Apr 12, 2012

Get Married

Hampir setiap minggu menghadiri acara resepsi teman-temanku. membuatku tidak sabar untuk segera menyusul mereka, menjadi sepasang pengantin yang berbahagia. Memulai kehidupan yang benar-benar baru dan menantang! 

Sejak dulu aku punya impian ingin menikah muda. Menjadi suami dan bapak muda. Okelah bagi sebagian kita itu tidak mudah. Tapi come on bayangkan hal-hal indah menjadi suami dan ayah dalam usia muda. Kita masih enerjik dan kuat untuk bekerja dan melindungi anak dan istri. Menikah muda dengan persiapan yang cukup tentunya adalah sebuah hal yang sangat baik menurutku. Saat anak-anak kita tumbuh menjadi remaja dan dewasa kita masih terbilang muda untuk menjadi teman mereka dalam memecahkan masalah dan problema mereka kelak. Keharmonisan dengan pasangan asal bisa saling memahami dan mengerti akan sangat indah dan harmonis. Bolehlah kita bilang setip hari bisa kencan layaknya anak muda yang pacaran. 

Tak dipungkiri ada banyak tantangan dan kendala mengingat tak semua anak muda mempunyai pikiran yang luews dan dewasa untuk membina rumah tangga dalam usia muda. Tapi akan lain lagi jika seorang anak muda dengan visi dan misi hidup yang sudah tertancap sejak dini yang menjalaninya. Tantangan dan kendala itu adalah bumbu yang nikmat dalam menjalankan bahtera rumah tangganya. Setiap permasalahan dalam rumah tangga adalah cara Tuhan membuat mereka dewasa. Segala dukanya rumah tangga adalah alasan untuk menjadi lebih dekat dengan pasangan karena mereka akan melewatinya dengan dewasa dan tidak gegabah. Tenang, itulah kuncinya. Tak peduli sekeras apa pasangan, jika salah satu bisa menjadi air yang menyejukkan dan menghalau amarah. Badai tak selamanya, hujanpun tak akan lama, setelahnya Langit cerah dengan bau tanah yang segar adalah nikmat dan hikmahnya. Apalagi jika langit mengganti mendung menjadi pelangi. Indahnya..

Hari minggu kemarin, Martono salah satu teman kelasku menikah dengan kekasihnya. Aku dan teman-teman kelas datang menghadiri meski lokasinya sangat sangat jauh di Utara Lombok sana. Tapi inilah aku, aku merindukan mendatangi tempat-tempat baru yang asing. Lagipula akhir-akhir ini aku dilanda bosan, kurang jalan-jalan. Lebih kurang 3 jam perjalanan menggunakan sepeda motor, (itu sudah lengkap dengan nyasar-nyasarnya) menuju kesana, melewati kawasan wisata Pusuk yang sejuk lalu melewati Bangsal, dermaga untuk orang-orang yang ingin menyeberang ke Gili Trawangan dan ternyata hanya sampai disitu aku melihat jalan besar karena selebihnya perjalanan mulai memasuki pelosok-pelosok, melewati kebun, ladang-ladang dan sawah-sawah. Jangan tanyakan tanjakannya, beberapa kali aku hampir jatuh karena terlalu santai dan menikmati sekelilingku. Beberapa monyet berkeliaran di jalanan mencari perhatian bukannya malah lari melihat iringan sepeda motor. 
Tepat 3 jam lewat sedikit, kami menemukan lokasinya. Sebuah Desa bernama Taniga, dengan terktur tanah yang tidak rata karena berada di atas ketinggian bukit. Rumah-rumah disini juga tidak ada yang setara tingginya, satu rumah di bawah satu lagi atas, begitu seterunya, tapi alanghkah sejuknya desa ini. Pemandangannya juga tak bisa di remehkan. Lihat saja, dari halaman rumah pak Arifin kita bisa melihat deretan tiga Gili (Pulau) yang sudah mendunia itu, Gili Meno, Gili Trawangan dan Gili Air. Menakjubkan! Aku tak puas dari ketinggian itu, aku mencoba memanjat pohon nangka yang tak terlalu tinggi di halaman itu dan semakin mantap saja pemandangannya. teman-temanku juga tak mau melwatkan pemandangan yang memanjakan mata itu.

Tidak lama kami diacara Martono, ya hampir satu jam. Kami memilih beristirahat di rumah paka rifin yangs sejuk. teman-teman bermain kartu aku mencari tanaman-tanaman bagus yang bisa ku bawa pulang untuk di tanam di halaman rumahku hahaha.


Jam 2 siang kami memulai perjalanan pulang. Kali ini aku dan kawan-kawan memilih jalur lain. Perjalanan pulang kami akan melewati jalur Senggigi, pasti kau pernah dengar kan, kawan nama itu, Pantai di Lombok yang sudah mendunia. Jalur ini adalah jalur yang sangat sangat menyenangkan karena pemandangan di kiri kanan sangat memanjakan mata. Jika melalui jalur ini kita akan melewati spot-spot wisata terkenal di Pulau Lombok. Sebut saja Dermaga Bangsal, Pantai Malaka, Pantai Malimbu, Bukit dan tebing malimbu, Pantai Kerandangan, Pantai Senggigi dan lain-lain. Semuanya amazing!

Perjalanan pulang lebih memakan waktu lama karena kami kebanyakan berhenti di spot spot wisata itu. Makan plecing kangkung, es campus, kelapa muda, foto-foto dan sekedar berteduh. tak heran jika jam 5 sore kami baru tiba di Kota mataram. benar-benar perjalanan menyenangkan. Tertawa bersama kawan-kawan sepanjang jalan. Indahkan persahatab itu? apalagi jika perjalanan yang indah ini kita lewati bersama pasangan jiwa kita. Luar Biasa!

Jalan-jalan, silaturrahmi, dan jepret-jepret, semuanya dapat!









Comments
5 Comments

5 comments:

  1. Sama dengan ceritaku waktu ke nikahan tmn di wilayah Pemenang, Lombok Utara.
    Pulang2 lewat senggigi.
    Eh mampir fto2 dlu di wilayah2 yg disebutkan di atas. Memang ya Lombok amazing.
    Lebih tertarik sy sm fto2nya.
    harus beli kamera bagus itu dh.
    Tnggu saatnya. :D

    ReplyDelete
  2. kemewan gita foto na..

    saya phobia ketinggian

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo berdua di ketinggian masih phobia juga gak syg?

      Delete
  3. Lombok masih virgin ya....
    gak jauh beda dengan bali

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Lombok orang bisa merasa ada di Bali tapi di bali belum tentu org bisa melihat lombok :)

      Delete

Berkicau

Community