Nov 7, 2012

Nikmati Hidupmu, Kawan!

Hidup ini terlalu indah untuk dilewatkan dengan mengeluh. Terlalu luas untuk berputus asa dan terlalu manis untuk tidak dinikmati. Masalah dan keggalan sudah pasti akan ada dalam setiap perjalanan hidup manusia. Bukankah adanya semangat, bengkit, berusaha, sabar dan sebagainya ada karena kegagalan ada? Kita tak akan tahu bagaimana nikmatnya berhasil jila tak pernah gagal. Kita berjalan berhati-hati dalam hidup karena takut jatuh dan gagal. 

Benar kata Mrs. Gump, ibu dari Forrest Gump. Hidup itu seperti sekotak cokelat, kita sering bingung mau mengambil yang mana terlebih dahulu. Hidup ini manis. Asal kita menjalaninya dengan jujur dan ikhlas. Keberuntungan-keberuntungan itu datang bukan karena semata-mata kebetulan melainkan karena ketulusan dan kejujuran seseorang. Sebesar keinsyafanmu, sebesar itupula keberuntunganmu. Begitu sebuah tulisan yang terpampang besar di pondok pesantren tempat sepupuku belajar dan sering ku jenguk. Kalimat itu begitu dahsyat buatku, mengispirasi, membuka mata dan mengubah pola pikir. Kalimat yang sudah pasti benar-benar berlaku dalam kehidupan ini. 


Aku melihat sendiri banyak contoh dan pengalaman orang-orang sekelilingku. Sebagain dari sahabat-sahabatku adalah orang-orang polos yang taat, patuh dan tidak neko-neko, yang tidak asik banget deh buat diajak gaul ala anak muda. Tapi semakin jauh umur berjalan merekalah yang terlebih dahulu mapan dan sukses dalam pekerjaan dan penghasilan. Mereka berhasil mandiri. Ada sebagian lagi yang hidupnya begitu menyenangkan dengan hobi dan kegemarannya, seakan-akan mapan itu belum terpikirkan, Mereka begitu bahagia menjalani hidupnya dengan bermusik, berkarya meski tanpa penghargaan, bermain, berpetualang ke tempat-tempat jauh dan menikmati masa mudanya bukan dengan serius dengan tugas kuliah atau sibuk memikirkan apa pekerjaannya setelah ini. Hasilnya, mereka masih baru memulai mandiri dengan bahagia.

Lalu aku dimana? hehehe
Mungkin aku tidak termasuk keduanya. Aku punya pemikiran sendiri dalam menjalani hidupku. Aku percaya keberuntungan tapi aku tidak percaya keberuntungan itu datang begitu saja. Keberuntungan itu ada atas apa yang telah kita lakukan sebelumnya di masa-masa lalu. Bukankah perbuatan buruk kita yakini suatu hari akan mendapat balasan? begitu juga kiranya dengan hal-hal baik yang kita lakukan. Sejak mengikuti kemauan keluarga untuk kuliah keguruan, rasanya tak ada lagi yang bisa kulakukan untuk mempertahankan kemauan sendiri. Maka aku menjalani hidup ini dengan prinsip, Allah telah mengatur apa yang terjadi, aku tinggal berjalan dengan baik, menikmatinya dan mempelajari apa saja yang ku temui di depan sana. Hidup ini sepenuhnya bukan berjalan atas apa yang kita mau, lebih tepatnya adalah bahwa dalam hidup ini kita adalah pemain, pemain atas skenario Allah yang misterius, selalu ada kejutan untuk kita. Kita pemain drama kehidupan yang selalu berjalan diantara dua pilihan. Kita di bebaskan untuk memilih menjadi tokoh antagonis atau protagonis dengan konsekuensi masing-masing. Maka pintar-pintarlah memilih dan aku memilih untuk jujur saja pada diri sendiri, dan belajar menikmati apa yang sebenarnya tak ku harapkan. Memang sulit tapi pilihannya hanya ada dua, berlari dari kenyataan yang ada atau mengahadapi kenyataannya dengan sepenuh hati. 

Rencana Allah itu tak ada satu makhlukpun yang bisa membacanya. Hal yang kita sukai belum tentu akan menjadi baik untuk kita pada suatu saat di ujung jalan sana, hal yang sama sekali tak kita sukai bisa jadi yang terbaik, yang tercocok, dan paling pas buat kita, hanya saja kita belum bisa melihatnya dengan baik, atau belum mau mengakuinya saja. Aku tidak mau meragukan rencana-Nya maka kujalani saja semuanya dengan santai dan berbagai kegiatan yang kusukai. Alhasil aku banyak mendapatkan banyak manfaat, ilmu, kawan, dan sebagainya. Allah Maha Tahu yang terbaik untuk kita asal kita bisa mencerna dengan baik setiap apa yang terjadi pada kita. Bukan hal yang sulit menjalani hidup ini, kawan. Kita hanya di minta untuk berjalan lurus dan belajar sepanjang perjalanan kita, belajar banyak hal dan itu untuk kita semata. Orang-orang yang mengatakan hidup ini sulit adalah orang-orang yang lebih banyak berkonsentrasi pada kesulitan hidup saja. Orang-orang dengan mindset hidup ini sulit dan penuh perjuangan. Ayolah, berbaik sangka saja pada Allah, insyaallah semua akan terasa lebih indah. Hatimu memiliki energi Quantum yang menentukan kamu bahagia atau sebaliknya. Hatimu, jangan kau bohongi kawan. Biarkan dia berbicara dengan kebaikannya, bebaskan ia berbuat baik atas dirimu. Hatimu, kata-katanya di dengar Allah, apa yang ia ucapkan akan menjadi doa yang terkabul. Maka itu kawan, ku beritahukan padamu, jagalah ia. Jangan biarkan ia berburuk sangka pada dirimu sendiri, apalagi pada Tuhanmu. Hatimu, penunjuk jalanmu. Hatimu media komunikasimu pada Tuhan. Jika hati diisi dengan keluhan dan hal-hal negatif wajar jika hidupmu penuh dengan hal yang tidak menyenangkan, kawan!

Mempercayai hati sebagai kekuatan yang dahsyat telah membawaku pada keberuntungan-keberuntungan dalam hidup ini yang begitu besar. Aku menemukan seseorang yang mencintaiku dengan cara yang sederhana, lalu kami menikah dengan lancar diiringi doa restu dan senyum bahagia orang tua dan sagabat-sahabat kami. Lalu sekarang malaikat kecilku yang cantik tak hanya mencerahkan hatiku tapi hati seluruh keluarga kami dan semuanya itu terjadi di umurku yang masih muda kawan. Kau tahu kawan, dulu sekali saat aku masih berseragam putih abu-abu dengan penuh penghayatan dan keseriusan aku berkata didepan teman-temanku, aku akan menikah sebelum umur 25 tahun. Nikah muda! dan aku terkaget-kaget, terhenyak, terharu, betapa doa dari hati itu begitu mudah dikabulkan Allah. Padahal dulu itu aku belum membayangkan seperti apa itu menikah, istri apalagi anak. Keisengan ABG yang dilakukan dengan hati. Masih belum mau mempercayai kekuatan hatimu?

Ayo kawan, kita nikmati hidup. Kita yakinkan diri bahwa hidup ini indah jika kita jujur dan ikhlas dari hati. Hindari orang-orang yang tak suka damai. Jauhi memikirkan apalagi membayangkan hal negatif agar ia (hal negatif) juga menjauhimu. Hukum tarik menarik itu berlaku untuk hati dan apa yang kamu bayangkan. Membayangkan yang indah kan lebih baik. Ya gak? Keep Positive feeling!

^_^

Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community