Mar 7, 2013

Saatnya Pulang Ke Hati │ #PerjalananRasa

Sudah saatnya menjenguk hati dan dengarkanlah suaranya. Bebaskanlah, berikan ia kesempatan menjadi lebih dari sekedar tempatmu menyimpan berbagai rasa. Karena dia adalah kamu, dan karena kamu adalah dia, jadi duduklah di sampingnya. Temani hatimu melakukan perjalanan sampai akhir. Kamu mungkin akan terganggu, karena dia akan bicara blak-blakkan. Kamu akan dibawanya terbang setinggi mungkin, dan ada waktunya, kamu juga dibuatnya jatuh, ke jurang paling dalam. Tetapi, sesakit-sakitnya rasa itu, hatimu adalah kamu. Jadi, bertahanlah sampai halaman terakhir. Rasakan keharuannya, utuh bersama nyeri dan kegelisahan yang barangkali akan kau dapat juga.

Inilah saatnya kamu pulang pada keheningan. “Saat semua orang menyatakan pulang pada kejujurannya masing-masing, pada nuraninya masing-masing”(Hal.141) 

Tidak banyak yang bisa saya ungkapkan mengenai buku ini. Namun, setiap orang harus membaca buku ini. Tepatnya, mengikuti perjalanannya sampai halaman terakhir. Perjalanan yang hanya bisa dinikmati kamu dengan hatimu. Aku, dengan hatiku sendiri. Buku ini mengajak kita pulang ke diri kita masing-masing. Mengajak kita dengan lembut, untuk bersalaman kembali dengan hati dan berjalan bersama dengan kejujuran


Jika tiba-tiba kamu menjadi manusia bersayap, maka terbanglah dengan riang. Atau jika kamu ditaruh di tubir jurang dan ia menyuruhmu jatuh, maka terjunlah dengan lepas. Tidak perlu cemas. Tidak perlu takut. Percayalah, Tuhan menolongmu. Kamu yang mungkin akan terbang terlalu tinggi, dan jatuh terlalu dalam. Bebaslah, jujurlah..  Ini saatnya kamu melakukan perjalanan. 

Terima kasih banyak untuk penulis buku ini, Fahd Djibran. Saya tahu dia menyayangi semua orang. Isi bukunya adalah hal-hal yang berharga dan penting di hidupnya, tetapi rela ia bagi. Agar semua orang merasakan bahagia yang sama dengannya. (sepetakpurnama)

“Inilah perjalanan rasa. Nikmatilah semuanya. Sambutlah bayi-bayi yang dilahirkan. Peganglah tangan orang yang kamu sayangi. Relakan kepergian orang yang kamu cintai. Jatuhlah pada cinta dan bangunlah sebagai manusia yang berjalan di atas keyakinannya sendiri. Berlututlah pada keagungan. Bentangkanlah sayap saat seseorang menjatuhkanmu dari ketinggian—terbanglah seperti burung mencintai angin. Berjalanlah seperti seorang ayah yang menuntun lengan putrinya. Berbahagialah seperti anak-anak. Waspadalah seperti pertama kali belajar berjalan. Dengarkanlah nyanyian angin. Jadilah air hujan yang membawa kehidupan baru bagi tanah-tanah yang kering. Jadilah matahari yang berani terbit dan siap untuk tenggelam. Jadilah seseorang yang membuat dunia jadi berbeda. Jadilah dirimu sendiri: Kita bukan apa-apa, dan bukan siapa-siapa, sampai kita mewakili pikiran dan perasaan kita sendiri!–Fahd Djibran, Perjalanan Rasa

Letto - Sebelum Cahaya.mp3 by-akem by user7382230
Comments
2 Comments

2 comments:

Berkicau

Community