Feb 17, 2012

Bahkan Kebahagiaan adalah Ujian Dari-Nya.

Sesungguhnya memang benar bahwa hidup itu adalah perjalanan. Kita tak pernah tahu kapan kita akan berhenti untuk menderita atau bahagia. Kebahagian selalu akan menjelang saat detik-detik terakhir keputusasaan, sejenak awan gelap tersibak, gemintang bermunculan kerlap kerlip tersenyum padamu, namun ingat kamu mash hidup, langit cerahpun akan berlalu. Entah itu mendung, Hujan, atau badai yang akan datang. Siapkan diri saja.

Cukup sadari saja semua itu. Sadari tak ada yang abadi. Semua ada masanya. Ada waktu bertemu, ada waktu bercinta dan ada waktu berpisah, ada waktu berkumpul, ada waktu tertawa, dan ada waktu berpisah. Susah, senang, sedih, bahagia, akan ada masanya berlalu. Satu hal yang harus kita lakukan adalah siapkan diri. Siapkan diri menyambut bahagia, dan siapkan diri saat harus ditinggal oleh bahagia. 

Postingan ini, untuk mengingatkan diriku sendiri bahwa hidup ini terlalu indah untuk mengkhawatirkan sebuah kebahagiaan yang sedang terjadi. Beberapa hari ini otakku dipenuhi oleh pertanyaan-pertanyaan, apakah aku siap untuk ini, untuk itu. Episode hidup memang selalu tak terduga. Penuh kejutan-kejutan yang meletup-letupkan emosi. Aku cuma harus menjalani dengan berani, santai, jujur dan tetap mengingat-Nya. Tapi entah mengapa rasa kurang percaya diri selalu muncul dan menggodaku untuk menjadi lemah. Aku benci saat-saat aku merasa kalah oleh diri sendiri. 

Malam ini, jengah rasanya. Entahlah. Butuh berada di tempat yang tenang dan asing. Aku ingin menemukan diri. Aku sangat sadar akhir-akhir ini aku agak "berjarak" dengan-Nya. Sedikit-demi sedikit setan telah membawaku menjauh. Bahkan aku tak sepenuhnya sadar akan tiba-tiba aku merasa jauh sekali dari-Nya. Syukurlah, aku tersadar (dan selalu tersadar saat otak dan hati mulai seperti kehilangan arah dan ketenangan) bahwa aku semakin jauh. Paling tidak dengan demikian aku bisa menata kembali hati dan imanku. Mencoba menemukan kembali diri-Nya. Mungkin aku terlalu sibuk dengan nikmat-nikmat dunia disekelilingku. Aku bersyukur setiap saat hanya saja tindakan bersyukurku kurang kurasa, hingga aku selalu merasa tak tenang. Ampuni aku Ilahi Rabbi, Aku tahu saat ini Engkau tengah menyentilku dengn ketidak tenangan dalam hatiku. Memanggilku untuk kembali bercengkrama pada-Mu seperti dulu. Aku mendengarnya, tapi aku selalu lalai. Ampuni aku Wahai Penguasa Hatiku, Tak ada artinya aku jika tanpa rahmat dan ampunan-Mu. Bimbing hatiku senantiasa ya Rabbku.. agar aku selalu kuat menghadapi segala macam godaan dan fitnah dunia. Aku merasa terlalu jauh aku dari-Mu saat ini. Bimbing aku untuk kembali berada dipelukan damai-Mu. Aku mencintai-Mu, namun kadang aku selalu terpeleset karena kesombonganku merasa telah mencintai-Mu dengan baik padahal belum ada seujung kuku.Ampuni aku, ampuni orang-orang yang terkasih...

Yah pada aakhirnya aku kembali menyadari satu hal,.. bahkan kebahagiaan adalah ujian dari-Nya.
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community