Jan 15, 2013

Kenanglah, Larutlah dan Doakanlah

Ada disaat dimana hidupmu telah menjadi begitu sempurna dan bergelimang kebahagiaan. Keluarga yang utuh, istri yang cantik, anak yang lucu dan kehidupan yang berjalan baik. Seolah tak ada celah lagi bagi duka, namun lihatlah saat malam datang, sunyi menyeruak, ketika gemintang pun mulai redup, sunyi.. sunyi tanpa ada suara selain detak jam dan tuts keyboard. Kamu termenung, mengingat-ingat kembali perjalanan hidupmu selama ini. Tentang indah masa kecilmu, tentang senyum bahagia orang tuamu, tentang sahabat-sahabatmu dan bagaimana jika terlintas tentang cinta pertama di benakku, di antara detak jam dinding yang beradu cepat dengan detak jantungmu yang tiba-tiba berdebar.

Apa kabarnya? Mungkin itu yang ada di benakmu, lalu kau mulai membuka akun facebookmu, menuliskan namanya di kolom pencarian, mencarinya diantara teman yang mungkin adalah teman bersamamu di sosial media itu. Tidak ada hasil. Tak mau menyerah kamu mulai menuliskan nama lengkapnya di kolom pencarian google, menuliskan kata kunci yang memungkinkan memunculkan sosoknya yang sedang ingin kau ketahui kabarnya, Kata kunci demi kata kunci kau tulis namun google menuntunmu pada orang yang salah, pencarian atas dasar "ingin tahu kabar" itu belum juga ingin kau selesaikan, hingga benar-benar menyerah pada saat kau berkata pada dirimu sendiri, ah buat apa?
Otakmu tak bisa begitu saja melupakan dia yang baru saja muncul dalam benakmu. Bayangan-bayangan ketika kau bersamanya terlintas dalam suasana yang romantis, dengan efek blur dan glow yang bertabur bola bola busa. Kau tersenyum membayangkan senyumnya, kau tersenyum lagi membayangkan saat kau menyatakan perasaanmu padanya. Kau terus tersenyum sambil membuka situs youtube dan menuliskan judul lagu kenanganmu bersama di kolom pencarian Youtube. Kali ini kau tak hanya tersenyum tapi merasakan dadamu sesak entah oleh apa. Tanpa kau sadari hatimu seperti terjerat kenangan silam bersamanya. Kau ingin lepas dan menyangkal tapi tidak bisa, maka biarkanlah ia bermain lagi dalam kepalamu, dalam bayangmu. Nikmatilah kenanganmu, ia hanya kenangan di sudut pikiranmu, di dunia tidak nyata yang akan hilang dengan sendirinya ketika pikiranmu mendarat kembali ke dunia nyata. Dunia nyata dimana kau melihat senyum lucu anakmu, senyum menggoda istrimu yang jelita dan keluarga kecilmu yang sangat mencintaimu. Biarkan kenanganmu menemanimu malam ini berjalan-jalan ke masa lalu yang berwarna seperti pelangi. Ia tak akan mengganggumu atau keluargamu. Yakinlah kamu memerlukannya sesekali datang pada pikiranmu agar hatimu merasakan desir yang dulu, saat pertama kali rasa yang kau sebut cinta itu memilihmu untuk menjadi awaknya. Nikmati saja kenangannya, ia serupa lagu kenangan yang sedang kau dengarkan, syahdu dan membawamu pada masa-masa lalu namun ia tak akan merubah masa kinimu. 

Pejamkan matamu bila perlu, rasakan semua kenanganmu. Sahabat-sahabatmu di masa lalu, lihatlah wajah-wajah mereka disana, di sudut pikiranmu. Lalu biarkan hatimu sedikit merasakan nikmatnya merindukan masa lalu. Itu nikmat, kau tahu?! Berjalanlah terus melihat-lihat kenanganmu ketika hari-harimu begitu sempurna, begitu bebas berimajinasi. Ah..imaginasi, dulu kau pernah ingin menjadi seorang hebat yang terkenal, kau masih ingat? Kamu harus ingat itu, ketika kawan-kawanmu juga mengutarakan keinginan mereka untuk masa depan mereka lalu kalian tertawa bersama berangkulan lalu kemudian kalian larut dalam duka di ujung kebersamaan. Masa-masa itulah yang membawamu pada saat ini, tekadmu pada saat itu yang membuatmu mencapai apa yang ada saat ini. Kamu, sahabatmu di bawah gemintang di depan api yang menyala-nyala tekad kalian di terbangkan ke langit, menggoda kalian agar mengejarnya dan meraihnya. Dimana sahabatmu sekarang? Cobalah kau putar lagu-lagu kenanganmu bersamanya dulu. Rasakan indahnya saat-saat itu, tak usah pedulikan sekililingmu malam ini. Larutlah dalam kenanganmu, nikmati rindumu hingga nanti pada waktu yang telah ditetapkan-Nya kalian kembali bersama.

Jangan lupa menghela nafas, itu sangat membantumu meringankan beban rindu. Tersenyumlah mengingat cinta masa lalumu, dan sahabat lamamu, doakanlah keberhasilan mereka, doakanlah persahabatan kalian.

Lalu sekali lagi kau menuliskan namanya di kolom pencarian facebook, berupa-rupa nama yang kau tahu namun sia-sia sepertinya dia bukan tipe orang yang suka berkelana di dunia maya, maka tak usahlah kau biarkan ia berlama-lama berkelana dalam kepalamu, cukuplah rindumu yang nikmat tadi menjadi penukar rasa penasaranmu. Doakan saja semoga ia baik-baik saja dengan hidupnya. Aah.. Masa lalu ada penyebab adanya kamu hari ini, maka hargai. Masa lalu adalah sejarah yang tidak bisa kau rekayasa begitu saja, merekayasa sejarah sama saja membohongi diri sendiri sekaligus membohongi manusia lainnya dan itu tidak bagus buatmu. 

Sebaiknya segeralah berbaring, matikan musik playermu, lepaskan headphonemu. Tidurlah di antara anak dan istrimu, berikan mereka kecupan paling tulus dari hatimu, dekaplah mereka. Sesungguhmu keluargamu adalah kebahagiaanmu di masa kini, siapkan mereka agar tetap menjadi sumber bahagiamu di masa depan. Siapkanlah..siapkanlah... ting!



Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community