Jul 21, 2011

Bapak Kost

Beberapa hari ini kesal sekali dengan sikap pemilik kost-anku. Jika kau pernah membaca Dwilogi Padang Bulan-nya Anderea HIrata kau pasti kenal karakter Pamannya Ikal dalam novel itu. Pamannya Ikal yang menderita Ambeyen dan kadang seperti berkepribadian ganda. Kadang baik dan kadang Jahat drastis pada saat yang tak berselang lama. Seperti itulah Bapak kost!

Lima bulan yang lalu, bapak kost yang bekerja sebagai kontraktor proyek itu mulai mengeluh sakit dibagian dadanya. Seperti biasa aku dipanggil untuk sekedar duduk dan bertukar cerita dengannya di teras. Banyak hal yang dia ceritakan. Lelaki tua ini memang tipe pekerja keras dan pantang menyerah. Kreatif. Seperti itulah kesan yang kutangkap dari setiap kisahnya. Cerita tentang masa-masa kuliahnya di Brawijaya, bagaimana dulu dia menjadi kenek Angdes untuk membiayai kuliahnya dan sebagainya. Intinya aku adalah anak kost-annya yang paling dekat dan "mau" menjadi pendengar yang baik.

Tiga bulan yang lalu. Bapak kost ke kamarku, duduk diteras dan
bercerita bahwa ternyata jantungnya bengkak.  Dua kalilipat besar bengkaknya. Aku kaget dan perihatin dengan keadaannya. Dia juga menuturkan nasehat dokter bahwa dia sudah dilarang untuk bekerja apalagi lagi naik motor untuk jarak yang jauh. Disarankan untuk memakai mobil saja. Bapak Kost punya dua mobil, 1 jeep dan satu lagi Karimun. Tapi entah karena apa yang dipakai hanya salah satu dari dua motor bututnya. Dia juga memberitahukanku rencananya akan mudik sementara ke jawa dan menerahi tanggung jawab menjaga kost-an sesuai aturan yang berlaku. Aku menyanggupi dan tentu saja ku mengharap kerja sama teman-teman kost yang lain. Lalu masalah listrik dan lain sebagainya dia bilang temannya yang akan urus. Aku bertanya berapa lama dia akan di Jawa. Cuma dua minggu jawabnya. Hmm..

Setelah 3 bulan berlalu, bapak kost pulang. Selama tiga bulan di jawa cuma sekali bapak kost memberitahukan kabarnya. Itupun setelah ku telepon karena sebagai anak kost yang baik aku merasa perlu mengetahui keadaan bapak kost. Tapi entah ada apa, sekarang aku seperti menjadi orang paling tidak menyenangkan di matanya. Sensi sekali dia sekarang. Aturan kost menjadi semakin ketat. Teman tak boleh nginap. Sementaa diantara anak-anak kost yang lain, aku dan Hendri lah yang paling sering kedatangan teman. teman-temankupun sudah dikenal baik oleh bapak kost. Sampai suatu malam, dikostku ada Andi yang datang dari Sumbawa, Josh, dan beberapa teman kost-ku yang lain berkumpul di kamar, main PS dan monopolo, aku tak ikut karena sedang asik ber-BBM-an dengan pacarku. Tiba-tiba sms masuk dan isinya bikin kaget!

Sms dari bapak kost. Katanya kalau teman-temanku sering datang sebaiknya aku keluar dari kost-an. Sial! Apa salah teman-temanku? ribut juga kagak? Teman-temanku baik semua. Andi calon dokter, sekarang praktek di Puskesmas di sumbawa dia datang liburan ke mataram weekend kemarin. Josh, temanku yang paling sering datang dan sering juga ngobrol seru dengan bapak kost. Indra, Anda, dan Ari mereka anak-anak kost sini juga. Hadeehh.. bapak kostku kenapa? Herannya setelah itu aku selalu merasa jadi bulan-bulanan bapak kost. Bayar kost aku gak pernah telat. Kalau dia lagi butuh pertolongan pasti kamarku yang disambangi, dan temanku yang ada saat itu di kamar juga pasti ikut membantu. Misalnya dorong mobil, angkat meja, ganti lampu yang mati, sampai nyabit rumput!

Trus kenapa sekarang jadi begitu sensi? whats wrong? Lama-lama aku bisa pindah saja dari sini. Tapi repot juga bawa barang-barang. Jalan terakhirnya sabar dulu dan segera selesaikan kuliah! itu saja. 

________________________________
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community