Oct 30, 2012

Aku Seorang Ayah, Sekarang!

I'm back!
dan sekarang aku kembali dengan status yang berbeda. Jika selama ini menulis sebagai seorang jomblo lalu berubah sebagai seorang yang memiliki seorang dan dua atau tiga orang pacar kemudian beralih menjadi seorang suami yang sangat mencintai istri satu-satunya dan sekarang aku adalah seorang ayah yang sangat bahagia tak terperihkan karena memiliki seorang putri mungil yang cantik dan lucu. Thats is! Aku seorang ayah sekarang!

Quin umur 1 jam
Quineeta Khaira Rumi nama putriku. Dia lahir tepat dua hari sebelum Idul Adha tahun ini dengan berat 3kg dan rupa yang sempurna. Tangisan pertamanya sukses membuatku merinding dan terharu hingga menitikkan air mata. Aku menitikan air mata karena banyak hal, kawan. Banyak sekali hal yang seperti menyerbu perasaan yang kemudian mengalir berupa tetesan-tetesan dari kelopak mataku. Pertama, aku terharu melihat perjuangan istriku yang setengah mati melahirkan puteri kami, aku terus mendampinginya saat itu. Sejak awal hingga akhir persalinannya. Luar biasa berat pengorbanan seorang wanita. Inilah yang membuat alasan kedua aku terharu. Kedua, Aku terharu mengingat betapa aku juga seperti ini dulu, lahir dengan tangisan dan tak berdaya, karena kasih sayang orang tuakulah aku kemudian tumbuh dan menjadi seperti sekarang ini. Ketiga, Aku tersentak, tersadarkan berkali-kali lalu terharu karena tiba-tiba saja sebuah tabir seperti tersibak, tabir yang tadinya serupa kain plastik blur itu seperti menyajikan dengan jelas kenyataannya. Kenyataan bahwa aku telah memiliki seorang anak. Aku telah memiliki seorang puteri. Berkali-kali aku terkaget-kaget seolah tak percaya bahwa ini nyata. Aku sedang berada di ruang bersalin dan baru saja menyaksikan putri pertamaku lahir dengan selamat. Seketika waktu terasa begitu cepat membawaku pada episode ini. Potongan hidup selanjutnya siap untuk dijalani.


Setelah itu hari-hariku dipenuhi oleh apapun tentang anakku. Siang malam aku hanya ingin yang kulakukan semua untuknya. Adalah menyenangkan saat aku berjaga-jaga sepanjang malam demi memastikan bahwa ia tidurnya tak terganggu oleh sesuatu apapun. Mengganti popoknya yang basah oleh air kencing dan air besarnya adalah sebuah rutinitas setiap malam yang menyenangkan. Aku menggendong untuk menenangkannya, menyanyikannya berbagai syair penuh cinta, bercerita padanya tentang para nabi dan apa saja yang kulihat. Bercengkra dengan si mungil dengan keyakinan dia pasti mendengarkanku. Pengalaman ini tak akan pernah terlupakan dan tergantikan. Menjadi seorang ayah adalah semacam kenaikan jabatan bagi setiap laki-laki. Saat dimana dia mulai mendidik seorang calon awak sebuah kapal agar kelak jauh lebih hebat daripadanya, agar kehidupan menjadi lebih baik dan meluas seluas-luasnya. Ayah adalah seorang pembentuk kepribadian sang anak. Ayah adalah pencetak karakter generasi berikutnya. Karena aku menyadari ini, secara naluriah aku akan melakukan yang terbaik untuk anakku. Apapun itu.

Nama Quineeta Khaira Rumi adalah sebuah harapan dan doa untuk anakku. Quineeta kuambil dari kata Quinn yang berarti bijaksana, bisa juga dari kata Queen yang berarti Ratu. Lalu khaira dari kata Khair yang berarti kebaikan dan Rumi kuambil dari nama penyair sufi kebanggaanku Jalaludin Rumi. Harapanku semoga anakku kelak berparas dan berkarakter Bijak, penuh kebaikan dan kemulyaan seperti syair-syair Maulana Jalaludin Rumi. Meski sebenarnya nama ini tidak disetujui oleh mertuaku. Tapi aku cuek saja. Ini anakku dan aku berhak menamainya. Toh nama itu baik dan memiliki arti yang baik. Jika kakek dan neneknya punya panggilan lain, dengan senang hati aku mengijinkannya.

Sekarang bertambahlah kalimat dalam doaku setiap kesempatan. Mendoakan orang-orang terkasih dan tercinta membuatku lebih tenang dan merasa beruntung terlahir ke dunia.
Comments
7 Comments

7 comments:

  1. bacanya bikin terharu. . . Quin pasti bangga punya kalian sebagai ortu :3 ikut senang buat kalian sekeluarga, titip kiss n hug buat Quin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih citra..
      aku menulisnya juga dengan haru.
      Salam balik dari Quin, dia masih melek jam segini.
      hehe

      Delete
  2. Luar biasa, Ji.
    Pengalaman yang tak terbeli. Semoga Aji, istri, dan Quinn selalu dilimpahi keberkahan dan kasih sayang dalam menjalani kehidupan :)
    Nama Quinn Khaira Rumi juga mantap sekali. Filosofis. Sering2lah menulis tentangnya. Biar kelak ia bisa menelusuri jejaknya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih tah, insyaallah saya akan terus menulis dan melakukan apapun agar kelak dia bisa membaca semuanya :)

      Delete
    2. semoga mnjdi anak yg solehah dan berbkti kpda Ortux......selmat ya kak.. ;)

      Delete

Berkicau

Community