Sep 5, 2013

Burung Elang dan Sang Pijar

Ini tentu saja bukan dongeng. Ini adalah tentang Proses Transformasi burung Elang yang kerap di jadikan sumber inspirasi oleh mereka-mereka yang petuh membaca alam. Allah memberikan keistimewaan pada burung elang yang patut di teladani oleh manusia. Begitu banyak kisah dan inpirasi dari dan tentang burung di dunia ini, semuanya memberikan contoh yang baik untuk manusia. Masih ingat kisah Qabil dan Habil? Bukankah Allah mengirim burung gagak untuk memerikan mereka ilham untuk mengubur salah satu dari mereka yang meninggal? Atau kawan pasti ingat kisah burung Ababil yang dikirim Allah untuk mengahncurkan tentara Abraha yang hendak menghancurkan Ka'bah? Begitu banyak teladan dari Allah melalui mahkluk indah dan cekatan bernama burung ini. 

Sekali lagi semuanya hanya akan terbaca oleh mereka yang mau membaca lalu berdiskusi dengan alam dan cerita tentang transpormasih burung Elang ini saya dapat dari Sang Pijar, Mantan Wagub NTB Bpk Badrul Munir yang saya banggakan. Kenapa saya mengidolakan beliau? Karena sangat jarang pemimpin yang punya citra seni dan mau menyempatkan diri membagi ide-ide kreatifnya serta selalu mengapresiasi keindahan yang dihasilkan otak kanan. Saya beberapa kali aktif dalam kegiatan-kegiatan pementasan dan pergelaran festival budaya yang semuanya digagas oleh beliau, semuanya selalu mengundang decak kagum dan bangga. Beliau punya keistimewaan menginspirasi generasi muda, bukan hanya dengan kalimat ceramah tapi beberapi kali kami duduk melingkar bersama dan berdiskusi, beliau juga terjun langsung untuk memberikan semangat dan motivasi kepada anak-anak muda untuk berkarya. Bukankah seperti ini harusnya seorang pemimpin? Tak perlu berjanji, just do it.. lakukan atas dasar senang dan cinta. So Simple. Thanks a lot Ayahanda BM atas inspirasi dan teladan serta nasehat-nasehatnya.

***

HIJRAH Ala Burung Elang

Burung jenis unggas yang satu ini mempunyai umur paling panjang di dunia. Dapat mencapai 70 tahun. Tapi untuk mencapai umur itu seekor elang harus membuat keputusan besar pada umurnya yang ke 40. Cakarnya mulai menua, paruh menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dada. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga menyulitkan terbang.Saat itu, ia hanya mempunyai 2 pilihan: MENUNGGU KEMATIAN atau menjalani PROSES TRANSFORMASI menyakitkan selama 150 hari. Saat melakukan transformasi itu, ia harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang. Berhenti dan tinggal di sana selama proses berlangsung. 

Fase pertama, ia harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan. 

Fase kedua, lima bulan kemudian, bulu-bulu yang baru tumbuh sempurna. Ia mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru, ia mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi! Selamat tinggal keusangan! 

Dalam kehidupan, kita harus melakukan suatu keputusan yang BESAR untuk memulai PEMBARUAN. Berani membuang kebiasaan-kebiasaan lama yang mengikat dan melekat kuat, meskipun itu menyenangkan dan membuat kita terlena. Hanya bila kita bersedia HIJRAH DARI DUNIA LAMA, kemudian membuka diri untuk belajar hal-hal baru, kita punya kesempatan untuk berubah. Mengembangkan kemampuan kita yang terpendam. Mengasah potensi daya ubahdiri kita sepenuhnya. Dan, menatap masa depan dengan penuh keyakinan.  

Kita terkadang lupa, bahwa keusangan berhimpitan dengan kesenangan!
Ingatlah, tantangan terbesar untuk berubah ada di dalam diri sendiri. Bukan pada otang lain, apalagi menyerahkan pada orang yang dianggap bisa. Jika itu anda lakukan maka anda sudah melakukan proses bunuh diri. Jika sang Elang berani berhijrah, mengapa kita tidak? [*]



Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community