Aug 17, 2013

Backpack National Geographic

Tadi siang ketika saya ketiduran di samping anak saya Quineeta tiba-tiba istri saya memanggil dengan buru-buru dan terlihat snagat gembira. Saya langsung terbangun karena kaget, untung saja anakku tidak ikut terbangun. Aku keluar kamar dan terlihat istri saya dengan girang memeluk sebuah bungkusan besar yang di balut plastik bening. Istriku dengan gembira memberitahukan bahwa Tas Backpack National Geographic hadiah kontes foto saya sudah datang. Seketika saya juga ikut kegirangan. Tas NG itu tas idaman saya sejak dulu dan akhirnya saya mendapatkannya dengan gratis setelah iseng ikut kontes foto Rexona Man beberapa bulan yang lalu. Yah, beberapa bulan yang lalu.

Tadinya kupikir aku tidak akan mendapatkan tas itu karena aku sudah terlalu lama menunggu. Tadinya aku termasuk ke dalam sekian peserta yang mendapatkan tas kamera itu tapi harapan itu pupus karena yang datang tiba-tiba bukan tas melainkan baju kaos NG, terang saja saya berpikir bahwa panitianya salah kirim dan saya mau tidak mau harus ikhlas menerima kaos ini serta mengubur dalam-dalam keinginan memiliki tas kamera yang harganya sampai 2,5jt rupiah itu.
Namun tiba-tiba hari ini, sepulang Jum'at ketika saya ketiduran di samping anak saya, tas itu datang. Saya bahagia sekali begitu juga istri saya. Ah ternyata memang rezeki saya, bayangkan saja sejak awal saya melihat pengumuman pemenang sudah terjadi kesalahan yang hampir membuat saya tidak medapatkan hadiah, panitia salah menuliskan alamat saya. Lalu saya mencoba mengkonfirmasi alamat saya yang benar ke nomor layanan konsumennya dan mereka menerima dengan baik kemudian mengatakan akan segera mengirimkan hadiahnya. Setelah itu saya lega dan deg-degan menanti hadiah itu datang, selang beberapa hari hadiah itu benar-benar datang namun sayangnya bukan tas atau kamera si hadiah utama yang saya harapkan yang datang melainkan kaos ukuran L berwarna hitam dengan sablon tebal di belakangnya bertuliskan "National Geographic". Pupus sudah harapan saya saat itu. Tapi saya tetap memakai kaos itu dengan bangga meski sebenarnya agak kebesaran untuk badan saya, tapi saya tetap saja memakainya dan bangga. Begitulah, jika rejeki tak akan kemana.





Dengan adanya tas kamera ini, saya makin semangat dan menggebu untuk hunting, meskipun sekarang untuk keluar rumah jauh-jauh sudah tidak semuda waktu masih sendiri dulu. Sekarang banyak pertimbangannya, banyak mikirnya. Iyalah karena saya hanya tinggal bersama istri dan anak saya saja, bertiga. Jika saya keluar kasian istri saya harus mengurus rumah, kerjaannya, dan anak. Sementara dia masih dalam tahap belajar untuk semua hal itu. Saya juga tidak akan sampai hati meninggalkan mereka terlalu lama dan jauh, saya orangnya cepat sekali kangen. Apalagi membayangkan wajah lucu si Quineeta yang bikin aku ingin menciumnya terus. Kecuali jika ibuku atau mertuaku sedang ada di rumah kami, aku bisa kemana-kemana tapi tetap saja aku tidak akan bisa sampai berhari-hari, gak kuat nahan kangen. Hahahaha Begitulah suami dan bapak muda, dilema rasanya, antara doyan traveling dan cinta anak istri. Akhirnya saya selalu menghibur diri, kelak saya akan melakukan perjalanan yang menyenangkan bersama anak dan istri saya ketika anakku sudah mulai tumbuh besar :) Ya.. Sekarang saya harus bersabar dulu, sabar itu hasilnya Insyaallah manis.




Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community