Jan 23, 2012

Bir Pletok dan Setahun Silam

Tepatnya Menjelang dua Tahun Silam, Bulan Mei 2010 lalu, aku berkesempatan ikut kegiatan Pramuka ke Universitas Trisakti bersama 4 orang temanku dari Universitas Mataram. Pengalaman yang sangat menyenangkan, dan sangat seru. Berbaur dengan teman-teman dari seluruh nusantara dalam sebuah perkemahan. 

Adalah suatu sore, dihari ke 5 kegiatan yang berlokasi di Kampus II Trisakti di Nagrak. Waktu itu kami para peserta baru saja selesai melakukan praktek materi SAR (Search and Rescue) Air di sebuah waduk di pinggir utara lokasi perkemahan, tempatnya bagus saat
subuh hari, tenang dan dingin, aku pernah subuh-subuh kesana mencari tempat untuk wudhu karena pada saat itu Toiliet dan tempat wudhu yang tersedia terisi semua. Lampu-lampu dikejauhan terlihat temaram dan mulai surut pijarnya karena fajar jingga muncul diufuk timur, bintang-bintang subuh juga semakin lama semakin terlihat redup, lama kemalaan menghilang dibalik langit yang membiru. Aku mendirikan sholat subuhku di teras rumah kayu penjaga waduk yang baik hati, seorang bapak-bapak paruh baya dan istrinya yang berbicara dalam logat bandung, lucu dan merasa dihormati oleh logat itu, lembut dan kedengarannya sopan sekali. Aku tertarik untuk bisa.
Sore hari, saatnya untuk menuju ke waduk dengan perlengkapan untuk SAR air. Teman-teman sudah mulai berbaris saat aku sampai disana, membentuk barisan untuk memulai pemanasan sebelum nyebur ke dalam waduk yang ternyata airnya gak jernih-jernih banget kalau siang. :) Lalu beberapa menit kemudian latihan SAR Air dimulai, kami mengikuti perintah dan petunjuk pelatih yang berjumlah 3 orang, kami dibagi dalam kelompok-kelompok dan melakukan penyelamatan dengan cara yang berbeda dan bergantian. Sangat seru bermain dan belajar di air, seperti anak-anak yang selalu bahagia saat dberi kebebasan untuk bermain air. Hingga tanpa terasa senja datang dan kami harus segera kembali ke perkemahan. Saat itu salah satu teman kami dari Riau ulang tahun, Meky namanya, jadilah dia bulan-bulanan kami, mulai dari diceburin berkali-kali sampai di lempari buah Menguku yang sudah masak dan kau pasti tau kawan, bagaimana baunya buah itu. Meky berlari menjauh dan menghindar dari serbuan kami tapi gagal, di badannya sudah melekat cipratan-cipratan mengkudu busuk itu dan baunya bisa tercium sampe radius 7 meter. Hhhhh! Aku sendiri hampir muntah oleh baunya. Bahkan setelah di bersihkan baunya masih tercium. Tapi moment seperti itu yang tak terlupakan, bisa jadi buat Meky, itulah pertama dan terakhir kalinya dia berulang tahun bersama kami dan berbau sebusuk itu.




Kami menuruni tanah yang berbukit dari lokasi latihan SAR menuju perkemahan dengan tawa dan candaan-candaan. Logat-logat dari teman-temanku unik, dari aceh, gorontalo, Bogor, Surabaya, Jember, Jakarta semua bicara dengan logat masing-masing, ada keasikan tersendiri saat aku mendengarnya. Aku tersenyum sendiri, kaya sekali negeriku dengan budaya gumamku. Tiba di perkemahan, Wisnu, Kiki dan Kak Zaky sedang duduk melingkari tungku yang menyala dengan sebuah Misting diatasnya, di dalam misting airnya mulai bergelembung dan memanas. Selidik punya selidik mereka akan membuat bir pletok yang aku sama sekali belum pernah dengar apalagi melihat seperti apa itu Bir Pletok, maka jadilah akupun ikut duduk dan menunggu serta memperhatikan apa yang mereka lakukan. Meracik bahan-bahannya yang dari aneka rempah dan gula, lalu beberapa saat kemudian jadilah Bir Pletok itu dan teman-teman yang mengitari tungku semakin banyak dan semakin seru. Sore itu adalah kali pertama aku menyeruput minuman bernama bir Pletok dan itu buatan teman-temanku yang hebat. Mbk Awik, Pembina Putri Pramuka trisakti pun tertarik bergabung bersama kami, lalu dengan gelas dari botol air mineral yang di potong itu Mbk Wiek menyeruput miuman hangat buatan Kiki, Wisnu dkk. Aku minta diajarkan caranya, wisnu berbaik hati menjelaskan caranya, aku menuliskannya di bukuku. Ah sore yang indah di Nagrak. Berkumpul bersama wajah-wajah nusantara ini. 

Dan malam ini, aku membuka kembali catatan-catatanku selama berada di ibu kota, Nagrak dan Cibodas kala itu. Rindu pada suasana dan wajah teman-teman turun merasuki keotak dan hati. Berharap bisa bertemu mereka lagi pada masa-masa yng akan datang. Menngenang masa lalu bersama tak akan ada dua indahnya. Tak akan habis rasanya menceritakannya. Tertawa saat mengingat kekonyolan-kekonyolannya dan tersenyum saat mengenang hal-hal pahitnya, itulah kenangan kita selalu bisa tersenyum dan tertawa meski kenanngan itu pahit. Karena kita telah berhasil menjadikan masa lalu sebagai pelajaran dimasa sekarang dan masa depan. Kenangan serupa langit senja yang jingga dan kadang biru, selalu akan datang dan kita, meski tak setiap hari menengadakan kepala untuk melihatnya, akan ada suatu waktu kita akan benar-benar menatapnya dengan senyum dan kekaguman. Lalu kita berjalan lagi, senja berlalu lagi. Berlalu untuk kembali lagi esok hari membawa berupa-rupa kenangan lainnya.

Kawan-kawan tertarik ingin mencoba membuat Bir Pletok? Nih resepnya :

Bahan :
* 5 lembar, kayu secang
* 5 ruas, jahe
* 5 buah, cengkeh
* 2 lembar, pandan
* 1 batang, kayu manis
* 1 batang, sereh
* gula pasir secukupnya

Cara membuat :
1. semua bahan direbus kecuali sereh.
2. setelah matang, saring bir pletok.
3. tuangkan ke dalam gelas, lalu celupkan batang sereh kedalamnya.
4. Bir pletok siap dihidangkan.


*Aku mengingat mereka sambil menyeduh ramuan bir pletokku dan menyeruputnya sambil menulis ini
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community