Mar 18, 2013

Belenggu

Saat-saat seperti ini, ketika pikiran begitu berat, hati kehilangan ketenangan apa yang harus ku lakukan? Terkadang hidup menguguhkan kita hal-hal menyedihkan dan tak sesuai harapan, bagiku itu cara Allah memberitahukan bahwa sesungguhnya kita begitu lemah sebagai manusia, kita hanya makhluk kecil di hadapan-Nya. Apa yang kita inginkan, segala sesuatu yang kita rencanakan tidak melulu harus kita dapatkan. Allah penentu segala rencana kita. Hanya saja kita sering lupa untuk tidak berharap sepenuhnya pada harapan dan usaha kita.

Akan selalu ada potongan-potongan kisah sedih yang menjadi bagian dari cerit hidup kita. Ada bagian dalam hidup ini dimana kita tidak setuju dan bertolak belakang dengan pemikiran pribadi lainnya. Manusia dibekali ego masing-masing yang akan membuatmya selalu merasa paling benar dan harus dibenarkan oleh orang lain. Terkadang waktu membawa kita untuk merasakan keadaan hati yang tak tenang, pikiran yang gelisah dan mata yang tak bisa menangisi kesedihan. Sesekali dalam ketidakberdayaan kita bertanya mengapa harus ada akhir bahagia itu? Mengapa harus ada orang-orang yang kita namakan sebagai sumber ketidakbahagiaan? Ya, saya yakin Allah punya alasan atas itu semua. Ada hikmah dan pelajaran dari semua masalah, ketidak bahagiaan, kesedihan dan hal-hal buruk lainnya yang terjadi dalam hidup.

Saat-saat seperti ini, ketika aku membutuhkan banyak sekali dukungan dan dorongan semangat untuk terus berjalan aku menemukan kekecewaan-kekecewaan yang membuatku merasa sendiri dan benar-benar hanya sendiri. Entahlah, apakah aku yang tidak bisa membagi beban atau orang-orang sekeklilingku yang terlalu sibuk hingga kepekaan mereka menjadi berkurang. Aku tidak menyalahkan siapapun untuk semua yang kurasakan. Sesekali memang hidup itu harus punya masalah dan beban, dengan demikian kita akan lebih mengerti dan menghargai betapa bahagia itu sangat berharga. Betapa tertawa lepas itu sebuah anugerah yang luar biasa. Meski bagaimanapun aku tetap merasa membutuhkan orang-orang yang bisa menyemangatiku, yang bukan hanya sekedar kata tetapi juga dengan sepenuh hati. Aku bisa merasakan apa yang dari hati dan apa yang hanya keluar dari mulut semata.

Ada banyak hal yang harus kau kerjakan dalam posisimu sekarang ini, ada banyak beban yang harus kau pikul dalam keadaanmu yang sekarang ini. Wajar rasanya jika kamu menjadi begitu berbeda dari biasanya, tingkat emosi dan sensitifitas menjadi cepat memuncak. Kamu butuh orang yang meski kau tak bicara, ia sudah mengerti apa yang kurasakan. Kamu ingin orang yang ketika kau dipeluknya luruh segala bebanmu. Kamu juga ingin memangis sekali-sekali dalam pelukannya, merasakan bahwa memang benar ada orang yang bisa membuatmu selalu kuat menghadapi hidup meski berkali-kali jatuh dan berlipat-lipat beban yang harus kau topang. Ah mungkin kamu yang terlalu berharap berlebihan. Kata hati kecilku.

Hidup itu sebuah perjalanan. Akan ada waktu-waktu yang indah ketika kita merayakan segalanya dengan cinta. Ada saat kita harus menyuarakan segala beban. Kuncinya bisahkah kamu saling mendengarkan satu sama lain? Bahkan ketika ia yang menyertai hidupmu tak berbicara sama sekali, mampukah kau mendengar apa yang tak bisa ia sampai lewat tutur lidahnya? Ya disitulah cintamu terlihat, disitulah ikatan batinmu melakukan pembuktiannya, kepekaanmu adalah karena cinta yang sempurna.

Maka menyendirilah sejenak, merenunglah. Lepaskan eahonemu, simpan gadget yang kadang membuatmu kehilangan ekstensi sebagai manusia sosial di dunia nyata. Bangunlah, temui orang-orang yang menyayangi dan kau sayangi. Percayalah bukan materi semata yang bisa membuat hidup bahagia. Keberkahan dan ridho-Nya adalah yang utama. Rengkuh ia, katakan dengan hatimu bahwa kau masih mencintainya seperti dulu. Ceritakan padanya bahwa kau mencintai segala kekurangan dan kelebihannya sebagaimana ia mencintai dan selalu mengerti segala tentangmu. Menangislah jika memang harus menangis. Air mata terkadang mampu membasahi hati yang kerontang agar ia kembali pada fitrahnya : Cinta.


Bahagia itu adalah ketika kau dengan besar hati mengucapkan maaf pada orang kau cintai dan ia tersenyum sembari mengecup lembut keningmu. Seketika belenggu yang mengikat egoisme antara kalian tak berarti apa-apa lagi. Rasanya surga demikian dekat.

Padi - Bayangkanlah by Impian Dalam Mimpi
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community