Aug 13, 2011

Bahagia itu Sederhana

"Kita Terlalu Sibuk Mengejar Bahagia, Sampai Kita Lupa Bahagia itu apa..." (Pursuit Happiness)

Tadi pagi aku telat bangun, terbangunpun karena tiba-tiba mimpi ketemu dosen. Aku langsung bangkit dari tempat tidur, berlari ke kamar mandi, menyambar handuk di belakang pintu. Aku hampir saja terlambat. Janji ketemu Dosenku jam 10.00 aku bangun jam 9.23. Bahh!! 

Singkat cerita aku sampai kampus tepat jam 10 dan pak Dosen sedang tidak bisa diganggu. SEDANG RAPAT. Begitu smsku dibalas. Dengan huruf besar semua, seolah-olah sedang merayakan hari Caps Lock Sedunia. Otakku spontan berimprivisasi, berdiri di depan Papan pengumuman di Lantai II Gedung D FKIP Unram. Membaca pengumuman sekenannya yang sebenarnya tak penting untuk ku baca. Entah kenapa aku melakukan itu. Aneh!

Yap! 1 jam aku menunggu, lebih malah, Rapat sang Dosen kelar juga. Aku menemuinya dengan susah payah di lantai III, untu kau tahu kawan, badanku benar-benar sedang tidak enak sepanjang hari ini. Efek dari nge-gym semalam.bolos tarawih demi mengembalikan pipi nggak chubbyku dan perut nggak buncitku pada keadaan semula. urusan dengan pak dosen akhirnya kelar. Cuma mengumpulkan tugas U1 yang katanya aku tidak mengumpulkan sejak awal semester padahal aku ingat sekali aku selalu mengumpulkan tugas tepat waktu. si bapak dosen menantangku, kalau memang pernah mengumpulkan pastilah aku punya softcopy dari tugas itu. Aku terima tantangannya dan alhamdulillah tentangan itu berakhir beberapa menit setelah beliau selesai rapat.

Bicara nge-gym, bicara perut buncit, bica pipi chubby (tembem ajaa). Aku ingin sedikit berbagi denganmu kawan.Sejak awal ramadhan atau sejak sebelum ramadhan, Aku berharap, tepatnya membayangkan akan nikmat sekali rasanya makan di bulan Puasa ini. Tapi sayangnya.. aku termasuk tipe pria yang tak bisa menahan diri dalam urusan makan dan dimakan (eh...). Apapun makanannya aku sering kebablasan, kebanyakan makan. Makanan enak sekalipun kalau makannya berlebihan akan jadi tidak enak kawan.. Okelah saat makan itu nikmaat banget tapi setelahnya mulai deh effect madesu muncul. MALAS ngapa-ngapain bahkan shiolat tarawih. hmmm  Hari pertama berbuka puasa adalah hari pembalasan dendam haha, ludes semua makanan ku bikin. Adikku sampai ngomel-ngomel karena bosan menungguku selesai makan, dia harus segera membereskan piring-piring dan kawan-kawan. Hari kedua, ketiga dan seterusnya aku sadar itu tak baik tapi hanya bisa sedikit mengontrol, gak banyak. ujung-ujungnya hari ke 11 puasa, pipiku tembem, perut buncit. Dimana-mana orang puasa menurunkan berat badan, ini sebaliknya. Maka aku mulai berpikir bagaimana menurunkan berat badan dan menciutkan kembali perutku yang kayak karung ini hahaha..

Singkat cerita lagi, kemarin malam aku ke tempat fitnes sama Tony. Dua pria yang mulai gemuk ini bahu membahu menggunakan semua media gym di ruangan fitnes. Aku memilih sit up sebanyak-banyaknya dan mengangkan barbel sekenanya. :D Segar sekali rasanya bisa berkeringat sedemikian basahh! Hampir dua jam berada disana dan setengah waktuku hanya untuk sit up dan mencoba alat-alat gym yang ringan-ringan saja. sisanya liatin orang-orang yang kayak Hulk di ruangan itu. Ngerii.. 



*ntar dulu.. ada notif fb*

Oke kita lanjutkan..
Hari ini, efek gym semalam terasa banget, otot lengan, perut, dan pada benar-benar sakit. Lengan gak bisa diluruskan, Jalan hampir gak bisa tegak karena perut sakit ototnya. tapi aku senang, otot lengan mengeras dan kuenceng hahaha, perut juga lumayan kempes dan bagusan dikitlah dari kemarin-kemarin. Tapi efek sakitnya ini yang bikin nelangsa, pengennya tiduran melulu dikamar, padahal ada beberapa kerjaan yang harus kelar, mood jadi tidak baik. 

Lalu lepas sholat ashar tadi ku keluarkan sepeda wimcyclenya Dhani, niatnya mau ke rumah dinasnya mas Alfin di SD 15 Ampenan. Mau buka bersama, aku sudah bikin janji sebelumnya. Lumayanlah buat membiasakan otot-otot yang sakit ini agar tak kaku. Alhamdulillah lumayan berhasil, tiba di Rumah Mas Alfin aku keringatan dan mulai lapar dan haus. Bakalan makan enak nih. Apalagi menu berbukanya favoritku banget, Nasih Anget, Sayur Bayam Bening, Tempe Goreng dan Krupuk Kulit. Mantaabbss.. gak sabar rasanya nunggu adzan magrib yang tinggal 3 menit lagi.

Finally, sore tadi aku menemukan kenikmatam yang teramat sangat ketika berbuka.  Perut yang sedang butuh diisi dan makanan yang nikmat meski sederhana. AKu bahagia sekali atas nikmat ini Tuhan.. Lihatlah kawan, betapa bahagia itu sangat sederhana. AKu bandingkan dengan menu sahur dan berbukaku setiap hari dikost-an. Ayam bakar Taliwang, Ayam Supermen menu terlaris Kebalen Cafe dll, tapi gak merasa puass.. Alhamdulillah aku bersyukur atas semua itu.. tapi sore ini dengan menu sederhana dan murah meriah ini aku benar-benar makan dengan lahap dan nikmat. Benar-benar luar biasa...

Well, cuma mau nulis itu aja kok.. haha, selamat menjalankan ibadah puasa! Makan bila lapar dan berhenti sebelum kenyang, kata Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

_______________________________________
Comments
2 Comments

2 comments:

Berkicau

Community