Jul 5, 2013

Marhaban Ya Ramadhan

Tidak terasa beberapa hari lagi Ramadhan yang mulia akan segera tiba dan rindu padanya semakin menggebu. Hati terus berdoa semoga Allah benar-benar menyampaikan kita pada Ramadhan tahun ini. Harap-harap cemas, bukankah hal yang paling dekat dengan manusia itu maut? Ya, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada detik berikutnya dari hidup kita saat ini. Semoga saja masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan Ramadhan dan kita bisa memanfaatkan momen-momen penuh ampunan di bulan Ramadhan untuk memperbaiki diri.

Banyak hal yang baru bagi hidupku ramadhan tahun ini. Tentu saja karena sekarang aku bukan lagi seorang pemuda lajang melainkan seorang suami dan seorang ayah. Akan ada hal-hal baru yang akan ku lalui entah seperti apa itu yang jelas aku akan sangat merindukan hari-hari Ramadhan yang dulu-dulu ketika nenekku masih hidup. Ketika aku masih seorang bocah yang setia menemani neneknya di dapur, menyiapkan hidangan sahur untuk kakekku dan aku. Tadarus, yah.. Tadarus tak akan lagi seperti tadarus di desaku dulu dimana aku dan anak-anak lainya melingkari microphon di depan mimbar mesjid menyimak sambil menunggu giliran membaca al Qur'an, tadarus kami penuh kenangan-kenangan indah, bahkan terlalu indah. Di rumah ibu bapakku, kakek nenekku, menunggu-nunggu suaraku muncul di microphone membaca ayat-ayat Al Qur'an. Jika ada bacaan yang keliru maka nanti di rumah kakek akan menasehatiku untuk jangan malas mengaji, bapak akan menambahkan bahwa jarang mengaji bisa membuat lupa.


Tadarus kami anak-anak desa adalah kenangan yang tak akan bisa kami lupakan dan tak akan tergantikan. Sebelum orang-orang dewasa selesai mengaji di dalam masjid kami akan duduk-duduk atau tidur-tiduran di teras masjid itu jika kami sedang tidak iseng Lain ceritanya saat naluri anak-anak kami yang nakal muncul, pohon mangga terdekat dengan masjid menjadi sasaran kami, bermain kembang api, petasan, dan bermain kejar-kejaran keliling kampung. Tak jarang ada yang menangis, berkelahi dan ujung-ujungnya di giring ke mesjid, disuruh wudhu dan di suruh mengaji. Lalu semuanya kembali baikan. Ahh bukan hanya moment-moment itu yang aku rindukan, aku sangat merindukan sahabat-sahabat kecilku. Sangat!

Ramadhan sangat istimewa bagi semua orang dengan berbagai cerita masing-masing. Semua kembali bersama, mengaji bersama, makan bersama menjadi lebih sering buat yang selalu sibuk di bulan lain, hati menjadi lebih damai karena semua orang harus menjaga hati, perasaan haru yang selalu menyelimutiku, betapa tidak, Allah begitu baik pada makhluknya yang kerap kali lalai bahkan ingkar. Bahkan nafas adalah pahala. Subhanallah.

Semoga kita semua senantiasa diberkahi rahmat dan hidayah-Nya hingga akhir hayat. Semoga Ramadhan kali ini kita semua bisa berkumpul bersama orang-orang tersayang, tersenyum, bahagia dan berbagi kebahagiaan. Semoga..semoga..

Saya mewakili diri saya pribadi dan keluarga saya memohon maaf  kepada kawan-kawan semua jika selama ini ada salah, khilaf atau kekeliruan yang terjadi, semoga kita bisa menjadi manusia yang kembali fitrah ketika Ramadhan telah usai nanti.

Love is everywhere
So much peace fills up the air
Ramadan month of the Quran  



(Ramadan - Maher Zain)





Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community