Feb 16, 2013

The Proposal

Jika kukatakan aku selalu mencintaimu, sesungguhnya aku berbohong: Kadang-kadang aku membencimu. Tetapi, apa bedanya? Benciku selalu membuatku semakin mencintaimu. Bagiku, mencintai atau membencimu hanya semacam cara agar kamu selalu ada dalam diriku. Dengan mencintaimu, kau selalu ada di hatiku. Dengan membencimu, kau selalu ada dalam pikiranku.

Cinta itu karunia, kita diberi meski tidak meminta. Tetapi “mencintai” adalah perkara lainnya, kan? Ia selalu membutuhkan usaha, kita yang mencari dan harus menemukannya sendiri. Maka bagiku, mencintaimu adalah berhenti mengandaikan semua hal baik yang tak ada pada dirimu sekaligus memaafkan semua hal buruk yang ada pada dirimu. Demikianlah caraku menemukan cinta pada dirimu: Barangkali ia memang sederhana, sesederhana senyummu saat membaca kalimat-kalimatku yang tengah kau baca; Semoga cukup bermakna.

Jika aku memang berjodoh denganmu, itu memang antara aku dan kamu. Biarlah Tuhan menjadi pihak ketiga saja, semacam pelengkap yang memberi restu. Bukankah harus begitu? Jodoh sebagai kata dasar, barangkali memang urusan Tuhan. Tetapi berilah imbuhan, apa saja, maka ia menjadi urusan manusia, urusan kita. Inilah janjiku: Setiap hari, aku akan berusaha membuat kita menjadi sepasang jodoh yang sempurna.

Apa boleh buat, aku mencintaimu sebab aku tak mengetahui cara lainnya. Aku akan datang ke rumahmu hari Rabu pukul sembilan. Bersiaplah. Berpakaianlah yang rapi—dengan wewangian apa saja. Barangkali aku akan membawa sepasang cincin, juga kedua orangtua dan keluargaku... Untuk melamarmu...
I can’t win, I can’t wait
I will never win this game without you, without you
I am lost, I am vain,
I will never be the same without you, without you

I won’t love, I won’t love
I will never make it past without you, without you
I can’t rest, I can’t lie
All I need is you and I, without you

—Dari anak laki-laki yang disayang Tuhan, diturunkan ke bumi untuk menyayangimu. 
_________________________________________________________________________
Tulisan dari Fahd Djibran (Penulis Idola saya)


Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community