May 28, 2012

Hati-hati dengan Ucapan Hati

Waktu kecil, (kelas 3 SD) aku punya cita-cita ingin menjadi guru. Waktu itu aku benar-benar ingin jadi seorang guru. Lalu siapapun yang bertanya aku dengan sepenuh hati bilang aku ingin jadi guru. Setelah SMA, aku tidak berminat lagi menjadi guru, saat itu aku sangat ingin menjadi seorang ahli IT atau Programer. Sangat-sangat ingin, walaupun saat itu komputer dan teknologi lainnya belum begitu memadai di seklilingku. Tapi kenyataannya lain. Kakekku ngotot ingin aku kuliah keguruan dan menjadi guru. Dengan sekuat tenaga akupun mengikuti keinginan kakek dan keluargaku hingga selesai. 

Waktu itu, menjelang kelulusan SMA, aku ngobrol dengan salah satu sahabatku di depan kelas.Tentang kelanjutan pendidikan kami. Dia mengatakan dia akan kuliah mungkin tidak jauh-jauh. Aku mengatakan ingin kuliah sejauh-jauhnya dan ingin menikah muda. Aku sendiri tidak begitu paham kenapa aku begitu menikmati imajinasiku memiliki keluarga sendiri dengan umur yang muda. Indah sekali rasanya. Cita-cita menikah muda benar-benar ku simpan rapat dihati walau beberapa kali selalu gagal dalam urusan cinta dan aku sendiri tidak punya modal untuk itu. Namun hatiku begitu mantab rasanya, senang sekali membayangkan itu. Sampai pada waktu kuliah semester terakhir aku mulai putus asa dengan cita-cita itu. Saat itu mantan pacarku menikah mendadak dengan orang lain. Rasanya jauh sekali aku dengan cita-citaku menikah muda. 

Tapi ternyata Allah menyimpan kata hatiku, memeluknya dengan indah dan menunggu saat yang tepat untuk memberikannya padaku. Saat DIA melihat aku pantas, maka saat itu juga dipercayakannya seorang gadis cantik berkulit putih dan pintar kepadaku. Yah, Rencana Tuhan memang selalu indah. Jangan sekali-kali ragukan itu. Aku sendiri jadi mengerti bahwa Kehilangan adalah proses awal menemukan. Aku bertemu dengannya, merasa nyaman, dekat dan kami berdua saling mengagumi, lalu rasa semakin menggebu. Niat juga menjadi satu. Kami berdua begitu nyaman dan damai jika bersama. Tak ingin lama-lama lagi, dia menantangku untuk menikahinya dan aku menerima tantangan itu dengan mantab karena Allah. 

Kami akan menikah, insyaalah Hari Sabtu, 2 Juni 2012 di Kec. Alas - Sumbawa. Mohon doa restu dari kawan-kawan semua, semoga rencana kami berjalan lancar, sejalan dengan Rencana Allah, dan kami menjadi keluarga yang Sakina Mawadda Warahmah.. Semoga ini pernikahan kami yang pertama dan terakhir kalinya hingga akhir hayat. Amiiin...

Aku hanya bisa bersyukur dan memuji Asma Allah yang begitu luar biasa menuntun kami hingga hari ini. Menuntunku menemukan cinta sejatiku yang perjalanannya tak ubahnya berjlananku. Kami semakin merasakan kasih sayang Allah dan cintanya pada kami. Allah Maha Luar Biasa. Allahuakbar.
Dari buku ini aku mempelajari kekuatan hati

Begitulah.. Menurut Quantum Ikhlas. Kekuatan alam bawah sadar jauh lebih besar dengan kekuatan pikiran. Hatilah pusatnya kekuatan itu. APapun yang terucap dari hati akan sangat berpeluang menjadi nyata. Bahkan yang jelek sekalipun. maka itu, pesanku pada kawan-kawan semua, berbaik sangkalah pada diri sendiri, lingkungan dan pada Tuhan. Jangan cuma berpikir positif, percuma jika hati tidak positif. Keep Positive feeling.

Salam Ikhlas.
Comments
4 Comments

4 comments:

  1. Diriku kapan yahhhhhhhhhh ???
    Hikzz hikzzz...
    Pacar yg kemarin aja udah ta putusin, :D


    #curhat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lho..lho..
      Yg lebih baik sedang di jalan menuju kesana lan..
      lagi mampir beli oleh2 dulu hehehe

      Delete

Berkicau

Community