Aug 17, 2013

Pray For Egypt

Beberapa hari ini resah sekali dengan pemberitaan tentang tragedi berdarah di mesir, mau tidak mau tetap saja kepikiran. Sebenarnya saya kepikiran juga gak akan bisa bantu apa-apa tapi hati siapa yang bisa menerima kebiadaban yang terjadi secara masal di depan mata dunia dan parahnya media dunia seolah bungkam dan menyembunyikan fakta sebenarnya atas peristiwa itu. Media sekuler barat memberitakan ada sekitar 421 korban jiwa padahal faktanya korban mencapai 6000 jiwa, Allahuakbar! semoga Allah memberikan mereka gelar syahid. Bahkan tv dalam negeri (MetroTV) ikut-ikutan (entah latah atau memang sengaja) memberitakan dusta itu. 

Beberapa menit yang lalu saya semakin resah dan miri setelah melihat video suasana kerusuhan di Mesir yang di kirimkan bang Ardi ke wall facebook saya. Betapa manusia-manusia itu sudah tidak punya rasa belas kasihan terhadap sesama. Ini bukan masalah agama ini masalah kemanusiaan yang setiap orang harus menentangnya. Tapi lihatlah, mereka terus saja menembakan peluru-peluru bahkan bom ke para demonstran yang menginginkan Dr. Morsi kembali pada tahtah sah-nya. Saya semakin galau melihat seorang anak laki-laki sekitar umu 14 tahunyang terisak dan histeris menyaksikan ibunya tewas di depan matanya. Begitu menyayat hati, belum lagi bayi-bayi yang menjadi korban, Allahu Akbar, hanya biadab yang tega membunuh perempuan dan anak-anak.


Peristiwa ini harusnya menyadarkan kita semua agar kita agar lebih membentengi diri dari kemungkinan-kemungkinan masa depan. Kita harus menjadi muslim yang cerdas, kuat dan kaya. Kenapa? Karena kaum yang memusuhi islam begitu teratur dan terencana taktiknya. Lihatlah sekarang siapa yang menguasai media? jelas bukan pendukung islam, disaat kita membutuhkan berita yang valid tentang kejadian-kejadian penting dunia, televisi di rumah kita masing-masing dengan gontai menina bobokan kita, anak istri kita dengan tontonan-tontonan yang melalaikan, yang membodohkan. Jika kita tetap tidak sadar, apa jadinya generasi islam selanjutnya? Yah, kiamat semakin dekat.

Semoga saudara-saudara kita di mesir diberi kesabaran dan kekekuatan oleh Allah, jika kita tidak bisa membantu dengan tenaga mari kita bantu dengan doa agar konflik segera menemukan jalan tengahnya dan semoga Indonesia tidak terlambat untuk membentengi diri dari diacak-acak kaum pembenci islam. Indonesia sudah cukup damai dengan keberagamannya hanya saja sebagian rakyat masih gampang terprovokasi untuk mempermasalahkan perbedaan. Semoga kita sadar bahwa ada pihak yang tak senang melihat kedamaian kita. Semoga....

Selamat Malam...


Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community