May 11, 2013

Giliran

Apapun yang terjadi, seperti apapun yang kita rasakan saat ini, sedih, senang, sakit, atau bahagia sejatinya kita sedang menjalani sekaligus giliran. Yah, giliran untuk sedih, giliran untuk bahagia dan sabagainya. 

Jika saat ini dunia seolah tak berpihak padamu, bersabarlah. Terus saja lakukan hal baik dalam hari-harimu karena pada saatnya nanti giliran untuk bahagia akan tiba juga. Jika ada orang yang selalu memandangmu remeh, tersenyum dan bersabarlah teruskan saja hari-harimu dengan terus melakukan hal-hal baik, ingatlah roda kehidupan terus berputar. 

Hidup ini sebenarnya sederhana jika semua orang mampu menyelaraskan hati dan pikiran. Seharusnya ketika kita tidak menyukai atau menyukai sesuatu tinggal di sampaikan saja lalu kita akan menerima dengan ikhlas apapun responnya. Jika kita menginginkan sesuatu seharusnya kita tinggal berusaha, bekerja dengan senang hati untuk meraihnya namun akan selalu ada hambatan da tantangan dari manusia lainnya. Saat kita tidak bisa menyampaikan apa yang tidak sesuai dengan hati dan pikiran kita, terkadang bukan karena kita pengecut tetapi akan menjadi percuma saat apa yang kita sampaikan ternyata bukan sebuah masalah bagi mereka maka sangat bijak jika saat itu kita diam, berdoa dan menunggu saatnya giliran mereka tiba. Waktu akan menjelaskan semuanya pada mereka, pada siapa saja yang tak mengerti kebaikan. Waktu adalah jawaban yang paling tepat asalkan kita bersedia menanti.

Kamu percaya karma, kawan? aku sangat percaya pada balasan baik dan buruk itu. Semua perbuatan ada karmanya. Maka jalani saja hari-harimu dengan normal. Lakukan saja yang terbaik untukmu dan sekitarmu. Biarkan mereka dengan ketidakmengertian mereka, kelak waktu yang akan membuat mereka mengerti bahwa mereka telah membuat hatimu perih. Cukup lakukan yang terbaik untuk hidupmu, berhasillah, sukseslah! Hanya itu yang harus kamu lakukan dan dengan sendirinya mereka akan faham betapa mereka salah dan tak menyadari (Mungkin juga enggan menyadari) tingkah laku mereka telah menyakiti hatimu yang terus menerus berdoa pada Tuhan agar menunjukkan pada mereka hal benar. Benar menrut manusia pada umumnya, bukan benar menurut mereka.

Kata kuncinya, bersabarlah kawan. Tak ada yang lebih manis buahnya daripada buah kesabaran. Jalani harimu, lakukan yang tebaik. Thats so simple...

Allah bersama orang-orang yang sabar.



Opick - Irhamna by Muhammad Hafiz Al Islam
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community