Feb 23, 2013

Dimana Menemukan Laisa?

Hari ini, akhirnya saya dapat juga dvd original film Bidadari-Bidadari Surga, sebuah film adaptasi dari novel best seller karya Tere Liye. film yang cukup membuat saya penasaran dan ingin segera menontonnya. Alhamdulillah tadi dvdnya sudah masuk ke toko tempat saya biasa membeli dvd film-film favorit saya.

Film ini bercerita tentang Laisa dan keluarganya. Laisa adalah anak tertua dari lima bersaudara. Ayah mereka telah tiada dan Mamak Lainuri (ibu Laisa dan adik-adiknya) yang menjadi tulang punggung keluarga. Laisa, gadis bertubuh gemuk, berkulit hitam, berambut keriting yang jalannya tidak normal ini memutuskan untuk tidak bersekolah demi membantu mamaknya dan menyekolahkan adik-adiknya. Tak kenal menyerah, tegas, dan penuh kesabaran, demikian gambaran sifat sosok Laisa yang diperankan oleh Nirina Zubir ini. Ia mendidik adik-adiknya agar disiplin dan terus bersekolah, belajar dan mengejar cita-cita mereka.


Film yang di sutradarai Sonny Gaokasak ini benar-benar menjual adegan-adegan sedih yang membuat penonton terharu dan terenyuh melihat ketabahan hati seorang Laisa. Ketika semua saudara-saudaranya beranjak dewasa dan mulai memasuki masa-masa untuk berkeluarga, disinilah adegan-adegan menguras air mata itu di mulai. Di mulai dengan kerelaan hati Laisa agar dilangkahi Dalimunte adiknya untuk menikah, lalu pria-pria yang menolak dan menghina Laisa saat mereka akan dijodohkan, kemudian cerita Laisa yang hampir menikah dengan Darma pria yang diminta istrinya untuk menikah lagi agar mempunyai keturunan, hingga saat Laisa mulai jatuh sakit dan merahasiakan sakitnya pada adik-adiknya.

Aah benarkah ada sosok manusia sepeti Laisa ini? Meski segala kesialan hidup melekat padanya tapi ia tetap tersenyum dan berkata bahwa hidupnya begitu indah. Meski dihina oleh laki-laki yang tadinya ingin menikahinya tapi ia selalu mengerti dan berkata "saya tidak apa-apa". Bahkan saat Darma mengatakan tak bisa menikahinya tepat di hari pernikahannya sekalipun ia tetap saja berbaik hati membela Darma yang telah mempermalukan keluarganya. Pantaslah jika ia mendapat tempat di surga dan menjadi bidadari-bidadari seperti yang sering diceritakan Mamak ketika mereka masih kecil.

Laisa tak pernah sedikitpun memperlihatkan kepada adik-adiknya betapa ia sedih, betapa ia menderita dan lain sebagainya. Ia hanya tahu adik-adiknya harus sekolah dan mencapai cita-citanya masing. Yashinta adik bungsunya yang keras kepala sukses menjadi ilmuwan, Dalimunte menjadi profesor termuda dan wibisana serta ikanuri sukses dengan bidang mereka masing-masing. Betapa Laisa adalah seorang malaikat.

Aah Laisa, tokoh Rekayasa yang membuat penonton berlinang air mata iba. Semoga saja bukan hanya membuat iba tetapi juga menggerakan hati setiap yang menonton untuk bisa sepertinya meski menurutku itu sangat jarang sekali ada. Menurutku ada kesan sedikit lebay difilm ini, seperti memaksakan scene-scene sedih yang membuat haru, Maksudnya terlihat sekali bahwa nilai jual film ini jatuh pada titik sedihnya hidup Laisa, mendadak scene-scene sedih itu muncul seperti tak memberi ampun pada Laisa untuk berbahagia. Malang sekali.

Overall ini film keluarga yang cukup bagus untuk ditonton. Cerita tentang kegigihan mengejar cita-cita dan kasih sayang sesama keluarga.
Comments
3 Comments

3 comments:

  1. Entah kenapa, saya kok kecewa nonton filmnya, nggak bikin nangis kayak pas baca filmnya ahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. begitulah mbk.. selalu beda imajinasi penonton dan pembuat film.
      lagi pula mungkin agak susah memvisuialisasikan imajinasi.
      sy juga tidak begitu nyaman nontonnya.

      Delete

Berkicau

Community