Dec 16, 2011

Tentang Sebuah Privacy

Terkadang semacam dilema yang terjadi. 
Aku memiliki banyak teman dekat yang sering main ke kamar, setiap hari. Senang dan terkadang bosan hehehe Senang karena kesepian jarang sekali menghampiri, setiap hari ada saja kekonyolan dan hal-hal yang bisa ditertawakan bersama. Banyak hal-hal berat menjadi ringan karena dikerjakan bersama. Tapi terkadang sebagai manusia biasa aku juga terkadang bosan dengan ulah-ulah teman-temanku yang konyol dan terkadang garing. Misalnya mereka kadang lupa bahwa ada saat-saat dimana aku tidak ingin terlalu bermain-main, saat-saat dimana aku harus serius memikirkan dan mengerjakan sesuatu. Jika sedang mengalami hal itu aku akan lebih banyak diam sebagai ungkapan secara tidak langsung bahwa aku sedang tidak ingin bermain-main, atau sebuah pesan bahwa aku sedang harus serius mengerjakan sesuatu dan tak ingin diganggu.

Tapi memang ada beberapa teman yang badung, cuek dan seolah tak mau tahu. Meski sudah di berikan penringatan bahwa aku butuh ruang untuk sendiri, merenung, menulis atau apalah tapi tetap tidak mengerti. Dalam keadaan seperti ini aku mengalami semacam kesal yang amat sangat. Ingin marah tapi aku harus bisa menjaga emosi dan ketenganku, karena jika aku menuruti emosi dan marah maka tak akan ada yang kelar semua yang kukerjakan. Terkadang aku memilih untuk mengatakan dengan baik-baik bahwa saat ini aku ingin sendiri dan tak ingin diganggu. Hasilnya... mereka lumayan mengerti dan tidak berada di dekatku tapi terkadang mood sudah berantakan!

Tentang sebuah privaci, Lagi-lagi aku harus sedikit tegas kepada teman-temanku dan kadang ada rasa "tidak enak" padahal seharusnya mereka sudah mengerti tanpa harus diberitahukan mengingat mereka sudah dewasa dan bisa membedakan mana yang privaci mana yang memang layak untuk di share ke umum atau dipake bersama. Batasan-batasan memang perlu ada.

Seperti beberapa hari ini. Di kamarku ada seperangkat PC core 2 duo dengan modem speedy yang
setiap hari ku gunakan untuk melakukan beberapa pekerjaan dan kegiatan. Semisal ngeblog, browsing, ketikan-ketikan tugas kampus hingga skripsi, Browsing banyak hal, edit mengedit photo hingga mengedit video. Dari data-data sekolah hingga data Online Shopku. Tak terkecuali tulisan-tulisan bersifat pribadi seperti semacam catatan harian yang belum saatnya untuk diperlihatkan ke orang lain. Teman yang baik dan mengerti akan selalu meminta ijin menggunakan komputer yang bukan miliknya, teman yang baik hanya akan menggunakan komputer temannya sesuai dengan kebutuhannya dan tidak mengganggu privasi temannya pada kompter tersebut. Aku, selalu memberi kepercayaan pada teman-temanku, sejak dulu. Kubiarkan mereka menggunakan apapun milikku (Kecuali pacar, gw bunuh kalo ada yg ganggu! hehehe), karena aku yakin mereka tahu batasan-batasan. Tapi ternyata tidak selalu sesuai dengan yang ku inginkan. beberapa kali dataku terdelete, pindah folder, sampai yang membuat ku uring-uringan itu komputer terkontaminasi virus yang parah dari flashdisk mereka yang menyebabkan data-data hilang hingga kadang komputer harus di instal ulang. Sialnya jarang sekali ada yang mau mengaku telah melakukan kelalaian atau meminta maaf.  Jika sudah begini aku akan cepat sekali marah dan lama sekali bisa reda.

Lalu ku putuskan mengunci komputerku dengan password. Sialnya sudah dipasword-in masih saja ada yang ngeyel dengan pertanya super polos yang pernah ku dengar.

"Jie, Komputermu passwordnya apa??"

Ini pertanyaan yang bikin aku gondok dan kadang bertanya sendiri, ini orang bego apa bodoh??!! Dimana-mana jika sesuatu di berikan gembok atau pasword itu artinya tidak diijinkan digunakan untuk umum! itu extremenya! Simplenya komputer itu hanya boleh dibuka oleh empunya. Jadi jika mau pake biarkan empunya yang membuka passwordnya. Kalau aku kasi tau dengan polosnya apa gunanya susah paya mikirin kode-kode dan kata-kata ribet buat jadi pasword?! ckckck...

Ahh.. terkadang, ada saja manusia yang tak mengerti hal-hal sederhana dan umum.

Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community