May 5, 2011

PEMBUKAAN FESTIVAL BUDAYA SUMBAWA 2011

BERLANGSUNG MERIAH 
(Laporan  Exclusive mas Paox Iben)
Ribuan orang yang memadati Taman Budaya Nusa Tenggara Barat malam ini, Rabu, Mei 2011 seakan menjadi saksi sejarah dimulainya sebuah perhelatan akbar FESTIVAL BUDAYA SUMBAWA 2011 atau FBS 2011. Festival Budaya Sumbawa ini merupakan yang pertama dan diadakan di kota Mataram sebagai ibukota propinsi Nusa tenggara Barat. Acara yang dimerihakan dengan pementasan tari kolosal “Tokal Basae” atau prosesi adat perkawinan masyarakat Sumbawa ini berlangsung sangat meriah. Selain pengantin, ada 13 perempuan pengiring pengantin memakai cipo cila (kerudung) dan tungkam (cadar). Tarian tersebut dibawakan oleh muda-mudi Samawa yang ada dikota Mataram, diiringi musik khas Sumbawa dan cukup memukau hadirin yang hadir. 



Acara yang mengusung tema SAMAWA INTAN BULAENG, SABALONG SAMA LEWA, PARIRI LEMA BARIRI ini dibuka oleh Gubernur NTB H. Zaenul Majdi serta dihadiri MUSPIDA NTB beserta tamu undangan lainnya. Di deretan tamu kehormtan nampak Wagub H. Badrul Munir serta Kapolda NTB Brigjend Pol. Drs Arif Wachjunadi, MM. Serta para pejabat dari Kabupaten se-NTB. Dari Luar daerah NTB juga hadir mantan menteri Kelautan dan Perikanan Prof. Dr. Rokhmin Dahuri, Budayawan Dr. Endo Suanda dan Sejarawan Prof. Anhargonggong. Sayangnya, tamu yang ditunggu-tunggu kehadirannya, Sultan Sumbawa Daeng Muhammad Abdurrahman Kaharuddin yang baru dinobatkan sebagai Sultan Sumbawa XVII pada 5 April 2011 kemarin urung hadir karena sakit. 

 
   
 

Gubernur Merasa “Surprise” dan Menyambut Baik
FBS 2011
 
Dalam sambutannya Gubernur NTB menyatakan kegembiraannya dan mengatakan cukup surprise dengan kemeriahan acara yang dihadiri ribuan orang ini. ”Tadi saya melihat banyak spanduk yang menandakan kemeriahan acara, tetapi saya tidak mengira acara ini akan berlangsung semeriah ini, ungkapnya.
Gubernur mengatakan menyambut baik penyelenggaraan FBS 2011 dan merasa bangga karena budaya Sumbawa merupakan salah-satu budaya tertua yang membentuk karakter builtding masyarakat NTB. Dengan diadakan perhelatan akbar ini berarti tercipta sebuah ruang untuk memaknai, menumbuh kembangkan, berkreasi dan terjalin silaturrahmi yang lebih erat antar komunitas budaya, khususnya di daerah Nusa Tenggara Barat. 
 
Dengan rendah hati, gubernur muda NTB yang biasa disapa Tuan Guru Bajang tersebut mengatakan bahwa “Meskipun saya bukan budayawan, bukan orang yang ahli budaya numun bagi saya, kebudayaan merupakan sebuah proses panjang bagaimana sebuah komunitas sosial menemukan jatidirinya dengan terus-menerus mengembangkan segala potensi kebaikan yang dimilikinya. Jadi budaya bukan sekedar pementasan, tetapi bagaimana kita memahami nilai-nilai yang kekal yang coba disampaikan melalui berbagai ekspresi budaya tersebut,” ungkapnya. 
 
Memang selama ini banyak sekali acara budaya, semacam festival atau atraksi buday di NTB yang diselenggarakan secara besar-besaran tetapi kurang terkoordinasi dengan baik. Event FBS ini setidaknya bisa menjadi langkah awal dan sebuah model penyelenggaraan kegiatan yang lebih baik. Dalam sambutannya Gubernur juga menyatakan bahwa essensi dari budaya bukanlah sekedar ekspresi seni, tetapi bagaimana kita menangkap dan mengembangkan gagasan besar kebudayaan dari khazanah yang kita miliki. 
 
“Ketika penobatan Sultan Kaharudin sebagai sultan Sumbawa bila hari, saya teringat sebuah tulisan di atas serambi Masjid Jami’, sebuah kata-kata mutiara yang kira-kira artinya TAKUTLAH KEPADA ALLAH DAN MALU BERBUAT TIDAK BAIK. Saya kira banyak sekali nilai-nilai positif yang bisa dikembangkan dari kegiatan budaya ini bukan saja dari Tau Samawa, tetapi juga Tau Sasak dan Tau Mbojo,” tambahnya.

 
           
 
 
FBS 2011, Ajang Kreasi dan Promosi Daerah
 
FBS 2011 ini diharapkan memang menjadi sebuah ruang ekspresi, kompetisi dan dialog kebudayaan tidak hanya bagi masyarakat Sumbawa namun seluruh budaya yang hidup di Nusa Tenggara Barat. Acara yang akan berlangsung selama empat hari dari tanggal 4 sd 8 Mei ini akan digelar aneka kegiatan seperti pementasan seni SASAMBO (Sasak, Samawa, Mbojo), seminar atau dialog budaya, Pameran foto Sumbawa tempo dulu hingga kini, berbagai lomba seperti melukis, memasak, fashion show, disain batik Sasambo, serta pameran potensi daerah yang berisi produk-produk unggulan masyarakat di daerah Sumbawa dan Nusa Tenggara Barat. 
 
"Pada FBS 2011 ini juga akan dipecahkan rekor MURI, 10.000 siswa SD sekota mataram akan meminum madu Sumbawa," kata DR. Syamsul Hidayat Dilaga sebagai ketua kegiatan dalam sambutannya. Umum diketahui, daerah Sumbawa dikenal sebagai penghasil madu terbaik di Indonesia.
 
Festival Budaya Samawa merupakan sebuah ikhtiar budaya untuk menggali lebih dalam akar tradisi budaya masyarakat Sumbawa, serta menumbuhkan kearifan dan karakter budaya masyarakat Sumbawa. “Karena itu, Festival ini bukan saja atraksi budaya namun lebih jauh harus mampu menunjukkan potensi daerah yang kita miliki,” kata Wagub NTB H. Badrul Munir, MM. “Penyelenggaraan kali ini memang masih banyak kekurangan, tetapi tahun depan dan tahun-tahun berikutnya kita berharap akan lebih bagus lagi,” kata Wagub NTB yang juga menjadi penasehat kegiatan ini. 
 
Kegiatan Budaya ini memang rencananya akan diadakan secara rutin setiap tahun. Untuk penyelenggaraan kali ini pesertanya memang masih terbatas dalam lingkup Nusa Tenggara Barat. “Tapi tahun depan sudah harus Nasional dan tahun depannya lagi harus bertaraf internasional,” kata Wagub bersemangat. 
 
Di sela-sela acara, kadis Budpar prov. NTB H.L Gita Aryadi mengatakan bahwa NTB sebagai daerah tujuan wisata internasional memang harus lebih giat menyelenggarakan kegiatan semacam festival ini. “Dalam waktu dekat kita harapkan Masyarakat Sasak dan Masyarakat Mbojo juga akan menyelenggarakan Festival budaya. Ini bukan saing-saingan, tapi Fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan,” ungkapnya.
"Melalui kegiatan festival seperti ini seluruh potensi yang kita miliki bisa disajikan dan akan muncul berbagai inovasi baru melalui dialog yang terus-menerus," lanjutnya.
 
"Pemerintah daerah sendiri akan membantu semaksimal mungkin semua pihak yang akan mengembangkan kegiatan seni-budaya di NTB," Kata Kadis Budpar HL. Gita Aryadi. 
 
Pada hari berikutnya atau besok pagi akan di adakan dialog budaya di hotel Grand Legi Mataram. Pada dialog ini akan hadir sebagai pembicara Dr. Sanafiah Faesal, Dr. Endo Suanda dan Dr. Anhargonggong. Pada malam harinya di Taman budaya NTB akan digelar berbagai atraksi budaya seperti Sakeco dan beberapa pementasan dari daerah Sumbawa. ( PX)

 
 
 
 
  Album Pembukaan Acara 

 
   

     
Comments
2 Comments

2 comments:

  1. SAMAWA INTAN BULAENG, SABALONG SAMA LEWA, PARIRI LEMA BARIRI tu artinya apaan ka???

    ReplyDelete
  2. Samawa itu sebutan Suku Sumbawa.
    Intan = Permata mutumanikam
    Bulaeng itu Emas.

    Sabalong Samalewa itu motto Kabupaten Sumbawa Besar

    Pariri Lema Bariri itu Motto Kab. Sumbawa Barat

    ReplyDelete

Berkicau

Community