Mar 1, 2013

Lembah Madani dan Kenangan Terindah

Diantara sekian banyak tempat di Lombok,Lembah Madani (Gunung Jae) adalah salah satu tempat yang sangat berkesan dan penuh kenangan. Bisa dibilang tempat ini adalah tempat aku menemukan diriku. Titik balik hidupku.

Tahun 2006. Saat itu aku baru semester tiga. Seorang teman mengajakku untuk mendaftarkan diri di organisasi kampus. Ada banyak pilihan organisasi, dan aku sudah rencanakan untuk mengikuti beberapa organisasi diantaranya Musik, Fotografi Kampus, Teater dan Media. Namun ternyata beberapa halangan membuatku tidak bisa mengikuti semuanya. Aku mantapkan diri mendaftar sebagai anggota Pramuka kampus, meneruskan kembali jenjang pramukaku sejak SD hingga SMA, aku menyukai berada di alam bebas. Aku menyukai berkumpul dan berkemah. Lagi pula aku kuliah keguruan, bekal ilmu Kepramukaan bisa dijadikan keahlian lain ketika mengajar nanti. Maka hari itu aku telah mendaftarkan diri untuk menuju tempat dimana aku ditempa untuk lebih menyadari bahwa hidup adalah tentang bagaimana agar kita bisa selaras dengan alam, bagaimana kita bersahabat dengan siapa saja dan menjadi pribadi yang berkarakter, sederna dan cerdas menyikapi segala persoalan. Aku memulainya di tempat ini.
Awalnya lokasi perkemahan kami ini dirahasiakan oleh para panitia. Kami berjalan kaki sejauh 40 km, berjam-jam tanpa tahu dimana akan berakhir. Sangat melelahkan saat itu. Kalimat-kalimat penyesalan mulai terdengar dari beberapa peserta terutama yang puteri. Berbagai macam obrolan terlewatkan sudah sepanjang jalan. Aku dan lima anggota kelompokku terus berjalan sambil mengobrol apa saja yang bisa kami obrolkan, beruntungnya kami tidak saling mengenal sebelumnya jadi bahan pembicaraan sangat banyak kala itu. Namun jauhnya perjalanan pelan-pelan membuat anggota kelompokku satu persatu diam dan akhirnya hening. Kami melewati jalanan kota, desa, sawah-sawah, sungai, hutan-hutan lalu desa-desa asing yang tak pernah kami liat sebelumnya. Aku mencatat waktu, nama tempat dan apa saja yang menurutku menarik. Tapi ketika menyadari semua menjadi hening aku mencari-cari ide untuk membuat mereka bersuara lagi. Kamipun bermain radio-radioan, aku sebagai penyiar radio dan mereka sebagai penelpon. Kami terus berjalan dengan ceria, tak peduli lagi dimana ujungnya perjalanan ini karena sekarang keceriaan kami telah menguapkan rasa lelah. Kawan-kawanku menelponku, kadang-kadang rebutan lalu aku memilih salah seorang untuk "diangkat teleponnya" ia pun berceloteh, mengirimkan salam untuk siapa saja :orang tua, adik kakak, teman, senior-senior yang mendampingi kami dan lain-lain. Lalu mereka akan me-request lagu. Akupun menyanyikannya. 

Aah.. perjalanan yang seru!

Lalu di gunung jae, kami tiba jam dua dini hari. Dengan kaki yang lecet-lecet dan badan kedinginan. Aku tak memedulikan semua itu karena aku terpanah saat pertama kali melihat tempat ini di dini hari yang dingin menusuk. Antara halusinasi karena kecapekan atau tidak aku meresa melihat istana jin dari jauh, dari atas bukit yang mengelilingi lembah ini. Luar biasa indah, kubah-kubah putih itu disinari cahaya purnama dan kunang-kunang berterbangan disana sini, dan suara megaphone seniorku membuyarkan kekaguman pendangan pertamaku pada tempat ini. Pagi itu kami melulai pelajaran kami tentang bagaimana menjadi manusia Pramuka yang mumpuni. Pagi itu kami belajar berbagi makanan dan belajar survive sendiri-sendiri di tempat-tempat berbeda yang berjauhan. Kami tidur sendiri di bawah bifak dari jas hujan kami, memasak nasi dengan kaleng minuman dan berusaha membuat api unggun berbekal 5 batang korek api. dan aku bisa!

Hari-hari berikutnya aku mulai terbiasa dengan acara diklat ini, sekejam apapun seniorku aku selalu ikuti. Mereka tidak akan berniat membunuhku, bukan? Pagi-pagi kami senam, lalu di suruh ke sungai, berendam. Siang hari kami memanjat tebing, refling, lalu merayap di sawah-sawah yang baru selesai di bajak. Aku menikmatinya, kawan! ini sangat seru meski sekujur tubuh sudah berlumur lumpur. Ini benar-benar asik.

Di tempat ini aku di sidang sebelum akhirnya lolos dan di lantik menjadi anggora Racana Sangkareang Pangkalan Universitas Mataram. Seketika kami merindukan masa-masa didiklat, ingin mengulang lagi semuanya, perjalannya, navigasi darat ke goa lawa-nya, masak pakis dan makan terburu-buru, sholat berjama'ah, semuanya. Kami rela jika harus mengulang itu. Begitulah rasanya saat sidang selesai. Kata-kata penyesalan berganti kalimat-kalimat keberuntungan. Pengalaman seperti ini tak terbeli, itu yang membuat kami bangga melewati semua ini. 

Tahun-tahun berikutnya posisi berubah. Aku menjadi senior! dan siap memberikan pengalaman tak ternilai untuk calon-calon anggota selanjutnya. ting!



Samson - Kenangan Terindah by Hadi T Hariarto
Comments
3 Comments

3 comments:

  1. sangat indah ya mas tampak sejuk, sawahpun terlihat rapih...

    ReplyDelete
  2. Saya menjadi korban pengasingan, jadi ketahuan deh sifat cengengku.hehe

    ReplyDelete
  3. Mari bergabung dalam KELOMPOK KERJA (POKJA) Geowisata Taman Bumi (GEOPARK) Rinjani-Lombok. Wujudkan NTB beriman sejahtera berdaya saing dengan visi "MELUHURKAN WARISAN BUMI, MENSEJAHTERAKAN MASYARAKAT). www.rinjanigeopark.com

    ReplyDelete

Berkicau

Community