Jun 26, 2013

The Next Level

Seorang teman dengan sinisnya berkata, menikah itu adalah akhir dari segalanya. Coba bayangkan setelah menikah kamu tidak akan punya waktu lagi untuk sekedar bermain-main sesuka hati, kamu tidak akan punya waktu yang luang untuk bisa bepergian ke tempat-tempat asing yang jauh yang dulu ingin kamu datangi. Ahh aku tidak akan menikah sebelum aku puas menikmati masa-masa kebebasanku. Aku tidak akan menikah sebelum aku memenuhi ambisiku untuk menaklukkan tempat-tempat asing dan jauh di muka bumi ini. Aku ingin berpetualang dulu, setelah puas baru aku akan memikirkan akan menikah. 

Aku hanya tersenyum, aku tidak ingin menjawab atau menyangkal pendapatnya karena aku tahu jika aku menyangkalnya maka perdebatan tidak akan usai. Aku hanya tersenyum lalu tertawa, aku tertawa bukan meremehkan pendpatnya aku hanya ingin tertawa saja.

Buatku orang yang berkata seolah-olah puas itu ada batasnya adalah lucu. Aku belum pernah mendengar riwayat atau cerita tentang seseorang yang sudah puas akan waktu. Kepuasan manusia itu menurutku tak berstandar. Karena sifat alamiah manusia memang tidak akan pernah merasa puas. Diberi sehari pasti akan berharap mendapatkan dua hari dan seterusnya sampai ia bosan, bukan puas! Bosan adalah ketika kita tidak menyukai suatu hal yang sedang kita jalani, sedangkan puas adalah saat dimana kita menikmati sesuatu yang membuat kita tak akan memerlukan sesuatu yang lain lagi. Berhenti disana, puas tidak meninggalkan tapi puas adalah pencapaian yang akan terus dijaga, jika di lepas maka itulah yang disebut bosan.

Lalu apa benar menikah akhir dari segalanya? Apalagi menikah pada usia yang masih muda? Bagiku menikah sama sekali bukan akhir dari segalanya, aku menyebutnya sebagai awal dari segalanya. Menikah buat seorang yang gemar berpetualang adalah level berikutnya dari perjlanan hidup. Setelah menghadapi berbagai tantangan hidup, belajar makna kehidupan  setiap hari dan mengumpulkan pengalaman setiap saat, menikah adalah tantangan berikutnya, tantangan hidup yang indah. Dimana jika kau menemukan seseorang yang kau cintai maka duniamu akan segera berubah. Logikamu seolah menemukan waktu untuk rehat dan membiarkan hati yang mengambil alih hari-harimu. Imajinasi melingkupi kepalamu, semua menjadi indah dan mudah. Bayangan-bayangan tantangan di depan sana menjadi mengasikkan untuk ditaklukan. Kamu akan menjadi kstaria yang optimis berjalan di atas bumi yang di naungi cinta dari dan untuk seseorang yang kamu cintai. Maka petualangan sesungguhnya segera kau temui, lebih menantang dan kadang-kadang berat, tapi tenang saja saat itu kau sudah tidak seorang diri lagi, seseorang yang mencintaimu dan kau cintai akan menjadi bagian dari perjalananmu menaklukkan hidup, kalian adalah sebuah tim! Kau pasti paham bagaimana sebuah tim harus bekerja sama.

Ada hari-hari bahagia dimana cinta menunjukkan keajaiban-keajaibannya pada kalian berdua, dunia menjadi penuh warna-warna yang indah, manis dan membuatmu tak berhenti memuji kebaikan Tuhan atas cinta yang Dia anugerahkan. Maka nikmatilah hari-hari indah itu dengan penuh rasa syukur dan semoga senantiasa menambah kadar cintamu pada-Nya dan pada ia yang menjadi bagian dari perjalnanmu. Lalu ada akan ada pula hari-hari sulit dimana sesuatu berjalan tidak sesuai rencana, ketika Tuhan mulai menguji kalian dengan hal-hal buruk, dengan masalah-masalah yang bisa saja datang dari kalian berdua atau dari luar. Tidak perlulah kita takut akan hal itu, yang perlu kita lakukan hanyalah melewatinya dengan baik, dengan penuh kejujuran dan sikap yang bijak. Jangan lupa bahwa kalian berdua adalah manusia biasa yang bisa berbuat salah dan keliru, ingat pula ada kepala-kepala lain disekitar kehidupan kalian yang bisa jadi akan menyumbangkan permasalahan untuk tim kalian. Jalani saja, dengan baik, dengan bijak. Segala sesuatu di muka bumi ini hanya sementara tak terkecuali masalah. Ia akan reda pada saatnya, kata kuncinya : Jalani saja.

Indahnya hidup ini saat kamu melepaskannya untuk menjadi diri sendiri, alangkah bahagia dan bersyukurnya ia memilikimu saat pengertianmu selalu bersamanya, membiarkan ia menikmati apa yang menjadi passionnya, begitu juga saat ia membebaskanmu untuk menjadi dirimu sendiri, melang-lang buana dengan doa dan harapan darinya. Alangkah indahnya ketika cinta membuahkan rasa saling percaya dan saling mendukung penuh. Segala masalah rasanya tak akan menjadi begitu berat saat kalian saling percaya, saling menghormati dan saling menjaga. Jangan dengarkan suara sumbang dari luar, karena takdir ini punya kalian berdua. Selamanya.

Ah harusnya temanku membaca ini. Semoga saja...



Comments
2 Comments

2 comments:

  1. Artikel yang satu ini sukses bikin saya malam ini semakin galau... Hahahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaha bisa aja kw ry..
      thanks ya

      Delete

Berkicau

Community