ikut menyaksikan kami latihan untuk perhelatan Akbar itu. Kami semakin semangat, meski tugasku di opening ceremony cuma jadi pembawa tandu penganten. Keringat bercucuran tapi kami senang dan penuh senyum. Hingga jam 9.30 rampung juga latihan malam ini. Kami lalu briefing dan mendengarkan sedikit masukan dari Bpk Wagub dan saat semua akan pulang sebuah mobil berplat Merah datang membawa kantong-kantong kresek berisi kotak. Ku pikir Nasi ternyata Martabak Keju! Yummi.. ini kesukaanku!

Kami makan sambil tak henti-hentinya bercanda hingga akhirnya yang tersisa cuma kotak dan plastiknya saja. Tapi becanda masih terus berlanjut. Kami bermain undi-undian dengan memutar hanphone, siapa yang kena dia wajib berdiri dan berjoget ala bencong! fuckin crazy idea!! Aku berkali-kali kena dan mereka tertawa tebahak-bahak, aku juga tertawa sih :D Sampai akhirnya Dhani datang menjemputku pulang. Seleseilah Episode di Taman Budaya NTB.

Tiba dikost, perasaan senang masih kebawa. Badan lengket karena keringat tapi udara mulai dingin dan membuatku malas untuk mandi. Besok sajalah, batinku. Akupun tidur-tiduran di depan TV, dhani main PS di kamar temanku. Sambil nonton Buka Empat Mata Trans7 tanganku mulai garuk-garuk sana-sini. Aku harus mandi, pikirku tapi nanti saja deh..lewat tengah malam aja. Eh ini malam Jum'at ya? ya salah satu faktor yang menghalangi niat mandi juga tuh pasalnya di kamar mandi kost-anku itu ada penghuninya, sosok cewek berambut panjang kusut dengan muka keriput dan kaku. Cuek aja dengan gatal-gatal ini. Aku lanjutkan menonton sambil garuk-garuk tangan, kaki, perut, kepala dan dalam celana. Punggungku juga rasanya pegel terutama di bagian pundak. Ku pakai minyak GPU untuk sedikit mengurangi pegalnya lalu dengan santai ku lanjutkan menggaruk. Kali ini bagian dalam celanayang lebih intens di garuk. Beberapa detik kemudian tak terjadi apa-apa sampai beberapa menit kemudian si Dick kayak terbakar rasanya. Panass. Seperti kena cabe. Aku kalang kabut dibuatnya. Muter-muter kamar ambil buku, buka celana dan mulai mengipasi si Dick dengan buru-buru. Tak ada perubahan. Lalu ku ambil handuk dan berlari ke kamar mandi. Meski di siram-siram panasnya tak juga gilang. Sialan.. lalu ku putuskan sekalian mandi. Ku sabuni si Dick berkali-kali, lalu ku siram, sabun lagi siram lagi sampai panasnya lumayan berkurang. 

Akhirnya mandi juga aku jadinya. Saat menulis postingan ini si Dick masih cenat-cenut. Tapi lumayan bisa di tahan panasnya. Kapok aku garuk-garuk sembarangan. 

Dari sini aku belajar beberapa hal salah satunya adalah ternyata seramnya hantu masih lebih seram dan mengerikan kebakaran si Dick!

Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community