Apr 21, 2012

Ketika Cowok Belanja Perlengkapan Wanita

Hari ini adalah salah satu hari tersibuk dan penuh semangat dalam minggu ini. Hari ini juga adalah hari ketiga aku menjalankan program Menuju Perut Sixpack *nyengir*. Ya begitulah, sejak tiga bulan terakhir ini berat badan nambah terus, bentuk tubuh mulai tidak enak dilihat apalagi di raba, di terawang mana bisa. Berat! Dengan bermodal kekhawatiran akan obesitas yang rawan penyakit dan karena ada beberapa orang yang tak bertanggung jawab yang mengira umurku sudah kepala tiga aku memutuskan untuk mengakhiri drama obesitas ini. Harus!

Hari ini (dan tiga hari sebelumnya) aku mulai terbiasa bangun pagi-pagi dan tidak tidur lagi setelah sholat subuh seperti hari-hari yang sudah lewat. Ternyata kuncinya agar tidak bangun kesiangan dan tetap segar saat bangun pagi adalah JANGAN BEGADANG. Emang benar kata bang Haji, begadang banyak gak baiknya. Masalahku adalah mataku akan sangat ngantuk saat-saat setelah sholat magrib. Jika aku tidur jam segitu maka aku tidak bisa mengerjakan apa-apa malam itu. Jika aku tidak tidur maka jam 3 dini hari barulah aku akan ngantuk lagi. Aneh atau memang semua orang seperti itu ya?. Tapi berkat kebulatan tekad dan niat ditambah motivasi yang telah disebutkan diatas, aku memaksakan diri tidur sebelum jam sepuluh malam atau paling telat jam 11 malam. Meski di tempat tidur aku seperti pria galau yang kehilangan kekasih. Guling kiri kanan, telentaang , telungkup berkali-kali dan entah di hitungan keberapa kali aku sudah tidak sadar dan terbangun karena suara alarm tepat jam 5.00 am! Yeahh!! 

Pelajarannya adalah, jika ingin tidur jangan hitung berapa kali kamu guling kiri kanan, telentang telungkup apalagi jika kamu menghitung dengan penuh konsentrasi. Jangan, karena kamu akan tetap melek saat harus mengulang dari awal akibat lupa sudah hitungan keberapa.

Oke, back to topikl!
Jadi hari ini, aku sudah bisa bangun pagi-pagi, membersihkan rumah sendiri dengan senang hati, menyapu halaman dan menyiram bunga-bunga sambil bernyanyi iwak peyek, lalu olahraga sebentar sambil sesekali shuffle dance ala LMFAO di halaman. Tak peduli tetangga cekikian atau senyum-senyum melihat tingkahku yang menmurutku keren itu. Menurut dia gimana itu urusannya dengan tuhan :D. Buatku bangun pagi adalah berkah yang luar biasa, kawan. Kamu bisa melihat matahari terbit, merasakan hangatnya menyentuh kulitmu setelah semalaman menggigil di samping kipas angin untuk berlindung dari serangan nyamuk dan kamu juga bisa bertemu langsung dengan bapak penjual nasi bungkus atau mbak-mbak penjual sayur yang lewat dengan sapaan khasnya. 


Beranjak siang, aku membaca note-note yang tertempel di sekitar monitor komputer. Ada beberapa agenda hari ini yang harus ku lakukan. Kenapa aku menulisnya di note dan menempelnya disana sini? Tidak lain tidak bukan agar aku tidak lupa. Ku beritahukan sebuah kenyataan padamu,. kawan. Bahwa jika kau bangun kesiangan kemungkinan besar kamu akan lupa semua rencana yang sudah kamu siapkan sejak kemarin. Jadi itulah mengapa aku buat note agar ketika aku telat bangun aku tidak akan kalang kabut dan lupa agenda hari itu. Biasanya note ku tempel sebelum tidur di lokasi-lokasi strategis yang punya kemungkinan akan ku lewati saat bangun pagi. Misalnya di Pintu kamar mandi, di dispenser, di dalam kamar mandi tepat di depan kloset, layar monitor dan lain-lain. Jangan tanya kenapa tidak buat reminder di hape ya, karena saat hape itu mengingatku sebuah agenda dan saat itu aku sedang tidur makan secara otomatis dan tanpa sadar aku akan mematikan alarmnya dan kemudia tidur lagi. Separah itulah jika kita begadang dan bangun kesiangan.

Menjelang siang, aku ketempat temanku Reni. Mengantarkan Chlorophyl Mint Powder (CMP) pesanannya. Lalu ke tempatnya Evy untuk mengambil skripsinya untuk jadi refrensi skripsiku. {erlu diketahui ini bukan untuk mengcopy tetapi ini murni permintaan dosen pembimbingku, "Carilah skripsi mahasiswa yang pernah menjadi mahasiswa bimbingan,ibu" Demikian titah sang dosen.Kebetulan Evy adalah mahahsiswa bimbingannya. Tentu bukan itu saja agendanya. Se te lah  i tu.. dengan backgroud fatamorgana diatas jalanan dan backsound lengkingan suara motor dan lain-lain aku menuju Ruby Supermarket, Supermarket ter-ramai di kota ini untuk mencari kopi ginseng pesanan sang camer, pacarku bilang bapaknya sakit dan pengen kopi ginseng, dia juga pesan beberapa barang yang sudah di list dan di kirim ke aku. Well, siapa takut..siang-siang begini supermarket bisa jadi salah satu tempat ngadem paling pewe. Sebenarnya sih begitu tapi siapa sangka, supermarket besar ini sedang di renovasi, rak-rak belum teratur, Tak ada AC sodara-sodara dan sialnya supermarket ini tidak pernah sepi. Aku sempat ingin nangis liat panjangnya antrian di 6 kasir yang tersedia. Tapi nangisnya ku tunda dulu, karena barang yang harus ku cari belum masuk ke keranjang belanja.

Pesanan sang Camer sudah kelar. Tinggal pesanan pacarku yang terbilang "tidak biasa". Yah tidak biasa bagi seorang cowok. Tidak banyak yang di pesan dan saat terakhir aku ke Ruby barang-barang itu masih tersusun dengan rapi dan dalam jumlah yang tidak terhitung di raknya masing-masing. dan apakah hari ini aku diuji dengan 10 buah lulur Sekar Sejagat, Sabun cair Viena, Sabun Cair Dove berwarna hijau dan keripik Nangka?? entahlah.. Hingga belasan kali aku mengitari seluruh sisi supermarket itu tak ketemu juga sekawanan benda itu. Aku mencari sambil terus sms-an dan bbm-an dengan pacarku. Menanyakan ciri-ciri lulur itu bagaimana? ku foto beberapa lulur yang bergelimpangan disana lalu mengirimnya via bbm dan tetap saja bukan. Sampai akhirnya pacarku bilang, lulur yang ada disana aja tapi satu saja. Oke, untuk sementara satu kelar. Tinggal beberapa item lagi dan sialnya item-item yang ku cari semua kosong, dan aku baru tahu itu kosong setelah berkali-kali mutar-mutar lirik kiri kanan atas bawah di rak-rak. Hingga akhirnya -entah karena iba melihat seorang lelaki kebingungan dengan keringat yang membahasi punggung dan dada- seorang shopkeeper mengahmpiriku dan bertanya, "Mas cari apa?". Akupun memberitahukan semuanya yang kucari lalu dengan muka entah agar terlihat sama pusing denganku atau benar pusing di mbak menyisir rak peralatan mandi itu pelan-pelan dengan tatapannya yang sangat-sangat terlihat seperti orang frustasi. Bererapa saat kemudian ia manatapku galau, dan menggeleng-gelengkan kepalanya persis seperti seorang dokter yang tak bisa mengatakan dengan langsung bahwa nyawa kucing kesayanganmu tak bisa diselamatkan. Miris. Kenapa..kenapa tidak dari tadi saja dia menghampiriku dan memberitahukannku bahwa itu semua tidak ada, dan kenapa aku tida dari tadi saja bertanya pada si mbak benda-benda yang ku cari. Kenapa..kenapa...  ah.. tidak sedramatis itu juga kok.

Setiap benda yang tidak ketemu, aku langsung laporan ke pacarku dan menunggu instruksi selanjutnya. DI moment aku dan pacarku sudah seperti dua agen rahasia yang sedang menyelidiki suatu tempat dan mencari sebuah data penting bagi seluruh umat manusia. Aku sang mata-matanya dan dia sebagai intruktur (atau apalah namanya) yang memantau dan memberikan instruksi dari jauh dan BB sebagai medianya. Setiap yang ku temua langsung kulaporkan beserta gambarnya. Lalu dia menilai, menelaah dan memutuskan itu benda yang dicari atau bukan. begitu seterusnya sampai akhirnya benda yang dicarinya tidak ada di tempat itu. Sama sekali. Kosong! dan misi tetap tidak boleh gagal. Harus ada benda pengganti. 10 lulur sekar jagat di ganti dengan 1 buah lulur Hiborist, Sabun cair Viena diganti dengan dua buah Sabun cair Dettol cool, dan Kripik nangka digantikan dengan sempurna oleh dua bungkus Kripik Ubi Ungu dan Kripik Tempe. Oke kelar!

Aku segera menuju kasir yang antriannya paling pendek. Maksunya urutannya paling pendek bukan yang orangnya pendek-pendek. Kurang lebih 15 menit berdiri di tengah antrian sambil melirik-lirik item dikiri kanan, siapa tahu ada yang aku perlukan. Mataku terhenti di Jus kacang Ijo ABC, sejenak aku menelan liur membayangkan rasa jus tersebut jika diminum dalam keadaan sepanas ini. Aku mengambilnya, memasukkannya ke dalam keranjang belanja dan akhirnya tiba juga saatnya aku bertatap wajah dengan sang kasir yang bedaknya juga terkena dampak dari global warming. Meleleh oleh keringat!

Pesan moralnya, Jika kamu seorang laki-laki dan akan berbelanja keperluan pacarmu pastikan Baterai hapemu full dan pulsamu banyak!

Saatnya kembali ke terik matahari. Diluar supermarket, kembali lagi bermandi cahaya over matahari tropis. Tanpa jaket lenganku makin eksotis saja kelihatannya. Ah.. pria-pria bule itu pasti iri dengan lenganku. dari jari sampe atas siku warnanya cokelat sexy, lalu dari atas sikut hingga pundak cokelat keputihan yang tak kalah sexy. Amboi.. Yah.. matahari di sini memang cukup menyengat, jika kamu merasa kulitmu kurang kesotis datang saja ke Mataram atau Ke Sumbawa tanpa sunblock tentunya. Oke mari kita cuekin saja panas ini. Biarkan dia berjalan menuju sore yang sejuk. Aku harus mengejar waktu. barang-barang ini harus segera di packing dan segera di dikirim ke Rumah pacarku lewat Bus yang datang jam 2 siang dan akan berangkat lagi jam 3 siang. Saat itu waktu sudah menunjukkan hampir jam 3. Yah..  ini saat-saat yang selalu ku alami dalam setiap hari-hariku. Biasa 4 kali dalam seminggu aku seperti ini. Saling kejar dengan waktu. Atau biasanya harus mengerjakan beberapa hal dalam waktu yang bersamaan dan aku sangat tidak suka itu. Tapi paket ini harus tiba nanti malam ke hadapan pacarku, bukan cuma item-item susah di cari tadi yang akan dikrim, tapi sudah menunggu juga bermacam-macam paket penting di rumah. itu artinya aku harus segera sampi rumah lalu kembali lagi ke Terminal Bus dan lagi-lagi harus merelakan tubuh ini di jamah terik matahari. Oooooh....... :D

Singkat cerita, akhirnya aku sampai juga diterminal bus dan bus sudah hampir jalan. Aku menyerahkan paketnya plus uang 10rb sebagai ongkos kirim lalu kembali menunggang motorku dan kambali lagi ke rumah. Lega rasanya. Panas terik, sumpek dan keringat tak ada apa-apanya di bandingkan dengan emoticon ini ( :* ) yang muncul di hapeku dan itu dari pacarku yang manis.  Sampai dirumah jus Kacang Ijoku sudah dingin, aku menenggaknya dengan santai lalu berbaring di sofa butut, dan tertidur............
Comments
2 Comments

2 comments:

  1. Ceritanya dah lama ya ???
    cz ada evy dalam cerita itu. :D

    ReplyDelete
  2. wah panjang juga ceritanya hehe...

    ReplyDelete

Berkicau

Community