May 8, 2011

Tentang Penguasaan Jiwa

1.  Masa depan lebih penting dari masa lalu, Diriku sekarang lebih penting dari semua sejarah “penderitaan” masa lalu

~ Apa yang sebenarnya merongrong anda di dalam jiwa? Kebanyakan adalah memory-memory masa lampau yang sebenarnya hanyalah sebuah hiasan hidup, suatu saat baru anda dapat mengerti bahwa semua itu memang harus terjadi. Tak ada seorangpun yang telah matang tanpa melalui proses “dipanaskan”. Apapun yang telah terjadi di masa lalu tertuju pada satu kepentingan, yaitu diri anda di masa sekarang. Diri anda sekarang memang lebih penting dari masa lalu, terlebih lagi diri anda di masa depan. Memang demikianlah seharusnya bahwa anda menghargai tujuan hidup anda yaitu masa depan.

2.  TAK ada manusia yg mau salah. Katakan ini berkali-kali hingga dirimu tenang, disaat sedang kecewa pada org lain.

~ Apa yang anda rasakan disaat ada orang yang telah menjahati anda? Tentunya marah dan kesal bukan? Ok..mohon dijawab..kira-kira apa dasar yang paling mendasar dari rasa marah dan kesal itu? Bila mau jujur sebenarnya ada harapan dalam diri kita untuk selalu mengharapkan semua keadaan sempurna. Tahukah anda bahwa bila ada seseorang yang bersalah sesungguhnya ini adalah bentuk ketidakberdayaan. Pada prinsipnya, tidak ada satu orangpun yang hidup di dunia ini ingin salah atau melakukan hal negatif. Mindset yang tepat seperti ini akan memberikan rasa tenang luar biasa dan sekaligus memperbantukan diri anda untuk mudah memaafkan orang lain. Untuk lebih mudah mendalami ini, mohon rasakan apa yang terjadi di hati anda ketika baru saja anda melakukan sebuah kelalaian. Apa yang anda rasakan? Merasa Bersalah? Merasa Menyesal kok kesampaian melakukannya? Iya dua duanya benar. Ketenangan akan langsung anda rasakan bila anda sanggup mengerti bahwa sesungguhnya tidak ada satu orangpun mau berbuat salah. Saat anda mampu mengerti ketidakberdayaan orang lain maka pada saat yang sama anda juga bisa memaafkan diri sendiri ketika anda sendiri berbuat kelalaian.

3.   Tingkat Pencerahan Jiwa paling Mulia bermula dari 1 titik : “SAYA merasa lemah”.

~ Dalam teori motivasi dinyatakan bahwa semua orang harus berpikir positif dan antusias, tidak boleh berkata lemah atau gagal dan semacamnya. Namun tahukah anda, ketika anda merasa lemah bukan berarti mengharapkan lemah. Dalam ilmu filsafat dinyatakan bahwa kesadaran akan kelemahan ternyata adalah langkah awal untuk memperoleh kemuliaan dalam berpikir dan bertindak. Bahaya terbesar dalam kejiwaan adalah ketika anda tidak sadar bahwa anda lemah. Sadar akan kelemahan sesungguhnya memicu banyak langkah-langkah besar dalam hidup anda. Sadar bahwa diri anda lemah membuat anda terus menerus mengejar kekuatan yang perlu anda miliki. Sadar akan kelemahan membuat anda terus menerus belajar, ikut seminar, beli buku, berkenalan dengan orang-orang hebat dan lain sebagainya.


4.  Bahwa saya sedang menderita. So What Gitu Loh. Bila saya tahu bahwa hal itu memang harus terjadi. Kematangan adalah BluePrintku

~Sungguh sadarilah hal ini, bahwa sebenarnya masalah anda bukanlah masalah, masalah sesungguhnya terdapat di keengganan anda untuk menghadapi masalah. Bahwa akhirnya anda tahu ternyata masalah-masalah yang telah terjadi telah mematangkan anda dan sampai pada titik yang sangat sukses. Nah, anda mungkin akan menyesali sikap hati anda dulu waktu masih “menolak” masalah. Kesadaran bahwa apa yang terjadi memang harus terjadi membuat tidak diperlukan lagi kata beban dalam perbendaharaan kata manusia. Beban baru menjadi beban bila masih terdapat ketidakikhlasan, tidak ikhlas adalah kondisi dimana anda masih mempertanyakan mengapa hal itu harus terjadi.

5. Sadar akan lemahnya Saya sebagai manusia, membuat saya tak sanggup menyalahkan orang lain,TUHAN yang paling berHAK pun tak mau melakukannya.

~ Baca no 2. Menyalahkan adalah hal yang paling sering manusia lakukan, padahal bila mau jujur sesungguhnya keadaan tak pernah menjadi lebih baik dengan menyalahkan. Anda hanya akan menemukan diri sedang berada pada masalah tambahan berikutnya. Banyak orang sedang mengambil alih Haknya Tuhan untuk soal menghakimi. Bila anda tidak mau dihakimi mohon jangan menghakimi, meskipun seolah-olah memang anda yang jadi korban. Tapi ingatlah bahwa anda menjadi korban itu pun memang harus terjadi.
6. Sesungguhnya untuk merasakan Bahagia anda tak perlu bayar apa-apa,Gratis! Untuk Tak Bahagia anda belum tentu bisa bayar

~ Kurikulum pendidikan formal JIKA-MAKA telah membentuk doktrinasi yang sangat kuat mengenai sebab akibat. Semua hal kemudian dibahas dalam kajian JIKA MAKA. Sehingga di alam bawah sadar banyak orang tertera sangat kuat “SAYA BARU BAHAGIA BILA….” Apalagi “SAYA HANYA BAHAGIA BILA….” Wahhh tidak terbayang orang yang punya self talk seperti ini tentunya agak kurang mudah untuk lolos dari seleksi kehidupan. Pembahasan ini sesungguhnya berkaitan dengan Belief System yang telah dibentuk dan terus dibangun. Tahukah anda bahwa sesungguhnya bahagia itu sendiri adalah tanpa syarat. Program ulang jiwamu untuk dapat dengan mudah menjadi bahagia tanpa harus terjadi suatu kondisi tertentu. Dengan mudah anda bisa mengerti ini, bahwa anda menjadi bahagia meskipun bukannya bahagia karena.

Seolah-olah banyak orang masih merasa bahwa untuk menjadi bahagia itu sulit, seperti harus bayar harga mahal. Buang semua mindset seperti Kaya adalah Bahagia, Punya mobil baru bahagia, dihargai orang lain membuat merasa bahagia. Semua hal ini adalah tidak tepat sebab sesungguhnya Bahagia adalah disaat anda menyadari bahwa anda ada dan diri anda penting.

7.   PAGI ini berikan dirimu kesempatan SEKALI lagi

Setiap hari selalu ada nuansa yang baru dan penting bagi dirimu. Menjadi tidak adil bila hari ini menjadi rusak karena sentimen negatif terhadap hari kemarin. Setiap pagi adalah permulaan, anda perlu menghargai kenyataan ini. Hari ini ada untuk anda memperbaiki hari kemarin.

8. MULIAKAN Hidupmu dengan mengambil kendali atas Perasaanmu. BUKAN sebaliknya

Apa yang anda rasakan setelah marah? Lega? Mungkin iya, namun sadarkah anda bahwa dalam hitungan detik ada perasaan lain yang juga muncul yaitu merasa hina. Perasaan hina ini muncul sebab anda merasa seperti menyangkal diri, menolak diri. Marah adalah salah satu cara untuk membohongi diri. Bila anda sadar bahwa diri anda sangat suci, maka anda akan sangat malu atau tidak berani untuk marah. Memegang kendali atas perasaan hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang “telah” selalu menyadari akan kesuciannya. Hakikat paling utama dalam manajemen emosi sesungguhnya adalah bahwa manusia sebenarnya yang memegang kendali atas perasaannya, bukan sebaliknya.

*CUPLIKAN dari Buku RAHASIA JIWA karya Dedy Susanto
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community