Apr 20, 2013

Perjalanan

Seseorang yang sangat ku hormati pernah memberiku nasehat yang sangat berharga, dan aku sangat berterimakasih padanya, nasehat yang panjang dan ia ikhlas atas waktunya. Begini nasehatnya...

Ada saat-saat dimana hidup berjalan tak sesuai dengan yang kita inginkan. Saat-saat dimana ada sesuatu yang salah dengan hari-hari yang kita lalui, ada kenyataan yang tidak sesuai dengan rencana. Ada janji-janji yang menguap dan menggantung jauh hingga tak mungkin terjangkau. Ada kekecewaan atas pengorbanan yang tarabaikan. Saat itulah Tuhan mengujimu.
Layaknya sekolah, ujian adalah proses untuk memasuki level baru dalam hidup. Level yang lebih tinggi. Tuhan punya alasan atas semua yang harus kita lewati, ada makna dalam setiap peristiwa pahit yang harus kita lalui, begitu juga dengan peristiwa baik. Kita hanya dituntut untuk melewatinya dengan baik dan bijak. Melaluinya dengan hati lapang, jiwa yang tenang dan pikiran sehat. Kota pinya tiga bekal untuk melewatinya dengan baik : Menekan ego, menyadari keberadaan diri dan berkaca pada masa lalu.

Hampir semua kisah buruk yang terjadi dunia ini adalah karena ego yang memantik kebencian dan meletupkan serangan-serangan yang pada akhirnya mengakhiri semua yang ada. Ego juga yang membuat banyak pasangan kekasih berakhir menyedihkan. Entah mengapa mereka melupakan komitmen dan rencana indah yang merek ikrarkan dengan penuh kemantapan dan hati yang ikhlas. Pasangan yang egois akan membuat penjara bagi pasangannya, ia hanya ingin pernah di turuti tanpa berpikir bahwa dia harus menuruti. Ia yang egois sekuat tenaga mencoba menjadikan pasangannya sebagaimana maunya. Tak ada kesempatan berkreasi, tak ada kesempatan untuk melihat lebih luas karena ego telah membutakan. Sejenak janji-jani indah terlupakan dan misi hidup menjadi bercabang. Mengapa harus ada keinginan saling menguasai? Saling mengerti jauh lebih indah, bukan? Begitulah ego, semu orang punya ego dan hanya orang-orang yang behati lapang yang bisa mengendalikannya.

Terkadang pula kehancuran terjadi karena sesuatu yang tidak pada tempatnya. Tentang siapa yang memimpin, siapa yang dipimpin dan siapa yang menjadi penasehat. Semua harus berada pada posisi masing-masing, tak akan berjalan dengan baik jika ada yang mencoba masuk dan mengerjakan apa yang bukan menjadi bagiannya. Menyadari hal ini sangatlah penting, dua orang yang berkomitment seharusnya berjalan bersamaan dengana apa adanya mereka, secara alami, belajar sepanjang perjalanan hingga nanti mereka akan terbiasa. Hanya saja terkadang ketakutan atau mungkin ketidakmengertian membuat pihak lain ikut campur mengatur dan mengabaikan pihak yang seharusnya menjadi nakhoda dalam perjlanan itu. Sangat tidak baik hal itu, akibatnya akan terjadi reaksi-reaksi perlawanan yang diam-diam maupun terang-terangan. Maka mengertilah, pahamilah siapa dan bagaimana pasanganmu. Kenalilah luar dalam, kenali bagaimana ketika ia senang, bagaimana ketika ia marah, bagaimana ketika ia tersinggung dan sebagainya. Hindari ikut campur pihak lain dalam urusan kalian, siapapun mereka. Hati yang terluka akibatnya bisa sangat dahsyat dan diluar dugaan. Maka jagalah posisi masing-masing dan lanjutkan perjalanan kalian, temui dan taklukan tantangan badai di depan, rayakanlah kemenangan dan kebahagiaan kalian.

Lalu berkacalah pada hal-hal yang pernah terlewati, ingat kembali komitmen dan janji-janji ketika perjalanan akan dimulai. Selalu ingat, betapa dulu kalian begitu saling memerlukan satu sama lain, betapa kalian membayangkan perjalanan kalian akan menyenangkan dengan hal-hal baru yang akan kalian hadapi bersama, hanya berdua. Tidak ada orang lain yang mengatur karen memang kalian telah dewasa dan siap menghadapi apapun berdu! Kalian sebuah tim penjelajah kehidupan, yang akan menciptakan kisah-kisah luar biasa bagi penjelajah di belakang kalian. Selalulah ingat bagaimana kalian begitu saling menginginkan satu sama lain, bahkan tak ada yang bisa mencegah kalian untuk terjun dalam perjalanan yang tak satu orangpun tahu seperti apa tantangannya. Yah, karena masing-masing orang punya tanyangan yang berbeda-beda. Selalulah ingat.. Ingatlah selalu.. Kalian saling membutuhkan.

Kesabaran, kebesaran hati dan cinta yang akan menjadi amunisi kalian mengahadapi setiap tantangan, maka jagalah. Jangan biarkan ia layu, mati atau habis ditengah perjalanan karena perjalanan ini tak ada yang tahu dimana ujungnya.


A. R. Rahman - If I Rise feat.Dido by haibee_mirage
Comments
2 Comments

2 comments:

  1. yup saya setuju, berkaca dengan apa yang pernah kita lewati karena membuat kita selalu berhati hati dalam bertidak dan melangkah. post yang bermanfaat.

    ReplyDelete

Berkicau

Community