Dec 15, 2013

Cinta Saja Tidak Cukup

Menikah itu adalah hidup sebenarnya. Dimana setelah menikah kamu akan tahu dengan jelas apa tujuan hidupmu dan siapa yang akan menemanimu menjalani hidupmu hingga kelak kau menua dan mati. Menikah adalah dimana kamu akan merealisasikan ilmu tentang kehidupan yang selama ini kau cari. Tentang kesabaran, tentang menekan ego, tentang pengorbanan dan tentang bagaimana kamu harus benar-benar sadar bahwa duniamu sekarang telah mendapatkan warna baru. Menikah bukan hanya tentang saling mencintai lebih dari itu menikah adalah tentang bagaimana kamu memahami, menghargai dan membiarkan pasanganmu untuk menjadi apa adanya. Bukan saling menguasi, bukan pula saling menuntut untuk menjadi seperti apa yang kamu dan pasanganmu inginkan. Pasanganmu juga seorang manusia dengan pemikiran dan cara pandanganya sendiri, ia akan menjadi nyaman saat kamu membuatnya merasa ada di dunianya. Sebaliknya ia akan penuh kepalsuan ketika kamu menuntutnya untuk menuruti keinginan-keinginan yang mungkin bertentangan dengan pola pikir, prinsip, passion dan keinginannya. Saat seperti itulah saling memahami, saling mengahrgai itu berperan. Satu yang terpenting adalah saling mempercayai. Jika kepercayaan tidak ada maka akan banyak kebohongan-kebohongan yang indah dalam sebuah hubungan. Kebohongan yang dilakukan pasangan demi membuat pasanganmu senang. Tentu saja itu bukan hal yang siapapun inginkan. Penerimaan adalah kuncinya. Saat kamu memutuskan untuk menikahi pasanganmu saat itulah kamu telah menerima segala kebaikan serta keburukannya. Sebaliknya ia juga demikian.

Mengharapkan pasangan yang sempurna adalah sebuah kesia-siaan dan sebuah kesalahan. Tak ada manusia yang sempurna di dunia ini selain Rasulullah, maka jangan sekali-sekali merasa superior dan merasa lebih dari pasangan. Rendah hati adalah kuncinya disini. Pernahkah kita berpikir jika pasangan kita saat ini adalah seorang yang sempurna apa yang akan terjadi? Kemungkinan besar ia tak akan mau bersama orang yang tidak sesempurna dirinya. Syukurilah kekurangan-kekurangan pasangan, syukurilah kelebihan-kelebihannya karena Allah tidak memberikan hal yang kita inginkan melainkan memberikan sesuatu yang kita butuhkan, sesuatu yang sesuai dengan diri kita. Hanya saja kebanyakan dari kita terkadang tidak punya penglihatan yang memadai untuk melihat semua itu. 

Apa yang membuat pasangan-pasangan yang menua bersama itu tetap saling mencintai hingga masa senjanya? Inilah jawabannya :

Pertama, Saling percaya. Terkadang ada tipe pasangan yang overprotektif, cemburu buta dan posesif. Jauh sedikit dari pasangannya membuat hatinya tidak tentram, pikiran-pikiran buruk memenuhi pikirannya. Ujung-ujungnya ia menginginkan pasanganya untuk terus berada disampingnya. Hanya ada dua hal yang akan dilakukan pasangannya, menuruti keinginannya walaupun harus mengorbankan dirinya demi menyenangkannya, itu sudah tentu sangat menyiksa dirinya maka akan ada suatu hari dimana ia mulai jenuh berpura-pura. Kedua, ia akan memberinya pilihan yang mungkin terkesan kejam, ikuti dunianya atau jalan di dunia masing-masing (berpisah). Tentu saja itu bukan ide yang baik. Maka berikanlah kepercayaan pada pasanganmu, buat ia selalu mencintaimu kaena kepercayaanmu yang membuat segalanya menjadi mudah untuk dijalani. Kepercayaan dari pasanganmu adalah salah satu jalan rezeki, kecurigaan hanya akan membawamu pada bencana.

Kedua, Saling menghargai. Boleh jadi kalian memiliki cinta yang sama, tapi bagaimana dengan pikiran? hobi dan kesukaan? Tentu tidak semuanya sama. Hargailah apa yang menjadi kesukaan pasanganmu maka ia akan menghargai apa yang kamu gemari. Ia akan semakin mencintaimu saat kau menghargai hal-hal kecil yang ia lakukan untukmu. Penghargaanmu terhadap pasangan terutama di depan keluarga dan orang lain adalah hal yang terbaik yang dilakukan seseorang terhadap pasangannya. Ketika kamu menghargai dan menjaga wibawanya makanya orang lain juga akan berlaku demikian. Cinta kalian akan tetap awet.

Ketiga, Saling mengerti. Ada banyak hal yang harus di temukan kecocokannya dari dua insan yang memutuskan untuk hidup bersama. Jika tidak bisa saling mengerti maka hari-harimu akan menjadi hari paling mengerikan sepanjang perjalanan kisahmu. Saling mengerti berarti kamu harus menekan ego dan kemauan-kemauan sendiri, berdiskusi adalah cara terbaik untuk saling mengetahui isi hati masing-masing. Berdiskusi tentang hal-hal yang harus kalian fahami dari pasangan masing-masing.

Keempat, Terbukalah hanya pada pasangan. Bahkan kepada orang tuapun kamu harus menjaga diri untuk tidak membicarakan masalah-masalah atau hal-hal kecil tentang rumah tangga dan pasanganmu. Bicaralah pada pasanganmu tentang apapun yang ingin kau bicarakan. Ia adalah temanmu menjalani hidup, kalian akan menua bersama. Bayangkan jika selalu ada hal yang ditutup-tutupi. Lagipula menceritakan masalah ke sahabat dekat jauh lebih baik daripada menceritakan masalah rumah tangga kepada orang tua. Akibatnya akan fatal. Orang tua sejatinya tahu siapa pasanganmu dari bagaimana kamu mengenalkan ia pada mereka. Jika baik maka baiklah ia di depan orang tua, jika buruk maka selamanya akan buruk di depan orang tuamu. So, be carefull dan selalu ingat kalian adalah partnert seumur hidup bukan sebulan dua bulan.

Kelima, Lakukan perjalanan jauh bersama. Kehidupan yang seru akan membuat kalian saling merindukan ketika berpisah. Tertawa lepas di alam bebas akan menghadirkan memori yang akan selalu kalian rindukan. Mendatangi tempat-tempat baru dengan mood yang baik bersama pasangan akan membuat kalian semakin saling menyayangi, akan membuat kalian semakin saling menyadari bahwa hidup ini indah bersamanya. Bayangkan jika pasangamu tak pernah mengajakmu jalan-jalan keluar rumah? alangkah membosankannya hidup seperti ini, bisa jadi akan ada kalimat semacam itu dalam hati pasanganmu. So, enjoy this life, harta bukan satu-satunya cara untuk bahagia meskipun tanpa uang liburan akan sulit terwujud. Akan tetapi merayakan cinta bersama pasangan di tempat asing yang indah itu adalah sebuah moment yang tak terbeli. Cinta akan tumbuh dan berakar semakin kuat disana. Kompak dalam hidup adalah outputnya. Love Life Laugh.

Menjadi Pasangan sejati, cinta saja tidak cukup. Terimakasih untuk senior-senior yang telah sudi berbagi kisah, pengalaman dan nasehat untuk saya. Semoga menjadi amal baik, dan semoga kita selalu diberi kekuatan untuk saling menyanyangi dan mencintai. Aamiin.

Karena sedih tak bisa di bagi, karena bahagia tak bisa sendiri. (Citra Rizka Maya)

Gambar diambil disini

Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community