Aug 19, 2011

Catatan Sayang Untuk Ibuku Sayang

Yang istimewa adalah hari itu sendiri.Hari dimana kamu terlahir sebagai manusia dengan tangis yang konon katanya tangis isyarat takut atau tepatnya protes kepada Tuhan kenapa harus terlahir sebagai manusia pada dunia yang penuh kepalsuan dan dosa. Tapi kamu punya Tuhan, bukan? Dia menurunkanmu ke dunia dan tak akan meninggalkanmu begitu saja dengan segala deru dosa dunia. Tuhan akan membimbingmu dengan lembut, lewat tangan halus seorang malaikat bernama Ibu. Yah, yang melahirkanmu Atas izin Tuhan. Lalu yang akan menjagamu, mengkhawatirkan kesehatanmu, pergaulanmu dan yang akan rela tak tidur untuk memastikan kamu baik-baik saja sepanjang malam.

Malaikat berhati salju itu, cintanya padamu melebihi apapun di dunia ini. Tak perlu diucapkannya cinta itu seperti kekasihmu yang berkali-kali mengatakan dia mencintaimu. Tindakannya, perlakuannya dan tatapannya adalah bahasa cintanya yang mengalir tak pernah berhenti sekalipun kadang hatinya sakit oleh congkaknya dirimu. Tapi tenang saja, cintanya adalah mengerti, cintanya adalah maaf. Berkali-kali kau sakiti, berkali-kali juga Ia akan memaafkan kamu yang dicintainya. Namun kebanyakan kamu tak sadar akan hal itu.

Hari ulang tahunmu tiba, apa yang kau ingat? Apa yang akan kau lakukan? 
Membuat suasana romantis dengan pacarmua? Menagih uang jajan lebih pada Ibumu untuk mentraktir teman-temanmu? atau menemui malaikat itu dan mengecup penuh takzim tangannya yang mulai keriput. Tangannya yang sekian tahun telah merawatmu. Membersihkan popokmu, mengepal ingusmu, menyuapimu saat kau menangis kelaparan. Kadang kamu gengsi melakukan itu. Kenapa pada kekasihmu tak gengsi? Tahukan kamu bahwa saat kau menceritakan kekasihmu padanya dia bingung dengan perasannya, apakah dia sedang cemburu atau bahagia. Cemburu karena buah hatinya tercinta akan membagi cintanya pada perempuan lain dan bahagia karena buah hatinya tela tumbuh menjadi lelaki dewasa dan memiliki wanita yang akan mencintainya hingga kelak setelah dia pergi selamanya. 

Sekali lagi, cintanya adalah mengerti... apapun yang kau lakukan ia akan mengerti lalu memaafkanmu. Itulah ibu. Tak akan lelah ia memberi cintanya. Baginya kamulah harta palin berharganya sepanjang sejarah. Kamulah hidupnya meski kau abaikan dia sedemikian rupa. Maka saat ia masih bisa memanggilmu, saat ia masih bisa tersenyum melihat kebahagiaanmu, bahagiakanlah dia.. tak sulit, kawan.. cukup buat dia bangga dengan hal-hal baik yang kau lakukan pada orang lain.. hatinya akan mengembang, melayang dan sesak oleh rasa bangga dan bahagia. Jika kau mau mengingat-ingat, sejak kecil dia hanya ingin kamu jadi anak yang baik dan berguna bagi orang lain. Cuma itu harapannya, harapan yang membuatnya tak lelah membimbingmu. Menyekolahkanmu meski harus banting tulang mencari biaya, dan siang malam mengakhawatirkan pergaulanmu yang semakin hari akan semakin luas dan beragam.

Kawanku, bahagiakanlah ibu kita.. buat ia bangga pernah melahirkn seorang putera yang hebat! Seorang anak yang dulu disuapinya setiap hari dengan lembut.. seorang anak yang dulu dibawa kemana-mana dengan bangga. Lakukanlah hal-hal itu padanya sekarang.. Banggalah padanya, kenalkan dia pada kekasihmu, pada kawan-kawanmu.. itulah kebahagiaan buatnya. 

Hari ini aku ulang tahun, Ibu. Seluruh doaku hanya untukmu. Semoga Allah selalu menyayangimu, melindungimu selamanya. Tak ada yang bisa ku berikan selain doa tulusku semoga Allah memberkahi setiap umurmu,bu. Kenangan indah kita sejak aku mulai bisa bicara, berlari, bercerita dan sekolah adalah kenangan abadi yang siapapun tak akan mampu menghapusnya. Aku bangga padamu, bu. Bangga sekali. Bangga pada kesederhanaan dan kerendahan hati yang kau ajarkan padaku, bangga pada sikap ksatria yang kau biasakan. AKu bangga sekali menjadi anakmu. Semoga kau juga bangga memilikiku ibu. Aku mencintaimu Ibuku.


Mataram, 18 Agustus 2011 -tepat tahun ke 24 sejak kau melahirkanku ke dunia ini-

______________________________________
Comments
2 Comments

2 comments:

  1. Huaaaaaaah....
    Jadi sedih Jie, aku kangen ibu...

    ReplyDelete
  2. Hiks... setiap baca ini, pengen pulang...

    ReplyDelete

Berkicau

Community