Jul 8, 2011

Selamat Datang Cinta

Binar gemintang, bulan separuh yang beranjak perlahan ke ufuk barat, dan angin dingin dari Senggigi. Aku duduk berdua dengannya di pinggir jalan di atas Pantai Senggigi. Menunggu pesanan Jagung Bakar datang. suasana yang romantis. 

Tapi, aku tak bisa bersikap romantis. Malah grogi dan entahlah... Aku tahu dia begitu bahagia bisa jalan berdua denganku, seperti memilikiku. Tapi pikiran ini belum bisa sinkron dengan hati, aku masih bingung dengan perasaanku, apakah aku mati rasa semacamnya? Saat ini aku ingin membuka hatiku untuk wanita yang mencintaiku.. dan ku harap dia bisa membuatku jatuh cinta seperti Nana. Aku bosan berharap pada harapan yang tak pasti dan tak kunjung pasti. Aku ingin merasakan lagi bahagianya tertawa bersama kekasih, melakukan hal-hal absurd dan spontan. Aku rindu saat-saat seperti itu. Berbagi Suka dan duka dengan yang terkasih. Bukan kah itu hal yang indah kawan? Tentu kau juga menginginkannya.

Kenapa hatiku begitu kuat saat mencinta? pada akhirnya aku sulit untuk menghapus jejak yang pernah tertinggal. Pada akhirnya aku sulit membuka hati untuk cinta yang baru.

Kali ini, aku yakinkan hatiku untuk bisa mencintainya. Menerimanya yang menerimaku dengan segala kekuranganku. Bukankah cinta itu bisa juga muncul karena kebersamaan? semoga saja. Aku hanya ingin mencintai. Akupun ingin dicintai. Bayang-bayang lama, meski sulit harus segera ku lepaskan.. Ku lupakan dengan indah. Biarlah jadi kenangan bahwa aku pernah belajar menjadi kekasih yang baik untuk wanita baik yang dipaksa kawin dengan orang lain oleh orang tuanya yang kolot. Cukup!

Lembaran baru segera di mulai. Selamat datang cinta...

_________________________________________
Comments
2 Comments

2 comments:

Berkicau

Community