Oct 9, 2012

Dan Waktu Berlalu Begitu Cepat

Memutuskan untuk mendengarkan streaming SWARAGAMA FM jam segini bikin suasana jadi melow, kenangan demi kenangan bermunculan serupa slide-slide nyata, hingga aku tiba pada sebuah kenyataan bahwa perjalananku sudah lumayan jauh dalam hidup ini. Tak terasa i'm not an innocent child anymore, tak lama lagi aku akan menyandang gelar baru, Ayah! begitulah kelak anak yang di titipkan-Nya memanggilku,. Oh.. singkat sekali waktu saat hidup dinamis.

Semoga aku selalu berpikir seperti ini hingga seterusnya. Bahwa hidup ini indah, penuh pelajaran, penuh makna bahkan dalam setiap kesusahan. Bahwa hidup ini hanya perlu dijalani dengan optimis, dengan jujur, ikhlas dan rasa syukur. Bahwa kita hanya perlu terus berbuat baik bahkan saat mereka meremehkan dan memandang kita tidak baik. Itu masalah mereka, jadi jangan urusi. Hidup terlalu indah dan kompleks untuk hanya larut dalam satu atau dua hal, pelajari apa yang bisa aku atau kamu pelajari. Kamu hanya perlu berkata pada dirimu bahwa kamu istimewa, kamu punya potensi luar biasa yang di berikan-Nya. Tersenyumlah maka dunia akan terasa lebih indah.

Seorang bibiku berpesan padaku saat aku mulai menginjak remaja. Dia berkata "Jangan sering-sering melihat ke atas" dan sumpah saat itu aku tidak faham apa isi dari nasehatnya yang menurut anak usia 15 tahun hanya guyonan. Maka dengan polosnya aku bertanya "Kenapa?". Bibiku tersenyum dan berkata "Agar kamu tidak tersandung dan agar lehermu tidak sakit". Hingga aku dewasa aku baru mengerti dan mahfum akan nasehatnya. Yah, hidup tak ubahnya perjalanan. Kadang kita terlalu ingin terbang dan lebih cepat. Parahnya kita lupa bahwa kita belum mampu untuk melakukannya. Hasilnya hanya akan membuat diri sendiri sakit. Lihatlah ke bawah agar kita selalu bersyukur atas apa yang ada.
Well, waktu akan segera mengubah segalanya. Hanya hati yang dibiasakan berkata, berlaku, dan berperasaan baik saja yang tak akan berubah. Jika kita masih bisa memilih untuk menjadi lebih baik, pilihlah segera. Waktu tak bisa menunggu, bahkan satu detikpun. Bergeraklah, karena diam berarti mati.

Selamat istirahat kawan, kalian adalah pelangi. Kalian adalah warna, seperti apapun kalian. Kalian telah membawa pelajaran tersendiri buatku. Sebisakulah menerimanya dan mengolahnya dengan baik. Seperti apapun kalian di depan dan di belakang, kalian tetap warna. Kalian boleh menentukan ingin menjadi warna indah atau gelap. Tugaskulah menyikapinya, tenang saja segelap apapun warna yang kau berikan aku tetap berterimakasih karena paling tidak kau telah mengajarkanku tentang kesabaran dan tentang bagaimana menjadi kuat.

Mimpi indahlah orang-orang terkasih yang tak ada disini..
Selalu percaya bahwa doa adalah caraku memeluk kalian. Bahwa doa adalah caraku memuliakan kalian. Lewat doa aku berbicara dengan Sang Pencipta agar kita semua tidak lemah, tidak sombong dan tidak tercerai berai. Kitalah yang bisa menjaga kita. Percayalah Allah mendengar setiap doa dari hati.

Selamat malam semesta. Aku selalu percaya bahwa setiap niat baik akan selalu mendapat dukunganmu. Itulah mengapa aku meiliki semacam rutinitas berbicara pada kalian setiap akan melangkah kemanapun. Aku tahu kalian mendengar dan merasakan gelombang quantum dari titik paling suci dalam diri manusia, Hati. dan aku merasakan kalian mendukung setiap langkah dan niat baik itu. Itulah mengapa aku tak heran jika kau marah saat terjadi ketidakseimbangan di semesta.

Mari rebahkan badan. Tidurlah yang lelap, tak perlu bermimpi apapun atau siapapun. Hanya tidur saja agar esok segalanya jauh lebih baik.

#LaluTakAdaSuaraRadioLagi Zzzzz....
Comments
2 Comments

2 comments:

  1. pesan singkat yg bermanfaat ya mas, intinya ingatlah selalu yg dibawah kita masih banyak yg berharap kita mau berbagi, tidak hanya sekedar melihat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap! benar sekali sodara...
      thanks sudah mampir.

      Delete

Berkicau

Community