Oct 25, 2013

Benarkah Sabar Tanpa Batas?

Benarkah sabar itu tanpa batas? Terkadang kita menemui keadaan yang menyakitkan dalam perjalanan. Terkadang rasa jenuh menyerang jiwa, menikam hati. Keadaan yang terjadi tak seperti yang direncanakan. Tak seperti yang dijanjikan. Parahnya, janji tinggallah janji. Saat-saat demikian kamu akan berpikir untuk berontak, mengabaikan kesabaran yang kian hari kian menipis. 

Maka ingatlah pada Allah yang Maha melihat dan memegang janji. Allah tahu tetapi menunggu waktu yang tepat untuk bertindak. Contohlah. Terkadang kamu merasa sendiri ditengah orang-orang yang membuatmu merasa tak nyaman. Mengabaikanmu dengan terang-terangan karena kekuasaan sesaat. Maka teruslah bersabar. Kau punya doa yang menjadi teman melewati semua itu. Sesekali ingatkan kekeliruan mereka yang mengabaikanmu. Jika keadaan tak berubah, teruskanlah hari-harimu dengan doa. Abaikan hal-hal negatif, jangan buat hatimu sakit oleh hal-hal yang datang dari orang yang sebenarnya tidak sadar bahwa tindakan mereka salah. Allah .. Allah.. kamu punya Allah.

Tapi ini keterlaluan? Aku bahkan tidak merasa sedang berada di duniaku, katamu. Yah, Sadarilah, teman. Kamu sedang berada dalam ujian Allah. Kelak kesabaranmu akan berbuah manis. Teruslah menjadi orang yang benar dan rendah hati. Teruskanlah hidupmu dengan berlaku baik dan berdoa pada Allah. Everythings happen for a reason, man! Semua terjadi karena ada alasan, semua terjadi dengan tujuan yang baik insyaallah. Allah mengahadapkanmu pada orang-orang yang tidak sesuai dengan hatimu adalah cara Allah mengajarkan hatimu kuat dan menjadi bijak. Kelak ketika level ini berhasil kau lewati, buah manis kesabaranmu akan segera kau petik. BIsa jadi saat itu roda telah berputar. Kamu telah berada diatas. Bukankah untuk ke atas kita harus memulai dari bawah terlebih dahulu? Maka biarkanlah mereka menikmati kesenangan sesaat mereka dengan tergesa-gesa. Biarkan mereka sibuk kemudian mengabaikanmu yang tak ada apa-apanya di mata mereka. Lupakanlah bahwa kamu pernah begitu sakit hati, maafkanlah mereka yang berlaku lain di belakangmu. Bahkan sekalupun kau tau apa yang mereka lakukan dibelakangmu, maafkanlah. Biarkanlah Allah yang mengatur.

Lalu kau terdiam, aku terdiam menunggu kata-katamu. 

Jika tiba titik jenuhmu, mungkin saat itulah kamu harus menagmbil keputusan, kawan! Jika kamu tak bisa mengubah suatu keadaan maka ubahlah tindakanmu, ubahlah cara pandangmu. Mungkin bisa membantumu mengatasi keadaan yang tidak menguntungkan itu. Tapi kau berteriak...

AKU MENYIMPAN DENDAM!

Lalu kau berlalu, berlari entah kemana. Semoga Allah memberimu kesabaran yang lebih. Semoga Allah menguatkan hatimu. Ayub, Yusuf, Ibrahim, Ismail, Luth, Yunus, Nuh, dan Baginda Nabi Muhammad SAW pun pernah melewati masa-masa yang lebih sulit dari hari-harimu. Paling tidak kamu bisa mencontoh sedikit kesabaran mereka. Jika pada saatnya kamu harus bertindak.. Bertindaklah, jangan abaikan suara hatimu :)




Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community