Mar 10, 2013

Terluka │ #PerjalananRasa

Semua luka akan sembuh, tetapi tidak semuanya akan hilang (Fahd Djibran)

Beberapa luka akan menyisakan bekas, tanda bahwa sebuah peristiwa pernah ada. Memang tak ada lagi darah, nanah, dan daging yang koyak, atau kulit tersayat. Tapi jejak terlanjur terpacak dan manusia biasa tak bisa mengulang waktu untuk kembali ke masa lalu.

Benar, kita bisa melupakan saat-saat bersedih dan terluka, tetapi sakitnya tetap akan terkenang; dada yang perih, perasaan yang tak pernah cukup diwakilkan pada kata-kata. Barangkali sudah kering air mata, dan kita tak perlu menangis lagi, tetapi sensasi hangat yang menjalar ke tebing pipi kita masih akan tetap terasa: saat-saat dimana manusia lupa cara bicara.

Lalu pada saatnya kita akan tertidur, barangkali karena kelelahan. Dan ketika bangun, entah apa yang terjadi: Dada kita sakit seperdi baru saja dihantam ladam. Nafas kita jadi berat, ada jerit yang menggumpal menjadi sesak yang mengganjal leher kita yang majal.

Sesungguhnya disanalah kita ingin sendiri : mengasingkan diri dari kebisingan, mengakrabi ruang-ruang hati hati milik kita masing-masing. Bukan untuk menjadi pengecut: Kita ingin sendiri karena kita menyadari bahwa manusia biasa yang mungkin terluka. Kita hanya ingin sendiri. Sendiri saja. Sesekali menangis tidak apa-apa.

Percayalah, semua luka akan sembuh, pada saatnya.

#PerjalananRasaHal185

< Berhenti Berharap (Piano Cover) by bepitulaz
Comments
4 Comments

4 comments:

  1. luka dihatikupun masih perih
    namun kutetap terus bertasbih
    dan yakin suatu saat akan pulih
    dan kembali tersenyum jernih...

    ReplyDelete

Berkicau

Community