Feb 5, 2013

Mie Ayam Ijo Mas Topo


Siang ini saya sedang berada di kedai Mi Ayam Ijo Mas ToPo Solo namanya. Mie ayam disini beda dengan mie ayam - mie ayam biasanya. Mie Ayam disini berwarna hijau yang dibuat dari sayuran. Tanpa pewarna buatan (begitu kata mpunya). Saya suka makan disini karena : 1. Memang rasa mie ayamnya enak sekali, entahlah apakah itu hanya di lidah saya atau semua orang tapi yang terlihat jelas adalah mie ayam ijo ini tidak pernah sepi pengunjung. 2. Tempatnya strategis, berada tepat di belakang Mataram Mall, di deretan kedai-kedai makanan lainnya, jadi saat saya kelar berurusan dari arah cakranegara atau dari Mataram mall saya selalu tergiur untuk mampir kesini, sendiri ataupun ketika sedang bersma istri saya. 3. Selain mie ayamnya yang terbuat dari sayuran asli, saya juga merasa aman saat melihat kecap, saos, dan sambalnya yang bukan sambal seperti di warung-warung mie ayam atau bakso pada umumnya, disini kecap, saps, sambal, semuanya dalam kemasan dan merk terkenal yang biasa kita pakai di rumah. Jadi saya todak perlu khawatir jika saosnya dipenihi pewarna atau pengawet. 4. Diantara sekian banyak tukang parkir di kota ini, saya sangat suka dengan pelayanan tukang parkir di mie ayam ijo ini. Hahaha. Si bapak berotot dan berkulit legam ini benar-benar tukang parkir terbaik deh menurutku. Dari saya datang, saat kita makan di dalam, sampai saat kita pulang si bapak selalu waspada menjaga motor-motor diparkiran, jika hujan makan motor-motor itu akan ia usahakan agar tidak terkena hujan, tapi jika mau tidak mau harus kena hujan si bapak dengan tulis akan mengelap jok motor kita saat kita pulang, si bapak juga selalu senyum dan ramah. Jika di tukang parkir lain saya terkesan pelit karena memang mereka ketus dan kadang sewot maka dengan bapak ini saya jadi lebih ramah dan tak merasa rugi jika harus membayar lebih.


Hanya saja selain kelebihan di atas, disini juga punya sedikit kekurangan. Rungannya agak pengap jika matarahari mulai terik apalagi saat pengunjungnya banyak. Belum lagi jika ada pengamen atau anak-anak kecil yang memgemis. Panass. Kasirnya juga tidak punya tempat sendiri, jadi saat kita akan membayar kita akan membayar langsung pada si ibu atau si bapak empunya di depan romnong mie ayamnya. Di tambah lagi muka si ibu yang sering kaku dan terkesan awas, seolah-olah kita akan menciri resep mie ayam ijonya hehehe.. Mungkin itu hanya kesan saya saja. Selebihnya saya suka makan mie ayam ijo disini.



Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community