Sep 26, 2012

Hasil USG Bayi Kami...

Sejak dulu selain memimpikan menikah muda, aku juga ingin agar anak pertamaku nanti adalah laki-laki. Sementara istriku sangat menginginkan anak perempuan untuk anak pertama kami. tentu saja kami selalu berdoa agar mendapatkan anak sesuai keinginan kami, tak lupa di akhir doa kami sampaikan pada Allah, apapun kelaminnya anak kami nanti itu tidak begitu penting, kami menerima dengan gembira jika nanti dia terlahir cewek atau cowok yang terpenting adalah semoga dia sehat selama berada dalam rahim bundanya dan lahir selamat serta menjadi anak yang sholeh/sholeha, cerdas dan berbakti. Saya pikir itu adalah harapan setiap orang tua pada Allah. Semoga Allah berkenan mengabulkan doa kami.

Beberapa hari yang lalu aku dan istriku berkonsultasi ke dokter sekaligus ingin melihat jenis kelamin bayi kami lewat teknologi ultrasonografi (USG) di klinik tersebut. Ada rasa tak sabar dan deg-degan di hati. Hari ini aku semakin merasa tersadarkan lebih dalam lagi bahwa sebentar lagi aku akan menjadi seorang bapak. Lagi-lagi aku seperti mimpi, seperti baru kemarin aku menjadi seorang ABG dan menjadi mahasiswa, tahu-tahunya sebentar lagi aku akan mengetahui jenis kelamin anak yang dikandung istriku. Ini benar-benar luar biasa. Waktu terasa begitu singkat.
Di ruang tunggu, kami duduk dengan beberapa pasangan lainnya yang juga akan memeriksa kandungan istri atau saudaranya masing-masing. Aku tersenyum-senyum sendiri membayangkan nanti aku akan melihat sendiri gerakan-gerakan mungil dalam perut istriku. Aku juga membayangkan akan melihat kelamin laki-laki anakku muncul di monitor USG. Istriku menyikutku yang sedari tadi tersenyum sendiri. Tak lama kamipun masuk ke ruangan dokter, kami berkonsultasi dengan dokter yang sangat ramah itu. Menanyakan hal-hal yang baru kami temui dalam pengalaman kami sebagai suami istri yang masih muda lalu sang dokter menjelaskan apa yang kami tanyakan dengan senyum dan sesekali bercanda. Dokter mengatakan bahwa usia kehamilan istriku sudah masuk bulan keenam dan bayi kami sehat, perkembangannya pesat dan cepat. Aku bahagia sekali mendengar itu. Lalu dokter mengajak kami ke bilik USG, istriku dipersilahkan berbaring di tempat tidur yang di depannya terdapat monitor untuk melihat gambar USG, sementara aku dengan kamera di tangan mengawasi moment itu. Aku berdoa dalam hati, ya Allah...semoga anakku laki-laki.

Dokter dan seorang suster memulai proses USGnya, pertama diperut istriku di olesi semacam gel lalu kemudian dengan alat usg itu di tempelkan di perut istriku yang terus bergerak-gerak aktif, dokter tersenyum melihat gerakannya, apalagi aku. USG pun di mulai, dokter menyoroti bagian kepala bayi kami, lalu kebagian dada yang memperlihatkan detak jantungnya, seketika jantungku ikut berdetang lebih kencang. Lalu dokter meneruskan menyorot bagian kaki lalu naik ke bagian kelamin bayi kami dan terungkaplah jenis kelaminnya. Aku terdiam sementara istriku senyum-senyum senang. Tidak ada tonjolan di bagian alat kelaminnya, rata. Dokterpun dengan senang mengabarkan bahwa anak kami perempuan. Ia menoleh padaku dan berkata "Tenang mas. Anak kedua nanti laki-laki" katanya mengihiburku. Tapi aku tidak kecewa atau sedih, aku terharu, senang dan bersyukur pada Allah atas riskinya ini. Laki-laki atau perempuan dia tetap menjadi kesayangan kami yang terpenting kami tahu dia sehat dan responsip. Setiap aku memberikan sentuhan pada perut istriku dia selalu membalas dengan gerakan menendang-nendang dari balik perut istriku, Ini moment yang luar biasa indah untukku. Tak akan terlupakan sampai kapanpun. Moment indah menunggu anak pertama lahir.

Terjawab sudah rasa penasaran kami. sekarang kami sudah bisa mencarikan nama yang baik dan perlengkapan bayi untuknya. Semoga sehat selalu hingga nanti lahir dengan selamat. Mohon doanya ya kawan-kawan.
Comments
2 Comments

2 comments:

  1. wah sudah mau lahir ya mas ikut senang juga, mudah mudahan selamat mas sampai lahir, jaga kesehatan istri..

    ReplyDelete
  2. smoga bayinya lahir dengan sehat y mas dan si ibu juga

    ReplyDelete

Berkicau

Community