Feb 26, 2013

Hidup Memang Permainan

"...dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain permainan dan kesenangan" (QS 6:32)

Benarlah, hidup ini semata-mata permainan. Dimana-mana, seperti halnya permainan selalu ada aturan, pemenang dan pihak yang kalah. Dimana-mana manusia melakoni permainan hidupnya masing-masing dengan cara masing-masing. Ada yang memainkannya dengan bahagia, ada yang memainkannya dengan jujur, dan ada pula yang penuh kecurangan. Yah... hidup adalah permaianan.

Hidup tak ubahnya sebuah game. Selalu menghadirkan tantangan dengan level-level yang terus meningkat. Kita lahir dan memulai kehidupan, saat itulah level pertama permaianan kita di mulai. Diri kita mulai terbentuk menjadi lebih kuat untuk memasuki level berikutnya, lalu kita terus bertumbuh dan level permainanpun terus meningkat, semakin sulit namun kita semakin cekatan dan semakin mengenal seperti apa hidup ini. Disinilah pelajaran tentang ketelitian, ketangkasan, ketegasan dan kesabaran kita peroleh. Teruslah berjalan, terbiasalah sendiri menyelesaikan level-levelnya. Bantuan orang lain yang berlebihan boleh jadi memudahkanmu di level itu, tapi akan mencelakaimu di level selanjutnya. Kita sendiri yang menentukan kita bisa atau tidak. Bisa atau tidak kita harus bisa melewatinya, tidak bisa artinya kita akan tertindas, kalah dan mati, game over! Terulah berjalan, percayalah pada janji Tuhan, DIA akan selalu bersamamu bahkan disaat susah sekalipun bahkan ketika kau tak mengingatnya sama sekali ketika kau berbahagia. Percayalah Tuhan tidak akan memberikan level sulit yang tidak sesuai kemampuanmu. Kau akan menerima level yang memang pantas dan sanggup kamu lewati. Jika Tuhan saja percaya pada kemampuan kita, kenapa kita tidak percaya pada diri sendiri?. Tuhan Maha Mengatur semuanya. Percaya saja.


Berbagai jenis permainain yang ku ketahui selalu menyajikan level-level dari yang paling ringan hingga yang paling sulit, semakin naik level semakin tertantang rasanya. Kenala kita bisa menyelesaikan level tinggi? karena kita telah banyak belajar di level-level terbawah tentang bagaimana bertahan, tentang bagaimana menjadi cekatan dalam hidup, tentang bagaimana kita bisa menempatkan diri dalam lingkungan dan berlaku baik pada manusia lainnya. Kita melewati level-level sebelumnya tentu saja karena kita tekun dan dengan sungguh-sungguh melakoni permainannya. Tetapi tidak ada yang menjamin kamu akan aman dilevel berikutnya jika di level sebelumnya kamu mengandalkan orang lain, segala keperluanmu, segala masalahmu, segala tetetk bengekmu selalu dibantu dan disediakan orang lain. Ingatlah, seperti pula permainan, ada batas untuk mendapatkan bantuan dari orang lain, selebihnya hidup adalah milik kita, kita akan menjalaninya sendiri. Kita akan menyediakan apa yang kita butuhkan sendiri, kita akan bertahan hidup sendiri. Sanggupkah kita menjalani hidup jika kita tidak pernah belajar bagaimana cara hidup?

Demikianlah kawan, saat orang mengatakan padamu bahwa hidup adalah permainan, maka ingatlah permainan tidak akan bisa dimenangkan oleh orang yang "maina-main dalam bermain". Tampaknya kita harus memiliki kacamata baru dalam memandang hidup yang adalah permainan itu : Bukan berarti kita bisa main-main menjalaninya, tetapi kita harus senang dan berbahagia menjalaninya. Seperti bermain video game, bermainlah dengan imajinasi, visi bermain, startegi, skill dan ketekunan. Sisanya, berbahagialah!


Fix You by yuntokki
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community