Oct 18, 2013

Sampah Visual Para Caleg

Jujur saja, pusing sebenarnya melihat sampah visual berupa foto-foto para caleg yang hampir ada sepanjang jalan. Sepanjang perjalanan melihat pembangunan rumah kami tadi pagi, saya dan istri saya sampai geleng-geleng dan kadang-kadang tertawa melihat gambar-gambar yang bertebaran, menempel dan bergantungan di sana sini sepanjang jalan. Tidak memikirkan nilai estetika sama sekali, tidak mencerminkan sikap peduli lingkungan sama sekali. Dari yang membawa-bawa nama leluhur sampai yang membawa-bawa nama KPK untuk menarik perhatian rakyat. Padahal sebenarnya banyak cara kreatif yang bisa dilakukan dan tentu saja sangat murah dan efisien. Misalnya untuk merebut pemilih pemula atau yang bukan pemula caleg-caleg bisa terus bersosialisasi di dunia maya dengan rakyat, selain bisa lebih bebas mengekpresikan diri, juga bisa lebih dekat dengat rakyat yang ada di dunia maya. Untuk yang gak aktif di dunia maya barulah menggunakan gambar-gambar, poster-poster atau baliho sekalian ASAL dengan catatan harus kreatif dan tidak terkesan asal-asalan. Karena asal-asalan itu hasilnya ya akan terlihat sebagai sampah visual dimana-mana. Pikirkan bentuk dan letak poster. 

Saya salut dengan caleg DPD RI No. 6 Bapak BM Badrul Munir yang menurut saya caranya lebih berpengalaman, elegan, terarah, rapi, dan berkarakter. Disini bukan bermaksud ikut mengkampanyekan beliau, tapi karena saya memperhatikan langsung bagaimana cara tim beliau bersosialisasi. Poster-poster yang dipasang lebih teratur dan tidak terkesan asal pasang. Poster-poster ukuran kecil itu dideretkan tertatur di sepanjang jalan, dengan posisi yang sama dan rapi. Tentu saja rapi itu enak untuk dilihat. Beliau benar-benar memikirkan dimana letak dan bagaimana seharusnya memasang poster di jalanan. Di dunia maya beliau sangat aktif dan positif. Bersosialisasi dengan siapa saja. Memberikan inspirasi lewat fanpage, twitter dan blog. Ini luar biasa sekali. Secara langsung atau tidak langsung beliau telah mengajarkan rakyat untuk lebih melek IT. Facebook dan sosial media itu bukan hanya tempat untuk curhat dan bergalau ria. Ada banyak manfaat lainnya. Masih ingat ketika Barack OBama menang pertama kali dalam pemilu AS? Obama meraih dukungan terbanyak karena kampanye lewat facebook dan twitter. Tidak banyak menghabiskan dana dan sangat efisien. Seperti itulah seharusnya para caleg kita untuk mengurangi bertebarannya sampah visual di sepanjang jalan. Cukuplah iklan "sedot wc mampet" yang menjadi sampah visual di setiap lampu merah, tiang listrik, tembok-tembok, dan lainnya. Tunjukanlah bahwa kalian adalah calon-calon orang pintar yang pantas untuk di pilih oleh rakyat. Dari hal kecil itu saja Anda memulainya. Tidak perlu bawa-bawa nama leluhur, ketua partai, atau beralasan mendukung KPK. Mungkin itu bisa dilakukan setelah membenarkan satu hal ini terlebih dahulu.


Kerahkan para pemuda untuk menelurkan ide-ide kreatif mereka dalam berkampanye. Ide orang tua yang di visualisasikan oleh pemuda dengan gaya mereka itu akan terlihat lebih kreatif dan keren sekali. Percayalah pada pemuda, beri mereka kesempatan dan anda akan menjadi pemenang.

Benar begitu, bukan?

*aduh niatnya cuma nulis status malah jadi nulis blog 




Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community